(foto istimewa sang penulis Wildatun Hoirina)
TIMELINES INEWS INFESTIGASI
Penulis : Wildatun Hoirina
Pendahuluan
Asesmen merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Melalui asesmen, guru dapat mengetahui sejauh mana peserta didik memahami materi yang telah dipelajari. Namun, dalam praktiknya, penilaian di sekolah sering kali lebih berfokus pada hasil akhir dibandingkan proses belajar. Akibatnya, nilai menjadi tujuan utama, sedangkan perkembangan kemampuan peserta didik kurang mendapatkan perhatian.
Seiring berkembangnya dunia pendidikan, muncul paradigma bahwa asesmen tidak hanya digunakan untuk mengukur hasil belajar, tetapi juga untuk membantu peserta didik berkembang selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, asesmen formatif dan asesmen sumatif perlu diterapkan secara seimbang agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal.
Pembahasan
Asesmen formatif merupakan penilaian yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Tujuannya adalah memberikan umpan balik kepada guru dan peserta didik sehingga pembelajaran dapat diperbaiki sebelum kegiatan belajar berakhir. Bentuk asesmen formatif dapat berupa observasi, diskusi, kuis singkat, refleksi, maupun penugasan sederhana.
Sementara itu, asesmen sumatif dilakukan pada akhir pembelajaran untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Hasil asesmen sumatif biasanya digunakan sebagai dasar penentuan nilai akhir dan pelaporan hasil belajar.
Permasalahan yang sering terjadi adalah asesmen sumatif lebih mendominasi dibandingkan asesmen formatif. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik lebih fokus mengejar nilai daripada memahami materi. Selain itu, tekanan menghadapi ujian juga dapat menimbulkan kecemasan sehingga motivasi belajar menurun.
Padahal, kedua jenis asesmen memiliki fungsi yang saling melengkapi. Asesmen formatif membantu memperbaiki proses belajar, sedangkan asesmen sumatif memberikan gambaran mengenai hasil belajar yang telah dicapai. Oleh karena itu, guru perlu mengintegrasikan keduanya dalam proses pembelajaran sehingga penilaian tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada perkembangan peserta didik.
Penutup
Penerapan asesmen formatif dan sumatif secara seimbang merupakan langkah penting dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Guru tidak hanya berperan sebagai pemberi nilai, tetapi juga sebagai fasilitator yang membantu peserta didik berkembang sesuai potensinya. Dengan demikian, asesmen dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk peserta didik yang aktif, mandiri, dan memiliki motivasi belajar yang tinggi.























