Pemuda Peneliti Lingkungan Jadi Garda Awal Komunikasi di Tengah Bencana Banjir Aceh Tengah

SAMSUL EDI, S.HUT., M.Kv

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 23:17 WIB

50166 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLII>>ACEH TENGAH – Di tengah gelombang banjir bandang yang melanda sebagian besar wilayah Aceh Tengah pada 26 November 2025, muncul satu sosok yang diam-diam menjadi penyambung informasi dari daerah terisolir. Dia adalah Edy, pemuda asal Lhokseumawe yang sehari-hari berprofesi sebagai Peneliti Ilmu Lingkungan.

Pemuda Peneliti Lingkungan Jadi Garda Awal Komunikasi di Tengah Bencana Banjir Aceh Tengah

Edy awalnya berada di kawasan Blangkejeren, Aceh Tenggara, hingga Aceh Tengah dalam rangka Tour Kegiatan Akhir Tahun usai melakukan penelitian di wilayah pegunungan Leuser. Rencananya, ia akan kembali ke Banda Aceh keesokan harinya. Namun rencana itu berubah total ketika bencana datang tiba-tiba.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Air tiba-tiba datang menghantam. Arusnya deras, besar, dan langsung menyapu jalanan serta pemukiman,” ujar Edy dalam laporannya.

 

Beruntung, berkat naluri bertahan hidup dan disiplin peralatan yang selalu ia bawa di dalam ransel hitam kesayangannya, Edy berhasil menyelamatkan diri. Di dalam ransel itu, ia selalu membawa perlengkapan darurat: satellite phone, solar charger, radio HT VHF/UHF, senter, serta bekal makanan untuk tiga hari.

Peralatan itu yang kemudian mengubah posisinya: dari seorang peneliti menjadi garda komunikasi pertama dari wilayah yang terputus total. Ia mulai mengirimkan informasi kondisi lapangan ke rekan-rekannya di luar daerah. Informasi itu menjadi sangat vital bagi relawan, komunitas peduli bencana, serta jejaring teman Edy di berbagai kota, termasuk Jakarta.

 

Melihat situasi darurat dan minimnya akses bantuan, teman-teman Edy mulai menyalurkan dukungan. Mereka mempercayakan Edy untuk menjadi jembatan awal penyaluran bantuan, meskipun dengan segala keterbatasan.

Pemuda Peneliti Lingkungan Jadi Garda Awal Komunikasi di Tengah Bencana Banjir Aceh Tengah

“Sedikit demi sedikit, ada yang mengirim dukungan. Saya belikan sembako—apa saja yang masih bisa ditemukan. Lalu saya bagikan ke warga terdampak,” terang Edy.

 

Di tengah kondisi Aceh Tengah yang mulai kehabisan stok kebutuhan pokok akibat rusaknya akses dan jalur logistik, Edy terus bergerak. Ia menggunakan sisa persediaan logistik pribadinya dan bantuan yang masuk untuk menjangkau masyarakat Takengon dan sekitarnya.

 

Distribusi terus berjalan, meski menantang. Edy tetap mengutamakan kawasan yang belum tersentuh bantuan.

Aksinya yang bermula dari niat bertahan hidup kini berkembang menjadi gerakan kecil namun berarti. Dalam situasi ketika jaringan komunikasi lumpuh dan akses darat terputus, satu perangkat satelit dan satu tekad kuat mampu menerobos keterisolasian.

 

Di balik bencana dan kepanikan, kisah Edy menghadirkan harapan—bahwa di tengah keterbatasan, kepedulian seorang manusia dapat menjadi cahaya pertama bagi banyak orang.

Berita Terkait

AKBP Tendri Wardi Resmi Jabat Kapolres Pidie Jaya, Gantikan AKBP Ahmad Faisal Pasaribu
*Sat Samapta Polres Pidie Jaya Gelar Patroli Perintis Presisi, Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif*
Dukung Penguatan Tata Kelola, Rutan Tanjung Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Kemenimipas
Rutan Kelas IIB Tanjung Raih Apresiasi Kanwil Ditjenpas Kalsel atas Kinerja Pemutakhiran Data
Tanamkan Nilai Integritas: Karutan Labuhan Deli Beri Pembekalan ke Generasi Penerus Pemasyarakatan
Wali Kota Langsa Nobar Piala Dunia Inggris vs Argentina Bersama Masyarakat di Videotron 
Dukung Transformasi, Lapas Tebing Tinggi Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Secara Virtual
Rutan Tanjung Pura Serahkan Alat Kebersihan kepada 26 Warga Binaan Tamping untuk Wujudkan Lingkungan Bersih
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Hubungan Parasosial di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:43 WIB

Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:14 WIB

DAMPAK SMARTPHONE TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:05 WIB

Dua Sisi Mata Uang Media Sosial: Lebih Bermanfaat atau Berbahaya?

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:56 WIB

Pernikahan Dini Langgar Hak Anak

Berita Terbaru