Belajar Berdamai sama Grogi di Kampung Literasi Kaliurang

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:50 WIB

5020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(foto istimewa kegiatan)

TIMELINES INEWS INFESTIGASI

Penulis: Nova

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalau dengar kata literasi, bawaannya pasti langsung mikir soal tumpukan buku tebal yang berdebu atau suasana perpustakaan yang sepi dan ngebosenin banget. Jujur saja, awalnya aku juga punya pikiran yang sama. Tapi persepsi itu langsung patah total waktu aku ikutan kelas di Kampung Literasi Kaliurang hari ini, Rabu 8 Juli 2026. Kampung keren yang berlokasi di Kelurahan Tegalgede Jember ini ternyata hasil kolaborasi antara Unej sama The Jannah Institute. Fokus kegiatan mereka seru-seru banget, salah satunya lewat kelas Public Speaking for Youth yang aku ikutin hari ini.

Yang bikin pengalaman hari ini makin spesial karena pematerinya langsung Kak Prita, sosok hebat di balik berdirinya komunitas ini. Di awal sesi, ada satu kalimat dari beliau yang ngena banget di hati aku. Beliau bilang kalau grogi itu sebenarnya manusiawi, jadi normal-normal aja kalau kita merasakannya sebelum mulai bicara. Asli, ini langsung bikin aku ngerasa plong! Titik baliknya adalah kesadaran kalau kita nggak perlu memusuhi rasa gugup itu. Alih-alih dipaksa hilang, kuncinya justru ada di bagaimana cara kita mengendalikannya dan berdamai dengan situasi. Kak Prita juga membagikan tips praktis yang seru buat dicoba di tempat, mulai dari sesimpel mengatur napas biar tenang, sampai pentingnya benar-benar menguasai materi sebelum kita maju ke depan.

Nggak cuma bahas soal mental, kelasnya dikemas asyik banget waktu kita semua diajarin trik teknis biar pembawaan kita makin oke waktu dilihat orang. Mulai dari mengolah vokal atau auditori biar pesan kita tersampaikan jelas, sampai memaksimalkan gestur tubuh atau visual biar kita nggak kaku kayak patung di panggung. Nah, ada satu ilmu baru yang menarik banget buatku yaitu teknik bridging. Ini bukan sekadar transisi biasa, tapi seni menjembatani obrolan dari satu poin ke poin lain biar materi yang kita sampaikan tetap selaras dan mengalir tanpa terkesan patah-patah. Dari kelas ini aku baru paham kalau kekuatan utama dari public speaking itu bukan cuma soal kehebatan satu arah dari si pembicara saja, tapi tentang bagaimana kita menciptakan koneksi dan ngebangun interaksi dua arah yang hidup sama audiens.

Selain dapat ilmu daging, bagian paling luar biasa hari ini adalah momen waktu berkenalan dengan orang-orang baru dari berbagai kalangan. Di kelas ini, kita semua melepaskan atribut latar belakang masing-masing. Nggak ada yang peduli siapa dari mana atau apa statusnya, karena di sini kita semua berdiri di posisi yang sama: sama-sama mau belajar dan berproses dari nol. Nyali dan semangat semua orang di ruangan tadi buat keluar dari zona nyaman dan melatih kepercayaan diri di depan umum bener-bener bikin aku salut sekaligus terinspirasi banget.

Pulang dari pelatihan hari ini rasanya membawa energi yang benar-benar baru. Ruang belajar inklusif berbasis komunitas kayak Kampung Literasi Kaliurang ini menyadarkan aku kalau untuk bertumbuh, kita gak harus menunggu sampai menjadi sempurna dulu. Tempat ini menjadi bukti nyata kalau anak muda cuma butuh wadah yang aman dan bebas dari penghakiman untuk bisa saling merangkul kelemahan masing-masing, lalu berproses bareng jadi versi yang lebih baik. Keluar dari ruangan tadi, rasanya bukan cuma sekadar membawa pulang ilmu public speaking baru, tapi juga membawa keberanian untuk mulai bersuara dan menciptakan koneksi yang lebih bermakna di kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait

PT KA Sangkuriang Resmi Beroperasi 1 Mei 2026, Layani Rute Langsung Bandung-/Banyuwangi
Aksi Selamatkan Hiu: Pemuda Banyuwangi Kembangkan Aplikasi Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Identifikasi Spesies Hiu Secara Akurat
Pangan, Martabat, dan Peradaban:  Membaca Kedaulatan dari Perspektif Kebudayaan
Inisiasi program Pengadaan Ambulance untuk Warga
Kunjungi SAE L’Sima, Menimipas Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Ketahanan Pangan
PT Pelindo Multi Terminal Dorong Layanan Ekspor di Terminal Jamrud Surabaya
Semarak Hari Kartini di SMPN 1 Rambipuji: Busana Adat & Gaun Daur Ulang dalam Fashion Show Inspiratif
Lonjakan Produksi Jagung di Wilayah Polda Jatim Dukung Program Swasembada Pangan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:34 WIB

852 Imum Gampong di Aceh Utara Terima Motor Operasional dari Pemkab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:22 WIB

Bappeda Aceh Utara Luncurkan Sekolah Inovasi Daerah Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:27 WIB

SURYA PALOH TIBA DI BANDARA MALIKUSSALEH, HADIRI HUT KE-20 YAYASAN SUKMA BANGSA

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:46 WIB

MPLS SMA Negeri 1 Meurah mulia di hari ke 5 dengan Doa Bersama, Sekolah Tanamkan Karakter dan Nilai Keagamaan Sejak Hari Pertama

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

MPLS SMP Negeri 1 Lapang Semarak, 160 Siswa Baru Diajak Terapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Senin, 13 Juli 2026 - 22:38 WIB

Jadwal Penandatanganan NPHD Hibah Motor Operasional Imum Gampong Dimulai, Pemkab Aceh Utara Salurkan 852 Unit untuk Perkuat Pelayanan Desa

Senin, 13 Juli 2026 - 17:55 WIB

Ayah Wa Tinjau Penerapan Kelas Terpisah di SMPN 1 Matangkuli, Program Tahfiz Jadi Prioritas

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:02 WIB

“Ayah Wa Terbitkan Edaran Strategis, Hari Pertama Sekolah Wajib Jadi Momen Orang Tua Dampingi Anak”

Berita Terbaru