Kutacane — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) atau Pengulu Kute tahun 2026, Ketua Barisan Sepuluh Pemuda, Dahrinsyah, mengingatkan seluruh bakal calon pengulu dan tim pemenangan agar menjaga etika politik serta mengedepankan kompetisi yang sehat.
Dahrinsyah menyoroti munculnya isu di tengah masyarakat terkait dugaan adanya calon pengulu atau tim pemenangan yang membawa-bawa nama Bupati Aceh Tenggara, Salim Fahkry, untuk memperkuat peluang kemenangan dalam kontestasi tingkat desa. Bahkan, isu tersebut disebut-sebut telah mendapatkan dukungan dari kepala daerah.
“Kami mengingatkan agar hal seperti ini tidak berkembang menjadi klaim dukungan yang dapat menyesatkan masyarakat,” ujar Dahrinsyah, Sabtu (6/9/2026).
Ia meminta seluruh bakal calon pengulu yang akan bertarung di 116 desa agar berkompetisi secara sehat dengan mengedepankan kemampuan, visi, misi, serta rekam jejak masing-masing.
“Jangan membawa atau mencatut nama Bupati seolah-olah hal itu menjadi obat mujarab untuk memenangkan pemilihan,” tegasnya.
Menurut Dahrinsyah, kepala daerah merupakan pemimpin seluruh masyarakat Aceh Tenggara, sehingga tidak semestinya nama maupun jabatan kepala daerah digunakan sebagai alat untuk memperkuat kepentingan salah satu kandidat dalam pemilihan tingkat desa.
“Pilkades harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan pilihan berdasarkan apa yang telah diperbuat dan dilihat dari seorang calon. Pengulu yang terpilih harus benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen membangun desa, bukan sekadar mengejar jabatan semata,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga yang berdomisili di sekitar Kota Kutacane dan enggan disebutkan identitasnya menilai Pilkades 2026 akan menjadi pertarungan yang menarik.
“Pertarungan tahun 2026 akan sangat seru. Namun dari pengamatan saya, belum ada satu pun kandidat yang secara tegas menyampaikan program besar, misalnya komitmen memberantas narkotika jika terpilih menjadi pengulu,” ujarnya.
Dahrinsyah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemuda, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga Aceh Tenggara, untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.
Ia berharap Pilkades serentak 2026 dapat melahirkan para pengulu yang amanah, bekerja untuk kepentingan masyarakat, serta mampu membangun desa tanpa menciptakan kesenjangan antara pihak yang menang maupun kalah.
“Siapapun yang terpilih nantinya harus menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat desa,” pungkas Dahrinsyah.
(Mamas Beroeh)




































