FONDASI DALAM MEMBENTUK GENERASI MASA DEPAN YANG BERKUALITAS

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:14 WIB

5044 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto istimewa sang penulis Rasida Hasanah)

TIMELINES INEWS INFESTIGASI

Penulis : Rasyida Hasanah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan karena berhubungan langsung dengan pembentukan kepribadian, sikap, dan perilaku seseorang. Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan intelektual peserta didik, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membangun nilai moral, etika, dan sikap positif dalam kehidupan bermasyarakat. Seseorang yang memiliki kecerdasan akademik tanpa didukung karakter yang baik dapat mengalami kesulitan dalam menggunakan ilmunya dengan tepat.

Pada era globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini, dunia pendidikan menghadapi berbagai perubahan yang semakin cepat. Kemajuan teknologi memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi dan mendukung proses pembelajaran, tetapi juga dapat memberikan tantangan terhadap perkembangan karakter peserta didik. Pengaruh budaya luar, media digital, dan perubahan sosial dapat memengaruhi pola pikir serta perilaku generasi muda saat ini apabila tidak disertai dengan nilai moral yang kuat.

(Iqbal & Sambas, 2024) menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan globalisasi membawa dampak positif maupun negatif bagi peserta didik sehingga pendidikan karakter menjadi kebutuhan penting untuk menjaga nilai moral dan perilaku yang baik. Sejalan dengan itu, Khairunisa, Sari, dan Rahmadani (2025) menyatakan bahwa pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membangun generasi yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi perubahan sosial serta teknologi di era globalisasi.(Khairunisa et al., 2025)

Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan kerja sama antara keluarga, masyarakat, dan lingkungan pendidikan. Melalui pembiasaan dan keteladanan yang baik, peserta didik dapat berkembang menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai moral dan etika yang kuat.

Pendidikan karakter merupakan proses penanaman nilai-nilai positif kepada peserta didik agar mampu memahami, merasakan, dan menerapkan perilaku yang sesuai dengan norma kehidupan. Pendidikan karakter tidak hanya memberikan pengetahuan tentang baik dan buruk, tetapi juga membangun kebiasaan agar nilai tersebut dapat diterapkan dalam tindakan nyata. Menurut Lickona (dalam Suanto & Nurdiyana, 2020), pendidikan karakter bertujuan membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti yang terlihat melalui tindakan seperti kejujuran, tanggung jawab, menghargai orang lain, dan kerja keras.

Kulsum dan Muhid (2022) menjelaskan bahwa karakter merupakan kualitas moral dan budi pekerti yang menjadi ciri khas seseorang. Pembentukan karakter dilakukan melalui proses perubahan nilai, pembiasaan,hingga akhirnya menjadi perilaku yang melekat dalam kehidupan individu (Copyright, 2022). Selain itu, Khairunisa dkk. (2025) menjelaskan bahwa pendidikan karakter mencakup proses membangun pengetahuan, kesadaran, dan perilaku dalam menerapkan nilai karakter, baik terhadap diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, maupun bangsa.  Dengan demikian, pendidikan karakter merupakan proses pembentukan manusia secara menyeluruh, bukan hanya dalam aspek intelektual tetapi juga moral.

Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pembentukan karakter peserta didik. Teknologi dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran yang efektif, tetapi penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan perubahan perilaku dan menurunnya nilai sosial. Kulsum dan Muhid (2022) menjelaskan bahwa kemajuan teknologi membutuhkan keseimbangan antara kemampuan intelektual dan moral agar pendidikan mampu menghasilkan generasi yang cerdas sekaligus memiliki karakter yang baik.

Globalisasi juga membawa masuk berbagai nilai dan budaya baru yang dapat memengaruhi pola pikir generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan karakter diperlukan agar peserta didik mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai moral.

Khairunisa dkk. (2025) menjelaskan bahwa perubahan sosial dan teknologi yang cepat menuntut individu memiliki karakter seperti integritas, disiplin, tanggung jawab, dan toleransi agar mampu menghadapi berbagai tantangan moral dan sosial.

Sekolah memiliki peran penting dalam pembentukan karakter karena menjadi tempat peserta didik mendapatkan pendidikan secara terarah. Pendidikan karakter tidak hanya diberikan melalui materi pembelajaran, tetapi juga melalui budaya sekolah dan contoh perilaku dari guru.

Guru merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan pendidikan karakter.

Salsabilah, Dewi, dan Furnamasari (2021) menjelaskan bahwa guru memiliki peran sebagai teladan bagi siswa karena perilaku guru dapat menjadi contoh yang memengaruhi perkembangan karakter peserta didik.Guru juga berperan sebagai pembimbing, motivator, dan evaluator dalam proses pembentukan karakter. Selain mengajarkan materi, guru dapat menanamkan nilai moral melalui kegiatan pembelajaran sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter anak. Sebelum memasuki sekolah, anak telah belajar mengenai sikap, kebiasaan, dan nilai moral dari lingkungan keluarga.Iqbal (2024) menjelaskan bahwa peran orang tua dan lingkungan sekitar memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan moral anak karena pendidikan karakter pertama kali diperoleh melalui keluarga. Khairunisa dkk. (2025) juga menjelaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam pendidikan moral karena keluarga menjadi tempat awal anak belajar berinteraksi dan memahami nilai kehidupan.Oleh karena itu, pendidikan karakter harus menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Karakter tidak terbentuk secara instan, tetapi melalui proses yang dilakukan secara terus-menerus. Pembiasaan sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, peduli, dan menghargai orang lain dapat membentuk kepribadian positif peserta didik.

Kulsum dan Muhid (2022) menjelaskan bahwa penerapan karakter dilakukan melalui pengajaran, pembiasaan, dan keteladanan sehingga nilai moral dapat berkembang menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan karakter yang diterapkan secara konsisten juga dapat meningkatkan kesadaran etika peserta didik. Khairunisa dkk. (2025) menjelaskan bahwa pendidikan karakter membantu siswa memahami tindakan yang benar dan salah serta membentuk sikap positif seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, dan empati.

Berdasarkan pembahasan tersebut, beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat pendidikan karakter yaitu:

1.Mengintegrasikan nilai karakter dalam pembelajaran

Pendidikan karakter perlu diterapkan dalam berbagai mata pelajaran agar siswa mampu            menghubungkan ilmu dengan nilai moral.

2.Meningkatkan peran guru sebagai telada

 Guru perlu menunjukkan perilaku positif karena siswa belajar melalui contoh nyata.

3.Memperkuat kerja sama sekolah dan keluarga

Pembentukan karakter membutuhkan dukungan dari lingkungan rumah dan sekolah.

4.Menggunakan teknologi secara bijak

Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran tanpa mengurangi nilai etika

5.Melakukan pembiasaan karakter di sekolah

Kegiatan sederhana seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Penutup

Pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membangun generasi masa depan yang berkualitas. Pendidikan tidak hanya bertujuan menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga individu yang memiliki moral, integritas, dan tanggung jawab.

Di tengah perkembangan globalisasi dan teknologi, pendidikan karakter menjadi semakin penting agar peserta didik mampu menghadapi perubahan tanpa kehilangan nilai kemanusiaan. Pembentukan karakter dapat dilakukan melalui kerja sama antara keluarga, sekolah, masyarakat, serta peran guru sebagai teladan.Melalui proses pembelajaran, pembiasaan, dan keteladanan, pendidikan karakter dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki sikap etis, peduli, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Daftar Pustaka

Kulsum, U., & Muhid, A. (2022). Pendidikan Karakter melalui Pendidikan Agama Islam di Era Revolusi Digital. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 12(2), 157–170.

Kewarganegaraan, J. P., Studies, E., & Pamulang, U. (2020). Implementasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter ( PPK ). 7(2), 107–114.

Iqbal, M., & Sambas, S. (2024). Pentingnya Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik di Era Globalisasi. 819–829.

Khairunisa, A., Kumala, C., & Rahmadani, F. (2025). Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Generasi Berintegritas di Era Globalisasi Program Studi PGSD , Universitas Samudra peserta didik agar memiliki sifat dan perilaku yang sesuai dengan karakter yang tertera dalam.

Salsabilah, A. S., Dewi, D. A., & Furnamasari, Y. F. (2021). Peran Guru Dalam Mewujudkan Pendidikan Karakter. 5(20), 7164–7169.

Berita Terkait

Hubungan Parasosial di Era Digital
Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital
DAMPAK SMARTPHONE TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA
Dua Sisi Mata Uang Media Sosial: Lebih Bermanfaat atau Berbahaya?
Pernikahan Dini Langgar Hak Anak
Etika di Ruang Digital: Mengapa Sopan Santun di Media Sosial adalah Fondasi Karakter Bangsa
Lulus Tanpa Skripsi, Siapkah Mahasiswa? Pentingnya Bersikap Jeli Terhadap Kebijakan Baru 

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:19 WIB

Dukung Transformasi, Lapas Tebing Tinggi Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Secara Virtual

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:47 WIB

Rutan Tanjung Pura Serahkan Alat Kebersihan kepada 26 Warga Binaan Tamping untuk Wujudkan Lingkungan Bersih

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:40 WIB

Sidang TPP Integrasi Rutan Tanjung Pura Bahas Usulan Integrasi 10 Narapidana dan Tamping Luar Tembok

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:23 WIB

Komitmen Zero HALINAR, Lapas Narkotika Langkat Pastikan Perangkat Jammer Berfungsi Optimal

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:13 WIB

Dukung Reintegrasi Sosial, Rutan Labuhan Deli Buka Ruang Kolaborasi dengan Universitas Sari Mutiara Indonesia

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:44 WIB

Bapas Palangka Raya Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Secara Virtual

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:20 WIB

Audiensi Hangat Bapas Palangka Raya dengan Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:38 WIB

Lebih Dekat & Efektif: Pos Bapas Kapuas Mudahkan Klien Wajib Lapor & Konsultasi

Berita Terbaru

NASIONAL

Vavada online casino w Polsce – wypłaty

Kamis, 16 Jul 2026 - 05:03 WIB