Amriya Zanur Mahasiswa Ilmu Politik Unimal Desak Pemerintah Aceh Timur Tanggap Krisis Pendidikan di Sekolah Dasar

REDAKSI 1

- Redaksi

Kamis, 22 Mei 2025 - 19:36 WIB

5084 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tlii | Aceh | Lhokseumawe 22 Mei 2025  Krisis pendidikan kembali menjadi sorotan di Aceh Timur setelah terungkap bahwa puluhan siswa SD Negeri Seuneubok Teungoh, Kecamatan Darul Ihsan, harus belajar dalam kondisi sangat memprihatinkan—tanpa meja dan kursi, bahkan menulis sambil tiarap di lantai kosong.

Dok: SD Negeri Seuneubok Teungoh

Fakta memilukan ini diangkat setelah pemantauan langsung media pada Jumat (17/5/2025), yang menunjukkan siswa kelas 1 dan 2 menjadi kelompok paling terdampak. Mereka mengikuti proses belajar mengajar dalam kondisi tidak ergonomis, mengeluhkan sakit punggung akibat posisi menulis yang tidak layak.

Menanggapi situasi ini, Amriya Zanur, mahasiswa Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Universitas Malikussaleh (Unimal), menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk segera bertindak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendidikan adalah hak dasar warga negara. Apa yang terjadi di SD Negeri Seuneubok Teungoh adalah bentuk nyata kelalaian sistemik. Pemerintah daerah harus segera menanggapi laporan yang selama ini diabaikan. Tidak cukup hanya dengan alokasi anggaran, tetapi perlu pengawasan dan aksi nyata di lapangan,” tegasnya.

Amriya juga menyoroti lemahnya respons dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur yang sudah berkali-kali menerima laporan dari pihak sekolah namun tidak menunjukkan upaya konkret.

“Sudah saatnya pemerintah hadir secara serius di setiap kecamatan. Jangan tunggu viral dulu baru bertindak,” tambahnya.

Kondisi diperparah oleh sistem belajar bergilir karena keterbatasan ruang kelas. Kelas satu dan dua harus belajar secara bergantian, bahkan hanya menyapu lantai untuk persiapan ruang belajar. Situasi ini makin buruk akibat banjir berkala yang mempercepat kerusakan fasilitas sekolah.

Amriya menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam menyaksikan krisis pendidikan terus berlangsung. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan civitas akademika untuk bersama-sama mengawal isu pendidikan agar tidak menjadi korban abai birokrasi. (Diki)

Berita Terkait

Perkuat Mental Dan Disiplin, Wakapolres Lhokseumawe Turun Langsung Latihan PBB Personel
Sinergi TNI-Polri Kian Solid, Kapolsek Blang Mangat Temui Dansat Radar 102 Lhokseumawe
Hindari Tabrakan, Toyota Rush Terjun ke Parit di Mon Geudong, Polisi Gerak Cepat Urai Kemacetan
Bukan Sekadar Rapat Kerja, Yayasan Pendidikan Islam Vinca Rosea Tahfizh Internasional Mantapkan Langkah Mencetak Generasi Qurani yang Siap Menaklukkan Masa Depan
SDM Jadi Kunci Layanan Air Bersih, PT Toya Perdana Lhokseumawe Genjot Kompetensi Pegawai Bersertifikat
Pelarian Berakhir di Riau, Pelaku Dugaan Pemerkosaan Penyandang Disabilitas Dibekuk Polres Lhokseumawe
Turnamen Badminton Kapolres Lhokseumawe Cup II Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juara di Seluruh Kategori
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lhokseumawe Gelar Motivasi “Isi Ulang Cinta” untuk Perkuat Mental dan Semangat Pengabdian Personel

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Hubungan Parasosial di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:43 WIB

Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:14 WIB

DAMPAK SMARTPHONE TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:05 WIB

Dua Sisi Mata Uang Media Sosial: Lebih Bermanfaat atau Berbahaya?

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:56 WIB

Pernikahan Dini Langgar Hak Anak

Berita Terbaru