TLii | SUMUT | RUTAN KLS IIB TANJUNG
14/03/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI Tanjung Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan melalui program pembinaan kemandirian.

Hal tersebut diwujudkan melalui kunjungan koordinasi dan sinergi yang dilakukan Kepala Rutan Tanjung, Raymon Andika Girsang, dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong, Hady Ismanto, Rabu (13/05/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka membahas rencana pelaksanaan pelatihan keterampilan lanjutan bagi warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan di Rutan Tanjung.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari program pelatihan sebelumnya yang telah dilaksanakan bersama Disnaker Kabupaten Tabalong, yakni pelatihan pembuatan frozen food berupa sempol, dimsum, dan pentol bagi warga binaan. Program tersebut dinilai berhasil meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan produktivitas warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana pengembangan program pembinaan melalui pelatihan kerajinan tangan dan barista. Program ini diharapkan mampu memberikan keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan dan peluang usaha di masyarakat.
Kepala Disnaker Kabupaten Tabalong, Hady Ismanto, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Rutan Tanjung dalam memberikan pembinaan keterampilan kepada warga binaan.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen Rutan Tanjung dalam memberikan pembinaan keterampilan kepada warga binaan.
Program seperti pelatihan frozen food dan rencana pelatihan kerajinan tangan serta barista ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan kompetensi dan kemandirian warga binaan, sehingga nantinya mereka memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja maupun berwirausaha setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Tanjung, Raymon Andika Girsang, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.
“Program pembinaan kemandirian tidak hanya bertujuan mengisi kegiatan warga binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat dan memiliki nilai produktif. Setelah pelatihan pembuatan frozen food berupa pentol, sempol, dan dimsum, kami berharap pelatihan kerajinan tangan dan barista nantinya juga dapat memberikan peluang dan motivasi baru bagi warga binaan untuk lebih siap mandiri setelah bebas,” ungkapnya.
Melalui koordinasi dan sinergi yang terus terjalin antara Rutan Tanjung dan Disnaker Kabupaten Tabalong, diharapkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan dapat terus berkembang secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan kesiapan warga binaan untuk kembali beradaptasi dan berkontribusi positif di tengah masyarakat, Terangnya.
(***)

























