TLii|Aceh|Lhokseumawe – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe akan menggelar Pekan Akselerasi dan Sinergi Ekonomi Syariah Festival (PASE Fest) 2026 pada 7–8 Maret 2026 di Kota Lhokseumawe sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi daerah di momentum bulan suci Ramadhan.
Rencana pelaksanaan kegiatan tersebut disampaikan dalam temu media bersama wartawan lokal yang digelar KPwBI Lhokseumawe, Rabu (5/3/2026).
PASE Fest 2026 merupakan bagian dari Strategic Regional Program (SRP) Bank Indonesia tahun 2026 yang bertujuan memperkuat akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sekaligus mendukung pemulihan ekonomi pascabencana secara inklusif dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Bank Indonesia menyebutkan bahwa dampak banjir bandang di sejumlah wilayah tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga memperlambat aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pemulihan ekonomi perlu dilakukan melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menjaga stabilitas harga, memperluas digitalisasi transaksi, serta meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah.
PASE Fest 2026 mengusung tema “Ramadhan: Momentum Bangkit Bersama dalam Bingkai Ekonomi Syariah.” Kegiatan ini akan dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe dengan puncak acara dipusatkan di Kota Lhokseumawe.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Indonesia menghadirkan berbagai program, di antaranya bazar UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan omzet pelaku usaha sekaligus memperluas akses pasar. Pengunjung juga berkesempatan mendapatkan kupon diskon bazar bagi 500 pendaftar pertama dengan pembayaran QRIS Rp1 saat registrasi.
Selain bazar UMKM, PASE Fest juga diramaikan dengan berbagai perlombaan edukatif, seperti Olimpiade Ekonomi Syariah, dakwah ekonomi syariah, lomba mewarnai, hafalan surat pendek, adzan, dai cilik, pembuatan konten reels hingga pelatihan tajhiz mayit.
Bank Indonesia juga menggelar edukasi dan sosialisasi program, meliputi penggunaan QRIS, kampanye inflasi dan belanja bijak, Perlindungan Konsumen (PEKA), serta program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP).
Untuk menjaga ketersediaan uang selama Ramadhan, Bank Indonesia juga membuka layanan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini turut menghadirkan pasar murah guna menjaga daya beli masyarakat serta mendukung pengendalian inflasi dan stabilitas pasokan pangan di daerah.
PASE Fest 2026 juga menghadirkan booth perbankan guna memperluas inklusi keuangan serta memperkenalkan berbagai layanan perbankan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut terintegrasi dengan program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026, yang menghadirkan layanan penukaran uang di 10 kabupaten/kota dengan total 280 titik layanan.
KPwBI Lhokseumawe menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp2,3 triliun, meningkat sekitar 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara paket penukaran uang ditetapkan sebesar Rp5,3 juta per penukar, atau naik sekitar 23 persen dibandingkan tahun 2025.
Selain kegiatan utama di Lhokseumawe, rangkaian event pendukung PASE Fest 2026 juga akan dilaksanakan pada 10 Maret 2026 di Kabupaten Aceh Timur, 11 Maret 2026 di Kabupaten Aceh Tamiang, serta 12 Maret 2026 di Kabupaten Aceh Utara.
Melalui kolaborasi antara otoritas, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kebangkitan ekonomi daerah, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Aceh.

































