Kembali Mendemo di Kantor Gubernur, Kini Didatangi geRAH

SAMSUL EDI, S.HUT., M.Kv

- Redaksi

Selasa, 2 Januari 2024 - 14:31 WIB

5045 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMELINES INEWS>>BANDA ACEH -Selasa, 2 Januari 2024, tujuh pendemo dari Gerakan Rakyat Aceh (GeRAH) kembali melakukan protes di kantor gubernur setempat, menentang kehadiran imigran Rohingya. Menurut laporan TIMELINES_INEWS, para pendemo membentangkan spanduk dengan tulisan ‘tolak Rohingya di Aceh. Jangan perjual-belikan isu kemanusiaan’ dan ‘Jangan mengorbankan rakyat Aceh demi keuntungan finansial dengan memanipulasi isu kemanusiaan.

Koordinator Aksi, Yusuf, menyampaikan pandangan bahwa mereka sebagai perwakilan rakyat Aceh menolak keberadaan imigran Rohingya, sambil menegaskan agar isu kemanusiaan tidak disalahgunakan. “Jangan jual isu kemanusiaan,” ujar Yusuf.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Yusuf, aksi tersebut dilakukan untuk mengungkapkan kekhawatiran masyarakat terhadap keberadaan pengungsi Rohingya di Aceh. Meskipun Aceh telah bersikap manusiawi sejak 2015, pemerintah tidak dianggap melakukan tindakan tegas.

 

“Hari ini masyarakat demo karena sudah resah,” tambah Yusuf. Pendemo juga mengajukan permintaan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk menyelesaikan masalah imigran Rohingya di Indonesia, khususnya di Aceh, dalam waktu 24 jam.

 

Dedy Andrian, Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional di Kesbangpol Aceh, mengklarifikasi bahwa pemerintah daerah sudah berkoordinasi dengan pihak pusat, IOM, dan UNHCR terkait penanganan pengungsi tersebut. “Dalam penanganan imigran Rohingya, diperlukan kesabaran,” ungkap Dedy. Ia juga menyoroti Peraturan Presiden Nomor 125 tahun 2016 yang menetapkan siapa yang berhak menangani dan melayani di tempat tertentu. “Saya yakin pemerintah tidak melepaskan tanggung jawab. Kita juga akan merugi jika tidak berbuat sesuatu,” tambahnya.

Berita Terkait

AKBP Tendri Wardi Resmi Jabat Kapolres Pidie Jaya, Gantikan AKBP Ahmad Faisal Pasaribu
*Sat Samapta Polres Pidie Jaya Gelar Patroli Perintis Presisi, Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif*
Wali Kota Langsa Nobar Piala Dunia Inggris vs Argentina Bersama Masyarakat di Videotron 
PEMERINTAH PIDIE JAYA ROMBAK JABATAN‼️ 9 PEJABAT RESMI DILANTIK
Bukber Wartawan Simeulue, SEKBER Tegaskan Persatuan Tanpa Sekat Organisasi
Logistik Rampung 100 Persen, Kota Langsa Siap Sukseskan Pilchiksung 2026
Warga Lamdingin Ditemukan Mengapung Di Krueng Aceh, Polisi Lakukan Olah TKP
Atas Permintaan Masyarakat, Pemko Langsa Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Hubungan Parasosial di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:43 WIB

Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:14 WIB

DAMPAK SMARTPHONE TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:05 WIB

Dua Sisi Mata Uang Media Sosial: Lebih Bermanfaat atau Berbahaya?

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:56 WIB

Pernikahan Dini Langgar Hak Anak

Berita Terbaru