Pendidikan Karakter di Era Digital:Menguatkan Profil Pelajar Pancasila sebagai Fondasi Generasi Indonesia Menuju Society 5.0

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:30 WIB

5069 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

( Foto istimewa sang penulis Nur Shiva Azzahra)

TIMELINES INEWS INFESTIGASI

Penulis: Nur Shiva Azzahra Nim 250141122
PGSD/2C

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendahuluan
Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.Namun,keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik peserta didik, melainkan juga dari keberhasilannya dalam membentuk karakter yang mencerminkan nilai-nilai moral, etika, dan budaya bangsa.

Di tengah perkembangan teknologi, globalisasi, dan transformasi digital yang berlangsung sangat cepat, Indonesia menghadapi tantangan serius berupa menurunnya kualitas karakter generasi muda. Berbagai fenomena seperti perundungan (bullying), rendahnya sikap disiplin, penyalahgunaan media sosial, intoleransi, hingga menurunnya rasa tanggung jawab menjadi indikator bahwa pendidikan karakter perlu memperoleh perhatian yang lebih besar dalam sistem pendidikan nasional. Oleh karena itu, penguatan pendidikan karakter menjadi kebutuhan mendesak agar peserta didik tidak hanya cerdas secara intelektual,tetapi juga memiliki integritas,tanggungjawab, dan kepedulian sosial(Mujiwati et al., 2022)

Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat pendidikan karakter melalui implementasi Kurikulum Merdeka yang salah satu fokus utamanya adalah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Program ini dirancang sebagai wahana pembelajaran berbasis proyek yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik dalam menginternalisasi enam dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Keenam dimensi tersebut diharapkan mampu membentuk generasi Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagai identitas bangsa(Mustakim et al., 2024)

Meskipun demikian, implementasi pendidikan karakter di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Pendidikan karakter sering kali dipahami sebatas penyampaian teori mengenai nilai nilai moral tanpa diikuti proses pembiasaan yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Akibatnya, masih ditemukan kesenjangan antara pemahaman peserta didik mengenai nilai-nilai karakter dengan perilaku nyata yang mereka tunjukkan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter memerlukan pendekatan yang lebih kontekstual,kolaboratif,danberorientasi pada pengalaman belajar agar nilai-nilai yang diajarkan benar-benar terinternalisasi dalam diri peserta didik(Rofiqi, 2023)

Analisis Kritis
Pendidikan karakter sejatinya bukan merupakan konsep baru dalam sistem pendidikan Indonesia. Sejak lama pendidikan nasional telah menempatkan pembentukan karakter sebagai salah satu tujuan utama penyelenggaraan pendidikan. Akan tetapi, berbagai penelitian menunjukkan bahwa implementasinya belum berjalan secara optimal.

Banyak sekolah masih menitik beratkan keberhasilan pendidikan pada aspek kognitif melalui pencapaian nilai akademik,sedangkan aspek afektif dan pembentukan karakter belum memperoleh perhatian yang proporsional. Akibatnya, peserta didik mampu mencapai prestasi akademik yang baik, tetapi belum tentu memiliki integritas, kedisiplinan, empati, maupun tanggung jawab sosial yang memadai(Saputri, 2024)

Menurut penulis,implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila(P5)merupakan inovasi yang tepat dalam menjawab kebutuhan pendidikan abad ke-21. Berbeda dengan pendekatan pembelajaran konvensional yang lebih menekankan aspek hafalan, P5 memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar melalui pengalaman nyata, memecahkan masalah, bekerja sama, dan merefleksikan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan berbasis proyek tersebut memungkinkan peserta didik memahami bahwa karakter bukan hanya konsep teoritis,tetapi merupakan kebiasaan yang harus dipraktikkan secara konsisten.Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena peserta didik memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila(Mujiwati et al., 2022)

Namun demikian,keberhasilan.P5 tidak cukup hanya bergantung pada keberadaan kurikulum yang baik. Faktor utama yang menentukan keberhasilannya adalah kualitas guru sebagai fasilitator pembelajaran. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga menjadi teladan dalam menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai karakter.

Keteladanan guru akan memberikan pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar penyampaian teori didalam kelas. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berbasis proyek,melakukan refleksi,dan membangun budaya sekolah yang positif menjadi kebutuhan yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan karakter(Rofiqi, 2023)

Selain guru, keluarga memiliki posisi yang tidak dapat digantikan dalam pembentukan karakter anak.Sekolah hanya berinteraksi dengan peserta didik dalam waktu tertentu,sedangkan keluarga menjadi lingkungan pendidikan pertama dan paling lama dialami oleh anak. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, dan sopan santun akan lebih mudah tertanam apabila dibiasakan secara konsisten dilingkungan keluarga.Oleh sebab itu,sinergi antara sekolah dan orang tua perlu terus diperkuat melalui komunikasi yang efektif, pelibatan orang tua dalam berbagai program sekolah, serta penyamaan persepsi mengenai pentingnya pendidikan karakter. Kolaborasi tersebut akan menciptakan lingkungan pendidikan yang saling mendukung sehingga pembentukan karakter berlangsung secara berkelanjutan(Wijaya & Tanjungpura, 2024)

Disisi lain,perkembangan teknologi digital tidak boleh dipandang sebagai ancaman,tetapi sebagai peluang untuk memperkuat pendidikan karakter. Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang mendorong kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Akan tetapi, pemanfaatan teknologi harus tetap diimbangi dengan penguatan nilai moral agar peserta didik mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Dengan demikian, pendidikan karakter menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai dampak negatif perkembangan teknologi sekaligus menjadi modal bagi generasi muda untuk bersaing di era Society 5.0 tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia(Rofiqi, 2023)

Rekomendasi
Berdasarkan hasil analisis tersebut, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pendidikan karakter di Indonesia. Pertama, sekolah perlu mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam seluruh mata pelajaran, bukan hanya melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Seluruh aktivitas pembelajaran hendaknya dirancang agar mampu menanamkan nilai-nilai karakter secara kontekstual melalui pembiasaan, keteladanan, dan refleksi sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermakna(Mujiwati et al., 2022)

Kedua, pemerintah perlu meningkatkan program pelatihan bagi guru mengenai implementasi pendidikan karakter berbasis Kurikulum Merdeka. Guru memerlukan pendampingan yang berkelanjutan agar mampu merancang proyek pembelajaran yang kreatif, relevan dengan kebutuhan peserta didik,serta berorientasi pada penguatan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila. Peningkatan kompetensi guru menjadi investasi penting karena guru merupakan aktor utama dalam keberhasilan implementasi pendidikan karakter di sekolah(Saputri, 2024)

Ketiga, perlu dibangun kolaborasi yang lebih kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pendidikan karakter akan lebih efektif apabila nilai-nilai yang diajarkan di sekolah juga dipraktikkan dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sosial. Kegiatan seperti parenting,pengabdian masyarakat,proyek sosial,dan pembelajaran berbasis komunitas dapat menjadi media untuk memperkuat sinergi tersebut sehingga pembentukan karakter berlangsung secara konsisten di berbagai lingkungan kehidupan peserta didik(Wijaya & Tanjungpura, 2024)

Keempat,pemanfaatan.teknologi digital hendaknya diarahkan sebagai sarana penguatan karakter, bukan sekadar media penyampaian informasi. Sekolah dapat mengembangkan berbagai proyek digital yang mendorong peserta didik menghasilkan karya kreatif, menyelesaikan permasalahan sosial, serta mempraktikkan etika digital dalam penggunaan media sosial. Dengan demikian, teknologi tidak hanya meningkatkan kompetensi digital peserta didik, tetapi juga memperkuat tanggung jawab, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat(Rofiqi, 2023)

Penutup
Pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi Indonesia yang berkualitas,berintegritas,dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasilakedalam proses pembelajaran yanglebih kontekstual dan berpusat pada peserta didik.

Meskipun demikian, keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas guru, budaya sekolah, dukungan keluarga, serta lingkungan masyarakat yang kondusif.

Diera Society 5.0,pendidikan karakter menjadi semakin relevan karena perkembangan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai moral,etika,dan tanggung jawab sosial.Oleh sebab itu,seluruh pemangku kepentingan perlu bersinergi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu membentuk peserta didik menjadi pribadi yang beriman,berakhlak mulia,mandiri,kreatif, bernalar kritis,bergotong-royong,serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Dengan pendidikan karakter yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan,Indonesia memiliki peluang besar untuk menghasilkan generasi unggul yang tidak hanya mampu bersaing secara global,tetapi juga tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Pancasila sebagai identitas bangsa.

DAFTARPUSTAKA

Mujiwati,Y.,Khamdi,I.M.,Usman,M.I.,&Abidin,M.Z.(2022). Jurnaljendela pendidikan. 2(04), 553–559.

Mustakim et al., 2024. (2024). Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pendidikankaraktersebagaikonkretisasiidentitasbangsaIndonesia.

Jurnal Gentala Pendidikan Dasar, 9(1), 111–126. 9(c), 111–126.
Rofiqi,A(2023).

JURNAL PENDIDIKAN KARAKTER Penguatan pendidikan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menuju era society 5 . 0. 14, 166–176.

Saputri,A.I.(2024 (2024).PENGUATANPENDIDIKANKARAKTERMELALUI PROFIL PELAJAR PANCASILA : SEBUAH ARAH BARU PENDIDIKAN DALAM. 5(1).

Wijaya, E., & Tanjungpura, U. (2024). Problematika Pendidikan Karakter Siswa diIndonesia:PerspektifFilsafatPancasiladalamTransformasiKepribadian dan Sinergi Pendidikan. 1, 339–354.

Berita Terkait

Hubungan Parasosial di Era Digital
Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital
DAMPAK SMARTPHONE TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA
Dua Sisi Mata Uang Media Sosial: Lebih Bermanfaat atau Berbahaya?
Pernikahan Dini Langgar Hak Anak
Etika di Ruang Digital: Mengapa Sopan Santun di Media Sosial adalah Fondasi Karakter Bangsa
Lulus Tanpa Skripsi, Siapkah Mahasiswa? Pentingnya Bersikap Jeli Terhadap Kebijakan Baru 

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:19 WIB

Dukung Transformasi, Lapas Tebing Tinggi Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Secara Virtual

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:47 WIB

Rutan Tanjung Pura Serahkan Alat Kebersihan kepada 26 Warga Binaan Tamping untuk Wujudkan Lingkungan Bersih

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:40 WIB

Sidang TPP Integrasi Rutan Tanjung Pura Bahas Usulan Integrasi 10 Narapidana dan Tamping Luar Tembok

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:23 WIB

Komitmen Zero HALINAR, Lapas Narkotika Langkat Pastikan Perangkat Jammer Berfungsi Optimal

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:13 WIB

Dukung Reintegrasi Sosial, Rutan Labuhan Deli Buka Ruang Kolaborasi dengan Universitas Sari Mutiara Indonesia

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:44 WIB

Bapas Palangka Raya Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Secara Virtual

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:20 WIB

Audiensi Hangat Bapas Palangka Raya dengan Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:38 WIB

Lebih Dekat & Efektif: Pos Bapas Kapuas Mudahkan Klien Wajib Lapor & Konsultasi

Berita Terbaru

NASIONAL

Vavada online casino w Polsce – wypłaty

Kamis, 16 Jul 2026 - 05:03 WIB