Simpang Mamplam Bireuen — Suasana haru dan kepedihan menyelimuti sejumlah keluarga di Kecamatan Simpang Mamplam, setelah puluhan anak dari jenjang TK dan SD mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi bakso yang menjadi bagian dari paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kemarin sore ,Karena sedang menjalankan ibadah puasa, anak-anak tidak mengikuti kegiatan sekolah. Mereka hanya diwajibkan mengambil paket MBG sore hari untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.
Namun suasana berbuka yang seharusnya hangat berubah menjadi kepanikan, ketika tidak lama setelah makan bakso tersebut, sejumlah anak mulai muntah, mengeluh pusing, sakit perut, dan lemas.
Orang tua yang awalnya menyaksikan momen berbuka puasa bersama keluarga, mendadak harus panik ketika anak-anak mengalami gejala yang sama satu per satu. Mereka segera membawa anak-anak ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. Ruang perawatan dipenuhi tangisan, kepanikan, dan kecemasan orang tua yang menunggu anak mereka ditangani.
“Tadi anak saya berbuka dengan senang sekali karena dapat bakso MBG. Tak lama kemudian dia muntah dan mengerang sambil memegang perutnya. Saya benar-benar takut.” ujar seorang ibu yang mendampingi anaknya di ruang rawat.
Seorang ayah lainnya mengatakan dengan mata berkaca-kaca,
“Kami rakyat kecil hanya ingin anak kami makan dengan aman. Program ini membantu kami, tapi melihat anak kami lemas seperti ini… kami tidak tahu harus berkata apa.”
Sementara itu, sejumlah anak masih harus menjalani perawatan dan observasi. Beberapa terlihat lemah, terbaring sambil digenggam erat tangan orang tuanya yang tak mampu menutupi kesedihan.
Para orang tua menyampaikan bahwa mereka mendukung penuh program MBG yang telah membantu banyak keluarga, terutama di masa sulit. Namun mereka berharap suara hati mereka didengar—bahwa keamanan makanan untuk anak-anak adalah hal yang tidak dapat dinegosiasi.
“Kami tidak meminta banyak. Kami hanya ingin anak kami sehat. Kami ingin makanan yang diberikan benar-benar aman. Tolong lihat keadaan kami hari ini, lihat anak-anak kami yang seharusnya tertawa setelah berbuka, bukan menangis kesakitan.” ujar salah satu orang tua dengan suara lirih.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah anak masih dirawat dan kondisi mereka terus dipantau tenaga kesehatan. Warga berharap kejadian ini menjadi perhatian mendalam bagi semua pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan bagi anak-anak.
Suara hati masyarakat Simpang Mamplam hari ini sama:
“Kami hanya ingin anak-anak kami terlindungi.”
#suarahatirakyatkecil



























