TLii | SUMUT | RUTAN KLS IIB TANJUNG PURA
25/07/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Tanjung Pura Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Pura kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pengembangan budi daya perikanan. Sebanyak 1.250 benih ikan lele ditebar sebagai komoditas baru menggantikan ikan nila yang sebelumnya telah dipanen dari kolam ketahanan pangan milik Rutan Tanjung Pura.

Kegiatan penebaran benih yang dilaksanakan pada Jumat (24/7/2026) ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi lahan ketahanan pangan melalui rotasi komoditas, sehingga produktivitas lahan dan hasil budi daya dapat terus terjaga secara berkelanjutan.

Penebaran benih lele dilakukan langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Pura, Fransisco Pandia, bersama jajaran staf dan warga binaan. Sebanyak 1.250 ekor benih lele ditempatkan sementara di dua unit drum budi daya yang telah disiapkan. Selama kurang lebih satu bulan ke depan, benih tersebut akan dipelihara hingga mencapai ukuran yang lebih besar sebelum dipindahkan ke kolam ikan di lahan ketahanan pangan Rutan.

Fransisco Pandia mengatakan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi media pembinaan bagi warga binaan melalui pemberian keterampilan yang bermanfaat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan memperoleh pengetahuan dan keterampilan di bidang budi daya perikanan yang dapat menjadi bekal setelah mereka kembali ke masyarakat. Selain itu, keterlibatan mereka dalam proses pemeliharaan ikan juga diharapkan mampu menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta semangat kemandirian,” ujarnya.
Program budi daya perikanan yang dijalankan Rutan Tanjung Pura merupakan bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus implementasi program ketahanan pangan yang terus digalakkan.
Dengan memanfaatkan lahan secara produktif, Rutan Tanjung Pura berkomitmen menghadirkan kegiatan pembinaan yang memberikan manfaat nyata, baik selama warga binaan menjalani masa pidana maupun sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat, Ungkapnya.
(***)




























