TLii | SUMUT LAPAS PEMUDA KLS III LANGKAT
11/05/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI Langkat Lapas Pemuda Kelas III Langkat terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) dengan mengembangkan sektor agrobisnis berbasis pertanian. Program ini difokuskan pada penanaman ubi kayu, cabai kecil, dan cabai caplak sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan warga binaan.

Dalam kegiatan tersebut, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dilibatkan secara langsung mulai dari tahap pembersihan lahan, penggemburan tanah, hingga proses penanaman. Penanaman ubi dilakukan menggunakan metode stek batang secara terpola, sementara bibit cabai dirawat intensif di bedengan yang dijaga kelembapannya agar tumbuh optimal.
Program SAE tidak hanya menjadi sarana pemanfaatan lahan kosong, tetapi juga sebagai media pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Melalui kegiatan bercocok tanam, para WBP diajarkan memahami proses budidaya pertanian, menanamkan rasa tanggung jawab, kesabaran, serta disiplin dalam merawat tanaman hingga masa panen.
Keberhasilan program mulai terlihat dari tumbuh suburnya tanaman ubi dan cabai di area SAE. Petugas pembina turut melakukan pengawasan secara berkala guna memastikan seluruh tahapan budidaya berjalan sesuai prosedur operasional standar pertanian sehingga hasil panen nantinya memiliki nilai ekonomi yang baik.
Pihak Lapas menyebutkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan agrikultur bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat. Dengan kemampuan yang dimiliki, warga binaan diharapkan mampu menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.
Melalui program SAE, Lapas Pemuda Langkat menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan sebagai wadah pembinaan dan transformasi manusia. Keterbatasan ruang gerak bukan menjadi penghalang bagi warga binaan untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar, Tutupnya.
(***)



























