Bongkar Mafia Titik Dapur SPPG, KNPS Indonesia Akan Bentuk Satgasus: “Jangan Main-Main dengan Program Rakyat

REDAKSI

- Redaksi

Senin, 1 Juni 2026 - 15:17 WIB

50127 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bongkar Mafia Titik Dapur SPPG, KNPS Indonesia Akan Bentuk Satgasus: “Jangan Main-Main dengan Program Rakyat”

Bongkar Mafia Titik Dapur SPPG, KNPS Indonesia Akan Bentuk Satgasus: “Jangan Main-Main dengan Program Rakyat”

TLII>>JAKARTA – Ketua Umum KNPS Indonesia, David Hamka, menegaskan pihaknya akan membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgasus) untuk ikut mengawal dan membantu membongkar dugaan praktik mafia titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bongkar Mafia Titik Dapur SPPG, KNPS Indonesia Akan Bentuk Satgasus: “Jangan Main-Main dengan Program Rakyat”

Pernyataan tegas itu disampaikan David Hamka kepada media pada Senin, 1 Juni 2026, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) dan aparat penegak hukum dalam membersihkan dugaan permainan kotor yang dinilai mulai merusak program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“KNPS Indonesia tidak akan diam. Kami akan bentuk Satgasus untuk ikut mengawal, memantau, dan membantu membongkar mafia titik dapur SPPG di lapangan. Jangan ada yang coba-coba menjadikan program rakyat ini sebagai ladang bisnis kotor,” tegas David Hamka.

 

Menurutnya, praktik jual beli titik, permainan pengondisian dapur, hingga dugaan mafia menu merupakan bentuk tindakan yang sangat merusak semangat Program MBG yang seharusnya hadir untuk kepentingan masyarakat dan masa depan anak-anak Indonesia.

 

“Yang dirusak ini bukan sekadar program biasa. Ini program untuk rakyat kecil, untuk anak-anak, untuk masa depan bangsa. Tapi ada oknum yang tega mengambil keuntungan pribadi dengan menjual nama program negara. Ini tidak bisa ditoleransi,” katanya.

 

David menyebut pihaknya menerima banyak keluhan dan laporan dari masyarakat terkait dugaan permainan titik SPPG di sejumlah daerah. Karena itu, KNPS Indonesia merasa perlu turun langsung membantu pengawasan agar program berjalan sesuai aturan dan tidak disusupi kepentingan kelompok tertentu.

 

“Kami mendukung penuh langkah Wakil Kepala BGN Bapak Sony Sanjaya yang berani membuka persoalan ini. Justru keberanian seperti ini harus didukung, bukan dilemahkan. Mafia-mafia seperti ini harus dibersihkan sampai ke akar-akarnya,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa tindakan segelintir oknum dapat menghancurkan kepercayaan publik terhadap program pemerintah apabila tidak segera ditindak tegas.

“Jangan sampai masyarakat melihat Program MBG ini buruk hanya karena ulah oknum. Yang bermain itu oknum, bukan negara. Yang bermain itu mafia, bukan programnya. Karena itu penindakan harus keras dan terbuka agar publik tahu negara serius membersihkan para perusak program rakyat,” lanjut David.

 

KNPS Indonesia juga meminta aparat penegak hukum bertindak tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam praktik mafia titik dapur SPPG.

 

“Kalau ada yang menjual titik, mempermainkan dapur, mengatur menu demi keuntungan pribadi, tangkap dan proses hukum. Jangan beri ruang sedikit pun bagi mafia yang merusak program Presiden dan merugikan rakyat,” katanya.

 

David menegaskan Satgasus KNPS Indonesia nantinya akan fokus membantu pengawasan di lapangan, menerima aduan masyarakat, serta mengawal agar pelaksanaan Program MBG tetap berjalan sesuai SOP dan tujuan awal program.

 

“Ini bukan soal politik. Ini soal keberanian menjaga program rakyat dari tangan-tangan kotor. Dan KNPS Indonesia akan berdiri di garis depan untuk itu,” tutupnya.

Berita Terkait

Musim Mas Perkuat Industri Sawit Bertanggung Jawab, Raih Mahayuga Award Kategori Pelopor Industri Hijau
PTPN IV PalmCo Jadikan Kebun dan Pabrik Laboratorium Kesiapan Kerja, Serap Lebih dari 1.300 Peserta Magang
DIKPI Inisiasi Pembentukan Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian Indonesia untuk Memperkuat Ekosistem Keilmuan Kepolisian
Reformasi Rantai Pasok Lewat ADHARA, Kunci Naikkan Daya Saing Ekonomi Indonesia
Dilantik Cak Imin, Chaidir Toweren Resmi Jabat Ketua DPC PKB Kota Langsa
Efisiensi dan Digitalisasi Dorong Kinerja Pelindo, Arus Peti Kemas Naik 7 Persen
Dr. Tgk, H. Misnan: Rakyat Harus Dukung Kortas Tipikor Polri, Korupsi Musuh Bersama yang Wajib Diberantas
PTPN IV PalmCo Matangkan Pilot Project Kedelai, Dukung Percepatan Swasembada Pangan Nasional

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 17:01 WIB

Tari Kreasi Nusantara SMA Negeri 7 Lhokseumawe Curi Perhatian di Hardikda Aceh ke-67

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Temui Kapolda Aceh, Ketua Baitul Mal Bahas Kemaslahatan Masyarakat

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WIB

Polisi Amankan Mobil Angkut 600 Liter BBM Subsidi Jenis Bio Solar di Banda Aceh

Rabu, 2 September 2026 - 13:30 WIB

Peserta PKKPM Gelombang II IAIN Takengon Dampingi Penyerahan Al-Qur’an Wakaf dari Arab Saudi di Pantan Nangka

Rabu, 2 September 2026 - 12:17 WIB

Dinsos Aceh Tenggara Pulangkan Dua warga terlantar ke aceh utara, masing-masing bawa bayi.

Rabu, 2 September 2026 - 11:34 WIB

SEMANGAT TAK PERNAH PADAM! POLWAN PIDIE JAYA HADIR DI SYUKURAN HARI JADI KE-78 POLWAN RI

Rabu, 2 September 2026 - 10:20 WIB

HARDIKDA ke-67, Pemko Langsa Tegaskan Pendidikan sebagai Fondasi Masa Depan Aceh

Rabu, 2 September 2026 - 08:29 WIB

“Akankah Sang Senior Muslim Agani Mengungkap Jejak di Balik Sengketa Tanah Seuneubok Bayu?”

Berita Terbaru