TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT
24/10/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan, 24 Oktober 2026 Di balik kelancaran dan keselamatan perjalanan kereta api yang setiap hari melayani masyarakat di Sumatera Utara, terdapat peran penting Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) yang menyusuri lintasan rel dengan berjalan kaki. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi prasarana tetap andal dan mendukung keselamatan operasional kereta api.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan bahwa keandalan prasarana jalan rel merupakan fondasi utama dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

“Pemeriksaan jalur merupakan bagian penting dari upaya menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api. Melalui pemeriksaan langsung di lapangan, petugas dapat memantau kondisi prasarana serta melaporkan apabila ditemukan hal-hal yang membutuhkan penanganan lebih lanjut,” ujar Anwar.
Ia menjelaskan, KAI Divre I Sumatera Utara secara konsisten melaksanakan pemantauan dan perawatan prasarana sesuai ketentuan. Pemeriksaan jalur menjadi bagian dari rangkaian upaya tersebut, mulai dari pelaporan temuan, evaluasi kondisi prasarana, hingga tindak lanjut oleh unit terkait.
Salah satu kegiatan pemeriksaan rutin dengan berjalan kaki dilaksanakan pada lintas Medan–Bandar Khalipah sepanjang 9,6 kilometer. Pemeriksaan dilakukan setiap hari mulai pukul 06.00 WIB dengan melibatkan tiga petugas PPJ yang masing-masing memiliki area tugas berbeda.
Petugas pertama bertanggung jawab memeriksa jalur tunggal bawah dengan berjalan kaki dari Bandar Khalipah menuju Medan. Petugas kedua menyusuri jalur hulu atas dengan arah yang sama, sedangkan petugas ketiga memeriksa jalur hilir atas dari Medan menuju Bandar Khalipah.
Dalam menjalankan tugasnya, para petugas memeriksa berbagai komponen penting prasarana perkeretaapian, meliputi kondisi rel, sambungan rel, bantalan, penambat, balas, geometri jalur, serta lingkungan sekitar lintasan yang berpotensi memengaruhi keselamatan perjalanan kereta api.
“Dalam tugas harian tersebut, para petugas memeriksa dengan teliti berbagai komponen vital prasarana perkeretaapian. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi jalur tetap terpantau dan setiap temuan yang memerlukan penanganan dapat segera dilaporkan,” kata Anwar.
Menurutnya, pemeriksaan dengan berjalan kaki masih menjadi metode penting, terutama ketika Kendaraan Pemeriksa Jalur (KPJ) mengalami gangguan atau ketika kondisi lintasan membutuhkan pengamatan secara lebih detail dari dekat.
Selain pemeriksaan manual, KAI Divre I Sumatera Utara juga mengoperasikan enam unit KPJ untuk mendukung pemeriksaan di berbagai lintas operasional. Setiap unit KPJ diawaki oleh dua petugas dan bergerak dengan kecepatan rata-rata 40 kilometer per jam.
Saat ini, jaringan rel aktif di Sumatera Utara mencapai 476,46 kilometer yang menghubungkan 43 stasiun di 13 kabupaten/kota. Untuk mendukung pemeriksaan prasarana di wilayah kerjanya, KAI Divre I Sumatera Utara menyiagakan 31 petugas PPJ dan enam unit KPJ.
Anwar menegaskan bahwa pemeriksaan prasarana secara rutin dan berkelanjutan merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
“Keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi dalam menjalankan setiap prosedur. Kami berkomitmen memastikan pemeriksaan serta tindak lanjut kondisi prasarana dilaksanakan sesuai ketentuan, karena keselamatan tidak dapat ditawar,” pungkasnya.
Melalui peran para petugas pemeriksa jalur, KAI Divre I Sumatera Utara terus berupaya menjaga keandalan prasarana demi mendukung perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat, Tegasnya.
(***)

































