TIMELINES iNEWS | ACEH SELATAN — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Selatan mendorong pemerintah kabupaten menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak Jumat, 30 Oktober 2026.
Penetapan tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan bencana sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.
Merespons kondisi tersebut, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Aceh Selatan bergerak melakukan pelayanan kemanusiaan atas arahan Kepala Dinas Sosial Aceh Selatan, Eja Rinanda Irma, melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Ismail Ali Raja Lubis.
Langkah penanganan meliputi pendirian tenda pengungsian di lokasi yang aman, nyaman, dan mudah diakses, pendataan kebutuhan dasar pengungsi, serta pengoperasian dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak.
Ketua Forum Koordinasi (FK) Tagana Aceh Selatan, Muhammad Adam, mengatakan banjir berdampak pada sejumlah wilayah, di antaranya kawasan Trumon Raya, Desa Lhok Raya, Cot Bayu, Padang Harapan, dan Titi Poben.
Sementara itu, warga Desa Lhok Raya yang terdampak banjir telah mengungsi ke lokasi Kompi Brimob. Untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi, dapur umum Tagana mulai beroperasi sejak Kamis, 29 Oktober 2026, di lokasi pengungsian tersebut.

Operasional dapur umum dikoordinasikan oleh Darkiman selaku koordinator lapangan. Pelaksanaannya didukung sejumlah personel, yakni Asrullah, Sukri, Rahi Mesra, Erdiman, Gea Maulida Putri, Alhasani, Agus Saputra, M. Amin, serta anggota Tagana lainnya.
Dalam pelayanan tersebut, Tagana mengerahkan lima personel pada setiap sif guna memastikan proses pengolahan dan penyediaan makanan bagi pengungsi berlangsung secara berkelanjutan.
Penetapan status tanggap darurat selama 14 hari diharapkan memperkuat koordinasi pemerintah daerah bersama unsur penanggulangan bencana, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat dalam mempercepat penanganan dampak banjir.
Selain pelayanan dapur umum, upaya penanganan darurat juga difokuskan pada pendataan warga terdampak, pemantauan kondisi wilayah, serta pemenuhan dan penyaluran bantuan logistik.
Masyarakat yang bermukim di kawasan rawan banjir diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, terutama apabila hujan berintensitas tinggi kembali mengguyur wilayah Aceh Selatan.
Tagana Aceh Selatan terus mengoptimalkan pelayanan kemanusiaan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. *[]

































