TLii|Aceh|Aceh Utara – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus menggenjot peningkatan kualitas pendidikan nonformal. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), sebanyak 100 peserta bersama 15 pengawas dan penilik PAUD serta PKBM digembleng dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), Persiapan Akreditasi, dan Rapor Pendidikan yang berlangsung di Aula Lantai III Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, 15–18 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu menjadi langkah konkret Disdikbud Aceh Utara dalam memperkuat kapasitas pengelola lembaga pendidikan nonformal agar mampu menjawab tuntutan peningkatan mutu pendidikan yang semakin kompetitif.
Narasumber utama, Prof. Dr. Zulfikar Ali Buto Siregar, M.A., menekankan bahwa penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) tidak boleh dipandang sebagai sekadar pemenuhan dokumen administrasi, melainkan fondasi utama dalam menentukan arah dan kualitas proses pembelajaran di PKBM.
“Penyusunan KSP harus mampu menjawab kebutuhan peserta didik dan kondisi riil di lapangan. Kurikulum yang baik akan melahirkan pembelajaran yang terukur, kontekstual, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan,” ujar Zulfikar di hadapan peserta.
Selain membahas penyusunan kurikulum, peserta juga dibekali strategi menghadapi akreditasi lembaga dan teknik membaca serta menganalisis rapor pendidikan sebagai instrumen evaluasi mutu pendidikan.
Menurut Zulfikar, akreditasi bukanlah tujuan akhir yang hanya dikejar saat penilaian berlangsung, melainkan bagian dari proses berkelanjutan dalam membangun budaya mutu di setiap lembaga pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Dr (Cand) Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan harus dimulai dari penguatan kapasitas pengelola dan tenaga pendidik.
“Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan setiap pengelola PAUD dan PKBM memiliki kemampuan yang memadai dalam menyusun kurikulum, mempersiapkan akreditasi, serta memanfaatkan rapor pendidikan sebagai dasar perbaikan mutu layanan pendidikan,” kata Jamaluddin.
Ia menambahkan, pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap pengembangan pendidikan nonformal karena sektor tersebut memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang tidak terjangkau jalur pendidikan formal.
Jamaluddin berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh dan menerapkannya di lembaga masing-masing, sehingga kualitas PAUD dan PKBM di Aceh Utara terus meningkat dan mampu bersaing secara nasional.
Bimtek ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pendidikan nonformal di Aceh Utara, sekaligus mendorong lahirnya lembaga-lembaga pendidikan yang lebih profesional, terakreditasi, dan berorientasi pada mutu layanan bagi masyarakat.



























