TLii..JAKARTA — Pelantikan Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) berlangsung khidmat dan penuh semangat perjuangan pada Rabu, 20 Mei 2026 di Graha Pengayoman Kementerian Hukum Republik Indonesia. Momentum ini menjadi titik kebangkitan mahasiswa hukum Indonesia dalam merawat nilai konstitusi, memperkuat supremasi hukum, dan menjawab tantangan global di tengah dinamika nasional.
Ketua Umum DPN PERMAHI, Azhar Siddiq menegaskan bahwa PERMAHI harus menjadi episentrum kepemimpinan hukum Indonesia dalam membangun generasi jurist progresif yang berintegritas dan berpihak kepada rakyat.
“PERMAHI hadir dari Sabang sampai Merauke. Sebagai kader hukum, kita harus aktif memberikan ide dan gagasan konstruktif demi kemajuan hukum Indonesia. Kita siap mengawal berbagai persoalan bangsa, termasuk maraknya tambang ilegal, ketimpangan hukum, hingga persoalan masyarakat termarginalkan,” tegas Azhar di hadapan kader dan alumni PERMAHI dari seluruh Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa PERMAHI tidak akan tinggal diam ketika aspirasi rakyat tidak didengar.
“Jika aspirasi rakyat diabaikan, maka PERMAHI siap turun ke jalan. Kami hadir untuk mengadvokasi rakyat miskin kota, masyarakat termarginalkan, melakukan edukasi hukum, membangun masyarakat taat hukum, serta menghadirkan kajian-kajian strategis yang konkret dan efektif,” lanjutnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri tokoh nasional, akademisi, alumni, serta kader PERMAHI dari berbagai daerah. Dalam kesempatan itu, Firman Jaya Daeli menekankan pentingnya peran mahasiswa hukum dalam menjaga stabilitas nasional dan nilai konstitusi di tengah tantangan geopolitik global.
“PERMAHI harus menjadi mahasiswa hukum yang berdampak dan mampu menjawab tantangan zaman. Negara hukum bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi bagaimana melahirkan keadilan serta menjaga check and balance trias politika agar negara tetap kuat,” ujar Firman.
Menurutnya, seluruh institusi negara harus hadir secara kuat dan tegas dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
“Siapapun presiden, menteri, maupun lembaga negara harus tunduk pada hukum. Konstitusi harus menjadi panglima,” katanya disambut tepuk tangan kader PERMAHI.
Pelantikan DPN PERMAHI 2026 menjadi simbol konsolidasi besar mahasiswa hukum Indonesia dalam menyiapkan kader-kader kepemimpinan masa depan yang kritis, progresif, dan berpihak pada keadilan sosial. Dengan semangat transformasi dan keberanian moral, PERMAHI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah rakyat serta menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah hukum Indonesia.


























