Gayo Lues Bentuk Ulang Komite Persiapan Pembentukan Provinsi (KP3) Aceh Leuser Antara, Idris Arem Ditunjuk Jadi Ketua

REDAKSI 1

- Redaksi

Minggu, 4 Mei 2025 - 19:02 WIB

201,309 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | ACEH | Gayo Lues, Masyarakat Gayo Lues dari berbagai unsur kembali membentuk kepengurusan Komite Persiapan Pembentukan Provinsi (KP3) Aceh Leuser Antara dalam rapat di Aula Rajawali, Blangkejeren, Minggu 4 Mei 2025. Pembentukan ulang ini dilakukan karena sejumlah pengurus sebelumnya telah wafat.

H. Ibnu Hasim, mantan Bupati Gayo Lues dan kini anggota DPRK, mengingatkan bahwa perjuangan mewujudkan Provinsi ALA sudah berjalan selama 26 tahun. Ia menyebut, enam daerah menyatakan dukungan terhadap pemekaran ini: Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Singkil, dan Subulussalam.

H. Idris Arlem ditetapkan sebagai Ketua KP3 ALA Gayo Lues. Ia mengajak semua elemen bersatu dan mencari dukungan luas agar perjuangan ini bisa berhasil. Hj. Nurhayati dipercaya sebagai sekretaris dan H. Hardansyah sebagai bendahara. Penetapan pengurus bidang akan dilakukan sesuai kapasitas masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

H. Bachrin Porang, tokoh senior dalam perjuangan ALA, kembali menegaskan pentingnya semangat dan konsistensi tanpa mengandalkan bantuan pihak luar. Ia juga mengenang sejarah panjang perjuangan hingga penetapan Gayo Lues sebagai calon ibu kota Provinsi ALA.

Harapan Baru dari Gayo Lues: Kebangkitan Semangat Pemekaran Provinsi ALA

Kebulatan tekad masyarakat Gayo Lues terlihat jelas dalam pertemuan yang berlangsung penuh semangat di Aula Rajawali, Blangkejeren. Puluhan tokoh masyarakat dari berbagai generasi—baik senior yang telah lama berjuang, maupun generasi muda yang siap meneruskan estafet perjuangan—turut hadir dan berkontribusi dalam pembentukan ulang KP3 ALA (Komite Persiapan Pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara).

Momentum Penyatuan Generasi

Penunjukan H. Idris Arlem sebagai Ketua KP3 ALA Gayo Lues menandai penyatuan dua generasi: generasi pejuang awal dan generasi penerus. Idris Arlem, yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan daerah, menyampaikan bahwa perjuangan ini bukan semata tentang batas wilayah, tetapi tentang keadilan pembangunan dan penguatan identitas kawasan tengah dan selatan Aceh.

Ia menekankan bahwa pemekaran ALA adalah upaya untuk mendekatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan, serta mewujudkan pemerataan yang selama ini dianggap belum optimal di wilayah tengah-selatan Aceh.

Struktur Kepengurusan yang Solid

Struktur KP3 ALA Gayo Lues yang ditetapkan secara mufakat memberikan sinyal kuat terhadap keseriusan dan kesiapan langkah perjuangan ke depan. H. Idris Arlem didaulat sebagai ketua, Hj. Nurhayati sebagai sekretaris, dan H. Hardansyah sebagai bendahara. Kepengurusan bidang akan segera dibentuk berdasarkan kapasitas dan komitmen tokoh-tokoh yang terlibat.

Perjuangan yang Panjang dan Tak Mudah

H. Bachrin Porang, tokoh sentral dalam sejarah perjuangan ALA, mengingatkan kembali bahwa sejak awal gerakan ini penuh dengan tantangan. Ia menyebut pertemuan pertama di Berastagi, Sumatera Utara, dan menandai pentingnya kesepakatan enam DPRK yang kala itu menyatakan dukungan terhadap Gayo Lues sebagai calon ibu kota provinsi ALA.

“Saya harap kita jangan terlalu berharap pada bantuan luar. Perjuangan ini akan berhasil bila kita yang menginginkannya benar-benar bekerja,” ujarnya tegas.

Dukungan Enam Daerah

Enam daerah yang konsisten menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Provinsi ALA adalah Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam. Kesamaan budaya, geografis, dan aspirasi menjadi benang merah yang mengikat semangat bersama keenam wilayah ini.

Langkah Selanjutnya

Setelah pembentukan struktur KP3 di Gayo Lues, langkah selanjutnya adalah konsolidasi lintas kabupaten untuk menyusun strategi dan menyegarkan kembali dokumen usulan pemekaran yang telah diajukan ke Kementerian Dalam Negeri sejak 26 tahun lalu. KP3 juga diharapkan aktif membangun komunikasi dengan DPR RI, DPD, serta pihak eksekutif pusat dan daerah untuk memperjuangkan percepatan realisasi pemekaran. (red)

Berita Terkait

Tak Bisa Ditunda Lagi, DPRK Gayo Lues Desak Pemerintah Aceh Perbaiki Jalan Ketukah–Abdya
Hadiri Rakornas 2026, Walikota Langsa Siap Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
SMK Negeri 1, 2, dan 3 Banda Aceh Tekankan Pondasi Akhlak dan Karakter
Kebakaran Lahan di Leupung Aceh Besar, BPBD Bergerak Cepat Padamkan Api
Panggung Gembira Pentas Seni Pondok Pesantren Thawalib ACEH TENGGARA
Tarhib Ramadhan PKS Aceh Besar Gelar Donor Darah dan Layanan Kesehatan Gratis, Kumpulkan 35 Kantong Darah
Verifikasi Terbuka Rumah Rusak, Bupati Pidie Jaya Gandeng Media dan Masyarakat
Kadis Sosial Aceh Tenggara Akui Dana Makan Anak Yatim Panti Asuhan Telah Dikembalikan

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:55 WIB

SatReskrim Polres Pematangsiantar Ungkap Pelaku Penggelapan Sepeda Motor

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:01 WIB

Ahli Pidana: Kasus Pancur Batu Berbeda Jauh dengan Sleman, Penganiayaan Terencana & Bukan Spontanitas

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:49 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Siap Laksanakan Operasi Keselamatan Toba 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 23:10 WIB

Lapas Kelas I Medan Perkuat Pembinaan Keagamaan Dengan Perayaan Thaipusam Dan MoU

Senin, 2 Februari 2026 - 22:33 WIB

Integritas Jadi Fokus Utama, Kalapas Narkotika Langkat Pimpin Apel Awal Bulan

Senin, 2 Februari 2026 - 22:21 WIB

Lapas Narkotika Langkat Intensifkan Kontrol Keliling untuk Cegah Gangguan Kamtib

Senin, 2 Februari 2026 - 22:01 WIB

Lapas Kelas IIA Binjai Teken Komitmen Bersama dan Pakta Integritas Tahun 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 21:51 WIB

Satukan Tekad Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani Rutan Tanjung Pura Tandatangani Pakta Integritas dan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas WBK–WBBM

Berita Terbaru