TLii | KAKANWIL DITJEN IMIGRASI SUMUT
23/08/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI Medan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan Desa Binaan Imigrasi dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Ballroom JW Marriott Medan, Rabu (20/8), dengan melibatkan BP3MI Sumatera Utara, Polda Sumatera Utara, dan Kodam I/Bukit Barisan.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran PIMPASA dalam memberikan edukasi keimigrasian sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat dari berbagai potensi kerawanan, khususnya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana penempatan pekerja migran (TPPM).

Kepala BP3MI Sumatera Utara Kombes Pol. Budi Novijanto, S.H., menekankan pentingnya edukasi mengenai migrasi aman kepada masyarakat, terutama calon pekerja migran Indonesia. Menurutnya, pemahaman terhadap prosedur migrasi yang benar merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban TPPO maupun praktik penempatan pekerja migran secara ilegal.

“Edukasi migrasi aman harus terus diperkuat agar masyarakat memahami prosedur yang benar dan mampu mengenali berbagai modus yang dapat mengarah pada TPPO maupun TPPM,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Asisten Teritorial Kepala Staf Kodam I/BB Letkol Inf. Restu Petrus Simbolon, S.I.P., M.I.P., mengapresiasi keberadaan PIMPASA sebagai bagian dari penguatan pengawasan berbasis kewilayahan.
Ia menilai kemampuan komunikasi dan manajemen teritorial menjadi hal penting yang harus dimiliki PIMPASA. Kolaborasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga perlu diperkuat karena masyarakat memiliki peran penting sebagai mata dan telinga dalam menjaga keamanan serta mendeteksi berbagai potensi kerawanan di wilayah.
Senada dengan hal tersebut, Kasubdit Bhabinkamtibmas Dit Binmas Polda Sumatera Utara AKBP Dorma Purba menegaskan pentingnya koordinasi aktif antara PIMPASA dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di masing-masing desa.
Dengan dukungan 1.443 Bhabinkamtibmas yang tersebar di wilayah Sumatera Utara, sinergi tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
Kolaborasi dapat diwujudkan melalui penyuluhan hukum, penyelesaian persoalan secara nonlitigasi, hingga peningkatan kemampuan dalam mendeteksi dan menangani potensi konflik di tengah masyarakat.
Koordinator Fungsi Desa Binaan Imigrasi dan Petugas Imigrasi Pembina Desa Direktorat Intelijen Direktorat Jenderal Imigrasi, Iman Syafrizal, menjelaskan bahwa PIMPASA merupakan langkah preemtif Imigrasi untuk memperluas kehadiran hingga tingkat akar rumput.
Menurutnya, PIMPASA tidak hanya berperan dalam memberikan edukasi keimigrasian, tetapi juga mendorong pembangunan desa serta mempermudah akses masyarakat terhadap layanan keimigrasian.
“PIMPASA merupakan bentuk kehadiran Imigrasi di tengah masyarakat. Pola pengawasan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga diperkuat melalui langkah pencegahan dan edukasi sejak dini,” jelasnya.
Kegiatan yang dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab tersebut menegaskan komitmen Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan seluruh unsur kewilayahan.
Melalui sinergi antara PIMPASA, BP3MI, Polda Sumatera Utara, Kodam I/BB, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat, diharapkan potensi kerawanan keimigrasian maupun TPPO dapat dideteksi sejak dini dan ditangani secara terpadu.
Kehadiran PIMPASA di tengah masyarakat diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, meningkatkan kesadaran hukum, mendeteksi potensi kerawanan, serta memperkuat perlindungan masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto serta mendukung visi besar “Imigrasi untuk Rakyat” yang digaungkan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, Ungkapnya.
(***)


































