TLii [ Sumut | Toba – Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Toba, Pardi Sianipar, S.Pd, secara tegas membantah tudingan yang menyebut pihaknya memaksa atau mengarahkan seluruh sekolah untuk membeli perlengkapan dan baju olahraga siswa dari satu konveksi tertentu.
Pardi menjelaskan, pembahasan soal pengadaan seragam hanya dilakukan pada rapat MKKS Juli 2026 lalu, di mana beberapa konveksi yang mengajukan penawaran diundang untuk mempresentasikan produknya di hadapan para kepala sekolah.
“Keputusan sepenuhnya ada di tangan sekolah, komite sekolah, dan orang tua murid lewat rapat bersama. Tuduhan bahwa kami mengarahkan ke satu pihak saja itu sama sekali tidak benar,” ujar Pardi saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).
Ia menegaskan hingga kini belum ada satu pun sekolah yang melakukan pemesanan lewat arahan MKKS. Melihat persaingan yang memanas dan situasi yang kurang kondusif, pihaknya pun mengambil keputusan tegas: tahun ini tidak ada pengadaan baju olahraga secara terpusat.
“Orang tua murid bebas menyiapkan sendiri perlengkapan anaknya sesuai ketentuan sekolah. Saya putuskan demikian agar semua pihak merasa nyaman,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komite SMP Negeri 1 Balige, S. Tambunan, menyatakan enam sekolah SMP di wilayah Balige telah menyepakati pengadaan paket atribut sekolah dengan harga Rp340.000 per paket untuk siswa baru. Paket tersebut meliputi baju olahraga, baju batik, topi, dasi, dan perlengkapan lain.
“Semua langkah ini sudah dibahas matang dalam rapat komite dan sudah disetujui serta ditandatangani oleh orang tua siswa. Sampai saat ini tidak ada keberatan yang kami terima,” pungkas Tambunan.
(Tanda)




























