TLii | LAPAS PEREMPUAN KLS IIA MEDAN
24/07/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan Dalam upaya memperkuat pengelolaan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, Camat Medan Helvetia, Gunawan Perangin Angin, bersama Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Medan, Yekti Apriyanti, meninjau langsung area pembuangan sampah di lingkungan Lapas Perempuan Medan, Jumat (24/7).

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mengevaluasi kondisi area pembuangan sampah sekaligus merumuskan strategi penataan dan pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara Lapas Perempuan Medan dengan Pemerintah Kecamatan Medan Helvetia dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Medan Helvetia dan Kalapas Perempuan Medan bersama jajaran pejabat struktural membahas berbagai upaya peningkatan sistem pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan sampah sejak dari sumbernya, penempatan sampah organik dan nonorganik, hingga penguatan budaya menjaga kebersihan di lingkungan lapas.
Kalapas Perempuan Kelas IIA Medan, Yekti Apriyanti, mengatakan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih tertata dan berkelanjutan.
“Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah di Lapas Perempuan Medan sehingga lingkungan tetap bersih, aman, nyaman, dan mendukung terciptanya suasana pembinaan yang kondusif,” ujar Yekti.
Sementara itu, Camat Medan Helvetia, Gunawan Perangin Angin, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Lapas Perempuan Medan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi pemasyarakatan merupakan langkah positif untuk mewujudkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Medan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Diharapkan, sinergi yang terjalin dapat menghasilkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga binaan maupun petug, Tutupnya.
(***)




























