Aku dan Bayangan Diri

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Senin, 16 Juni 2025 - 16:08 WIB

20450 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhamad Kenzo(Foto istimewa penulis)
TIMELINES INEWS

Cerpen: Aku dan Bayangan Diri
Karya: Muhamad Kenzo 7B

Aku berdiri di depan cermin, menatap bayangan diri yang terpantul. Aku tidak bisa tidak membandingkan diriku dengan teman-teman lainnya. Mereka semua terlihat sempurna dengan tubuh langsing dan kulit yang cerah. Sementara aku, aku merasa seperti tidak cukup baik. Perutku yang buncit dan pipiku yang tembem membuatku merasa minder.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kenapa aku tidak bisa seperti mereka?” aku bertanya kepada diri sendiri

Di sekolah, aku sering menjadi bahan ejekan. “Gendut!” kata mereka sambil tertawa. Aku mencoba untuk tidak peduli, tapi kata-kata itu terus menghantui pikiranku.

Suatu hari, aku bertemu dengan seorang nenek tua di pasar. Dia tersenyum manis ketika melihatku dan berkata, “Hey anak muda, rupa badanmu tidak boleh menghambat masa mudamu.”

Aku merasa sedikit heran, tapi ada sesuatu dalam kata-katanya yang menyentuh hatiku.

“Apa maksudmu, Nek?
aku bertanya dengan tujuan ingin tahu

“Maksudnya, jangan pernah menilai dirimu dari penampilan fisik saja. Ada banyak hal yang membuatmu berharga dan unik,” jawab nenek dengan senyum yang hangat.

Nenek itu bertanya ” apakah ini hasil lukisanmu yang ada di sketsa”

Akupun menjawab ” ya, dengan penuh semangat

Nenek itu lalu berkata “kembangkanlah bakatmu ini” katanya

Aku mulai mengubah perspektifku. Aku berhenti membandingkan diriku dengan orang lain dan mulai menerima diri apa adanya. Aku menyadari bahwa aku memiliki kelebihan sendiri, seperti kemampuan menggambar dan menulis cerita.

Perlahan-lahan, aku menemukan kepercayaan diri. Aku mulai berani menunjukkan karya-karya seniku di sekolah, dan teman-teman mulai menghargai bakatku. Mereka melihatku bukan sebagai anak gendut, tapi sebagai teman yang kreatif dan berani.

“Wow, karya senimu sangat bagus!” kata teman-temanku dengan kagum.

Aku menyadari bahwa setiap orang memiliki keunikan masing-masing. Dan aku, dengan segala kekurangan dan kelebihanku, adalah unik dengan caraku sendiri. Aku belajar untuk mencintai diri sendiri, bukan karena aku sempurna, tapi karena aku berani menjadi diri sendiri.

Sekarang, ketika aku berdiri di depan cermin, aku melihat seseorang yang kuat dan berani. Aku tidak lagi melihat kegendutan sebagai cela, tapi sebagai bagian dari diriku yang membuatku lebih berwarna. Karena aku tahu semua orang memiliki kekurangan dan kelebihan.

Berita Terkait

Yori And His Curiosity
Harapan Yang Tersimpan Di Kotak Abu
Rapuh Di Tengah Keluarga Yang Ricuh
Detak Yang Menyelamatkan
Bangka Tempatku Bercerita
Perjalanan Risa Di Dunia Perkuliahan 
Tawa Di Balik Bangku
Hutan Yang Berbicara

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:35 WIB

PT KAI Divre I Sumut Layani 233 Ribu Penumpang Selama Januari 2026, KA Siantar Ekspres Perkuat Konektivitas Ekonomi Enam Wilayah

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:23 WIB

Sepanjang 2025, PT KAI Daop 5 Purwokerto Sertipikasi Aset Tanah Senilai Rp499 Miliar

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:03 WIB

Dari Bogor, Mualem–Dek Fadh Perkuat Konsolidasi Pusat–Daerah Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:11 WIB

Wabup Toba dan Wakapolres Toba Pimpin Gelar Pasukan Operasi Keselamatan

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:08 WIB

Bapas Kelas I Palangka Raya Mengikuti Sosialisasi Penginputan Data Laporan Pendampingan untuk Meningkatkan Kualitas Data

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:02 WIB

Tak Bisa Ditunda Lagi, DPRK Gayo Lues Desak Pemerintah Aceh Perbaiki Jalan Ketukah–Abdya

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:01 WIB

Ahli Pidana: Kasus Pancur Batu Berbeda Jauh dengan Sleman, Penganiayaan Terencana & Bukan Spontanitas

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:49 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Siap Laksanakan Operasi Keselamatan Toba 2026

Berita Terbaru