
TLII | Abdya – Sabtu (20/9), menjadi momen puncak Kegiatan World Cleanup Day (WCD) yang dilakukan secara serentak di 211 negara di seluruh belahan dunia. Kegiatan ini menjadi bagian dari aksi global serentak untuk membersihkan sampah dan menghijaukan bumi sejak 2018. Dilaksanakan secara serentak tiap tanggal 20 September setiap tahunnya. Aksi ini bertujuan untuk menyatukan masyarakat dari berbagai negara, budaya, agama dan ras, untuk membersihkan dunia dari permasalahan sampah.

Aksi WCD di Abdya dipusatkan pada pembersihan lingkungan dan penanaman pohon di tempat ibadah, fasilitas kesehatan, serta ruang terbuka hijau. Dilaksanakan di dua titik Lokasi yaitu Pantai Sangkalan (20/9) dan Pulau Gosong (21/9). Kegiatan ini melibatkan DLHK Provinsi, Dinas LH kabupaten/kota, Forkopimda, Kemenag, Dinas Kesehatan, pelajar, hingga berbagai komunitas masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh melalui Kabid TLPP Joni ST, MT, PhD, dalam sambutannya menyampaikan , “Melalui momentum WCD 2025, Pemerintah Aceh berharap masyarakat semakin sadar bahwa persoalan sampah dan kerusakan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.”

Selain aksi pembersihan sampah, kegiatan WCD tahun ini dipadukan dengan gerakan Tanam Hijaukan Nanggroe (TAHIROE), yaitu penanaman bibit buah-buahan dan tanaman penghijauan di seluruh Aceh. Upaya ini mendukung Program Aceh Green sekaligus sejalan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia yang ditetapkan pemerintah pusat. Apresiasi juga diberikan kepada Kabupaten Aceh Barat Daya yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil meraih penghargaan nasional terkait ProKlim dari Kementerian LHK. (DN-25)




























