TLii | SUMUT | BAPAS KLS 1 MEDAN
08/09/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung proses reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Bapas Kelas I Medan, Kriston Napitupulu, bersama jajaran. FGD menjadi momentum strategis untuk membangun pemahaman bersama sekaligus merumuskan pola kolaborasi dalam penyelenggaraan layanan bimbingan integrasi bagi Klien Pemasyarakatan.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan, Ceno Hersusetiokartiko, menyampaikan konsep Kelayan Binter sebagai wadah kolaborasi yang menghubungkan kebutuhan Klien Pemasyarakatan dengan berbagai sumber daya dan layanan yang tersedia di masyarakat.
“Kelayan Binter bukan sekadar forum, struktur, ataupun kegiatan seremonial. Kelayan Binter merupakan wadah kolaborasi yang menghubungkan kebutuhan Klien Pemasyarakatan dengan sumber daya dan layanan yang tersedia di masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bapas memiliki peran sebagai pemrakarsa kolaborasi dengan menghubungkan berbagai stakeholder, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Pokmas Lipas/Griya Abhipraya, pemerintah desa atau kelurahan, dunia usaha, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk memastikan kebutuhan Klien Pemasyarakatan dapat ditangani secara terpadu, dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat.
FGD turut membahas model kerja Kelayan Binter yang mencakup sejumlah tahapan, mulai dari identifikasi, asesmen, pemetaan, rujukan, intervensi, pendampingan, hingga monitoring dan evaluasi. Tahapan tersebut diharapkan mampu menciptakan layanan yang lebih terarah, efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui pembentukan Kelayan Binter, Bapas Kelas I Medan berkomitmen untuk terus memperkuat jejaring layanan bersama seluruh stakeholder.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya reintegrasi sosial yang berkelanjutan, meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap Klien Pemasyarakatan, sekaligus mengurangi stigma dan diskriminasi.
Dengan sinergi yang semakin kuat, Bapas Kelas I Medan optimistis proses pembimbingan dan reintegrasi sosial dapat berjalan secara optimal serta mampu mendorong Klien Pemasyarakatan untuk kembali berperan secara positif dan mandiri di tengah masyarakat, Pungkasnya.
(***)


































