Desil yang meresahkan sekaligus membingungkan masyarakat

SAFRIZAL,S.Pd,CPLA

- Redaksi

Selasa, 21 April 2026 - 18:03 WIB

50357 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur — Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur dari Fraksi Partai NasDem, Johar Fahlani, mendesak Pemerintah Aceh, jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, serta BPJS Kesehatan untuk segera mengevaluasi kebijakan pengelolaan iuran kesehatan masyarakat.

Desakan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya keresahan masyarakat terkait penetapan desil atau pengelompokan tingkat kesejahteraan yang dinilai tidak akurat.

Kondisi itu disebut berdampak langsung terhadap status kepesertaan jaminan kesehatan warga kurang mampu, khususnya penerima bantuan iuran.

Menurut Johar, saat ini banyak masyarakat miskin di Aceh Timur yang merasa khawatir kehilangan akses layanan kesehatan akibat perubahan data desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Ia menilai, ketidaksesuaian data dengan kondisi riil di lapangan berpotensi menimbulkan ketidakadilan sosial dan menghambat hak dasar masyarakat atas pelayanan kesehatan.

“Pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, serta BPJS Kesehatan harus mengutamakan kepentingan rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jangan sampai karena persoalan administrasi atau perubahan status desil yang tidak akurat, hak warga miskin untuk mendapatkan layanan kesehatan justru terhambat,” ujar Johar, Minggu (19/04).

Sebagai unsur pimpinan Komisi IV yang membidangi sektor kesehatan dan kesejahteraan rakyat, Johar menegaskan bahwa persoalan validitas data penerima bantuan harus menjadi perhatian serius.

Ia mengingatkan bahwa kebijakan berbasis data wajib memenuhi prinsip akurasi, transparansi, dan akuntabilitas agar tidak merugikan kelompok rentan.


Selain menyoroti persoalan pendataan, Johar juga meminta seluruh rumah sakit dan puskesmas di wilayah Aceh Timur agar tidak bersikap kaku dalam memberikan pelayanan kepada pasien dari keluarga prasejahtera.

Menurutnya, fasilitas kesehatan harus mengedepankan tindakan medis dan keselamatan pasien, tanpa membebani masyarakat dengan prosedur administrasi yang berbelit-belit.

Ia juga mendorong instansi terkait segera melakukan validasi ulang data masyarakat agar tidak ada warga miskin yang menjadi korban salah sasaran akibat perubahan kategori desil.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bantuan iuran jaminan kesehatan tepat sasaran dan sesuai kondisi ekonomi masyarakat saat ini.


Di samping itu, Johar meminta kejelasan mengenai skema pengelolaan iuran kesehatan masyarakat, termasuk isu pemotongan maupun penghapusan kepesertaan yang belakangan menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemerintah harus memberikan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.

“Kesehatan adalah hak dasar warga negara. Kami di DPRK Aceh Timur tidak akan tinggal diam melihat masyarakat resah hanya untuk mendapatkan layanan berobat.

Kami minta pemerintah hadir memberikan jaminan, bukan malah membebani masyarakat dengan ketidakpastian data,” tegas politisi Partai NasDem itu.


Johar memastikan Fraksi NasDem di DPRK Aceh Timur akan terus mengawal persoalan tersebut hingga lahir solusi konkret yang berpihak kepada masyarakat, khususnya warga miskin yang sangat bergantung pada program jaminan kesehatan pemerintah.

 

#partainasdemberanibersuara

#acehtimur

#garang-garang-garang

 

Berita Terkait

Sambut Hari Bakti Kemenimipas ke-2, Lapas Lhoksukon Turun Tangan Bersihkan Lingkungan Kantor
PAG Rangkul Ratusan Wartawan Lhokseumawe dan Aceh Utara, Perkuat Kemitraan dengan Media
*Sentuhan Humanis Polri! Kapolres Pidie Jaya Berbagi Rezeki di Jumat Berkah*
Cegah Kecelakaan di Jalan, Kapolres Pidie Jaya Turun Langsung Edukasi Pengemudi dan Bagikan Brosur Keselamatan*
Kapolres Pidie Jaya Pimpin Binrohtal Yasinan Personel, Doakan Aceh Aman dan Tentram*
Pemulihan Belum Tuntas, Bupati Pidie Jaya Desak Percepatan Infrastruktur dan Penyelesaian Jembatan Pascabencana
*Wagub Aceh Bersama Kapolda Jenguk Korban Insiden Bendera di Pidie, Dengarkan Aspirasi Keluarga*
Polres Langsa Musnahkan 243,90 Gram Sabu, Diperkirakan Selamatkan 1.951 Jiwa

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:31 WIB

Cegah Kecelakaan di Jalan, Kapolres Pidie Jaya Turun Langsung Edukasi Pengemudi dan Bagikan Brosur Keselamatan*

Kamis, 5 November 2026 - 21:35 WIB

Kapolres Pidie Jaya Pimpin Binrohtal Yasinan Personel, Doakan Aceh Aman dan Tentram*

Kamis, 5 November 2026 - 21:28 WIB

Pemulihan Belum Tuntas, Bupati Pidie Jaya Desak Percepatan Infrastruktur dan Penyelesaian Jembatan Pascabencana

Rabu, 4 November 2026 - 09:25 WIB

Bupati Pidie Jaya Kunci Arah Pemulihan Pascabanjir, Dua Hari Pendalaman Disiapkan untuk Merumuskan Langkah Strategis

Selasa, 3 November 2026 - 23:09 WIB

Banjir Berulang Jadi Perhatian, Bupati Pidie Jaya Dorong Penanganan Sungai Ulim Tuntas 2026

Minggu, 1 November 2026 - 23:52 WIB

Banjir Rendam Lima Kecamatan di Pidie Jaya, Warga Bersihkan Rumah, KSB Salurkan Bantuan Nasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Gema Maulid Menggetarkan Pidie Jaya, Bupati Rangkul Aspirasi Warga dan Pacu Kebangkitan Tanah Japakeh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Bupati Pidie Jaya Minta OPD Jangan Tunggu Masalah Hukum, Kedepankan Konsultasi dan Pencegahan

Berita Terbaru