TLii|Pantan Nangka, Linge, Aceh Tengah — Suasana keakraban dan kekeluargaan mewarnai kegiatan orientasi pengenalan atau malam akrab antara masyarakat Kampung Pantan Nangka, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, dengan peserta Praktik Kuliah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PKPPM) Gelombang II IAIN Takengon.
Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi peserta PKPPM untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat, aparatur kampung, pemuda-pemudi, serta kondisi sosial dan budaya masyarakat Kampung Pantan Nangka.
Kampung Pantan Nangka sendiri terdiri atas 5 dusun dengan sekitar 270 kepala keluarga dan 780 jiwa, yang terdiri dari masyarakat laki-laki dan perempuan dengan latar belakang yang beragam, di antaranya masyarakat Suku Gayo, Jawa, dan Sunda. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat umumnya bekerja sebagai petani kopi, peternak, serta penderes atau pengambil getah.
Kegiatan temu ramah tersebut dihadiri oleh Reje Kampung Pantan Nangka Sadirman, unsur aparatur kampung, RGM, Mukim, para kepala dusun, tokoh masyarakat, serta pemuda-pemudi Kampung Pantan Nangka.
Sambutan Reje Kampung Pantan Nangka
Dalam sambutannya, Reje Kampung Pantan Nangka, Sadirman, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta PKPPM Gelombang II IAIN Takengon.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melaksanakan tugas akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai kehidupan masyarakat.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa PKPPM Gelombang II IAIN Takengon di Kampung Pantan Nangka. Anggaplah kampung ini sebagai rumah dan masyarakat sebagai keluarga. Selama berada di sini, kami berharap adik-adik dapat berbaur, menjaga komunikasi, serta ikut merasakan kehidupan masyarakat.”
Sadirman juga berharap keberadaan peserta PKPPM dapat memberikan kontribusi positif bagi kampung, terutama melalui program-program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Ia berpesan agar mahasiswa tetap menjaga nama baik almamater serta menunjukkan sikap sebagai insan yang berpendidikan.
“Kalian datang membawa nama kampus dan pendidikan. Karena itu, tunjukkan bahwa kalian adalah orang-orang yang berpendidikan, baik dalam perkataan, sikap maupun perbuatan. Jaga sopan santun dan hubungan baik dengan masyarakat.”
Mukim Tekankan Adat, Syariat dan Karakter Pemuda
Sementara itu, Hasan Basri selaku Mukim/Imem Kampung menyampaikan sejumlah nasihat kepada para peserta PKPPM, khususnya mengenai pentingnya memahami adat dan istiadat masyarakat Gayo selama berada di tengah masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa yang melaksanakan pengabdian perlu memahami nilai-nilai lokal agar dapat berinteraksi dengan masyarakat secara baik dan harmonis.
“Selama berada di sini, pelajarilah adat istiadat yang berlaku di tengah masyarakat. Kalian tidak hanya datang untuk menjalankan program, tetapi juga untuk belajar bagaimana hidup bersama masyarakat.”
Ia turut mengingatkan peserta untuk menjaga sikap dan pergaulan, terutama sebagai pemuda dan pemudi yang menjadi bagian dari generasi penerus bangsa.
Nilai-nilai sumang sebagai bagian dari adat dan etika masyarakat Gayo juga menjadi salah satu hal yang ditekankan. Menurutnya, pemahaman terhadap norma dan tata krama lokal merupakan bagian penting dalam membangun hubungan dengan masyarakat.
Selain adat, Hasan Basri juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai agama, melaksanakan ibadah, serta turut menjaga penegakan syariat Islam dan semangat kebangsaan.
“Jagalah agama, ibadah dan shalat. Di mana pun kita berada, kita tetap bagian dari masyarakat dan bangsa Indonesia. Karena itu, mari kita jaga adat, agama, persatuan dan semangat NKRI.”
Kepala Dusun Dorong Sinergi Program dengan Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dusun Arjuna Evendi dan Kisra turut memberikan sambutan kepada peserta PKPPM.
Keduanya menekankan pentingnya komunikasi dan penyelarasan antara program mahasiswa dengan kebutuhan serta kondisi masyarakat kampung.
Menurut mereka, setiap program yang akan dilaksanakan hendaknya terlebih dahulu dikomunikasikan dengan aparatur kampung dan masyarakat agar dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata.
“Kami berharap program yang dibawa oleh mahasiswa dapat diselaraskan dengan visi, misi dan program pemerintah daerah maupun kebutuhan masyarakat kampung. Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan aparatur kampung apabila membutuhkan bantuan ataupun informasi.”
Selain itu, para kepala dusun juga kembali mengingatkan peserta agar menjaga sikap selama menjalankan pengabdian.
“Kalian datang sebagai mahasiswa, sebagai orang yang berpendidikan. Karena itu, pendidikan bukan hanya terlihat dari ilmu yang dimiliki, tetapi juga dari bagaimana kita bersikap, berbicara dan menghargai orang lain.”
Ketua Pemuda: Jadikan Kampung sebagai Rumah Bersama
Ketua Pemuda Kampung Pantan Nangka, Erwin Rahmadi, menyampaikan bahwa pemuda-pemudi kampung siap menjadi bagian dari keluarga besar peserta PKPPM selama menjalankan kegiatan pengabdian.
Ia mengajak mahasiswa untuk tidak merasa sungkan dalam berinteraksi dengan pemuda maupun masyarakat.
“Kami dari pemuda Kampung Pantan Nangka mengucapkan selamat datang. Jangan menganggap diri kalian sebagai orang luar. Selama berada di sini, mari kita berbaur, saling mengenal dan bekerja sama.”
Erwin berharap hubungan yang terbangun selama kegiatan PKPPM tidak berhenti setelah program berakhir, tetapi dapat menjadi awal dari silaturahmi dan kerja sama yang berkelanjutan.
“Mudah-mudahan kehadiran adik-adik di sini membawa pengalaman dan kenangan yang baik. Begitu juga kami berharap bisa belajar dari adik-adik mahasiswa.”
Ketua Kelompok PKPPM Sampaikan Terima Kasih
Sementara itu, Afdhal Rizky selaku Ketua Kelompok PKPPM Gelombang II Desa Pantan Nangka menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh masyarakat dan aparatur Kampung Pantan Nangka.
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan malam akrab tersebut menjadi kesempatan penting bagi peserta untuk memperkenalkan diri sekaligus memahami lingkungan tempat mereka melaksanakan pengabdian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Reje, aparatur kampung, Bapak Mukim, para kepala dusun, RGM, tokoh masyarakat serta seluruh pemuda-pemudi Kampung Pantan Nangka yang telah menerima kami dengan sangat baik.”
Afdhal juga menyampaikan komitmen kelompoknya untuk menjaga nama baik IAIN Takengon dan berupaya menjalankan program PKPPM dengan penuh tanggung jawab.
“Kami berharap selama berada di Pantan Nangka, kami dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat. Kami juga memohon bimbingan, arahan dan dukungan dari masyarakat agar seluruh program yang kami jalankan dapat memberikan manfaat.”
Membangun Keakraban dan Sinergi
Kegiatan malam akrab tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda seremonial penyambutan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi ruang untuk saling mengenal, membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, sekaligus menyamakan persepsi antara mahasiswa PKPPM dengan masyarakat Kampung Pantan Nangka.
Pengenalan dilakukan terhadap aparatur kampung, RGM, unsur Mukim, kepala dusun, pemuda-pemudi, serta peserta PKPPM. Mahasiswa juga mendapatkan gambaran awal mengenai kehidupan sosial, budaya, mata pencaharian dan karakter masyarakat setempat.
Dengan adanya komunikasi sejak awal, diharapkan pelaksanaan PKPPM Gelombang II IAIN Takengon di Kampung Pantan Nangka dapat berjalan secara kolaboratif, dengan mengedepankan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, nilai agama, adat istiadat Gayo, serta semangat gotong royong.
Kegiatan kemudian ditutup dengan suasana penuh keakraban antara mahasiswa dan masyarakat, menandai dimulainya perjalanan pengabdian peserta PKPPM Gelombang II IAIN Takengon di Kampung Pantan Nangka, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.




































