Pengamat Sosial: Tawuran di Belawan Bukan Sekadar Kriminalitas, tapi Gejala Krisis Struktural

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 6 Mei 2025 - 15:12 WIB

50195 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | SUMUT | Belawan, – Tawuran berdarah yang kembali terjadi di kawasan Belawan, hingga menimbulkan korban jiwa dan viral di media sosial, kini menjadi sorotan publik. Imbas dari kejadian tersebut, Kapolres Belawan diberhentikan sementara dari jabatannya. Menanggapi hal ini, media menghubungi Pengamat Sosial Sumatera Utara, Bapak Shohibul Anshor Siregar, untuk mendapatkan pandangan lebih mendalam. Selasa, [6/5/2024]

Menurut Shohibul, tawuran yang terjadi berulang kali di Belawan tidak bisa dipandang sebagai insiden spontan semata. Ia menilai peristiwa tersebut sebagai gejala dari krisis struktural dan spasial yang lebih luas.

“Ini bukan hanya soal kriminalitas, tapi soal ketimpangan, marginalisasi, dan kegagalan tata kelola pembangunan wilayah,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa konflik sosial di Belawan memiliki akar historis sejak zaman kolonial, ketika wilayah ini dibentuk sebagai kawasan kerja pelabuhan, bukan kawasan hunian yang layak. Warisan ini berdampak pada minimnya pembangunan infrastruktur dan layanan publik yang setara hingga kini.

Secara kelembagaan, pendirian Polres dan Kejari khusus Belawan menandakan pengakuan bahwa wilayah ini memang rentan terhadap konflik. Namun, Sohibul mengkritik bahwa pendekatan negara yang terlalu menitikberatkan pada penindakan hukum bersifat jangka pendek dan tidak menyentuh akar persoalan.

“Masalahnya tidak akan selesai hanya dengan mengganti kepala kepolisian. Selama pendekatan pembangunan tidak berubah, potensi konflik akan tetap tinggi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti faktor sosial ekonomi yang memperburuk situasi. Kemiskinan, pengangguran, dan lingkungan yang keras menjadikan solidaritas kelompok pemuda tumbuh dalam bentuk yang eksklusif dan defensif, seringkali mudah tersulut dalam konflik terbuka.

Kehadiran bisnis ilegal seperti black market, peredaran BBM tanpa izin, judi mesin, dan praktik togel, turut memperkeruh keadaan sosial di kawasan tersebut. Persaingan kepentingan atas sumber-sumber ekonomi ilegal kerap berujung pada kekerasan antarkelompok.

Shohibul menyampaikan beberapa rekomendasi strategis:

“Pemerataan pembangunan antara Medan Utara dan Selatan melalui peningkatan infrastruktur dasar, ekonomi, dan tata ruang yang adil”.

“Pendekatan multisektor dengan fokus pada pendidikan, pelatihan kerja, dan penguatan budaya lokal bagi generasi muda”.

“Reformasi sistem penegakan hukum agar lebih menitikberatkan pada pencegahan dan keadilan restoratif”.

“Integrasi wilayah Belawan ke dalam rencana induk pembangunan kota secara menyeluruh dan berkelanjutan”.

“Memecat pemimpin hanya mengganti wajah, bukan mengatasi masalah. Ini saatnya kita bicara soal keadilan sosial dan pembangunan yang merata,” pungkasnya.

Fenomena kekerasan di Belawan menjadi pengingat bahwa stabilitas sosial tidak bisa dicapai hanya dengan pendekatan keamanan. Diperlukan strategi pembangunan yang adil dan menyentuh akar kehidupan masyarakat. Tim Redaksi.

Berita Terkait

Isteri Gubernur, Marlina Muzakir Turun ke Dapur TAGANA, Ikut Bungkus Nasi untuk Korban Banjir Aceh Selatan
Ops Patuh Toba 2026, Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Gelar Ramp Check Angkutan Umum
KAI Sumut Perkuat Mitigasi Risiko Cuaca, Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan Pelanggan 358 Pohon Dipangkas, 1.650 Meter Saluran Air Disiapkan untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem
Sinergi Rutan Tanjung dan Kemenag Wujudkan Pembinaan Kepribadian Optimal Berkelanjutan Tanamkan Keimanan Kedamaian Perubahan Positif
Kalapas Kelas IIA Binjai Mochamad Mukaffi Hadiri Kunker Kapolda Sumut Irjen Sonny Irawan di Mako Polres Binjai
Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Lapas Narkotika Samarinda Latih 58 WBP Menjadi Kader Kesehatan
Perkuat Sinergi Keamanan, Kalapas Narkotika Samarinda Kunjungi Polresta Samarinda
Rapat Koordinasi Pembentukan Panitia Susun Rangkaian Kegiatan Bahas Teknis Agar Tertib Khidmat Penuh Sukacita

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 21:06 WIB

Perkuat Sinergi Keamanan, Kalapas Narkotika Samarinda Kunjungi Polresta Samarinda

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WIB

Lapas Narkotika Samarinda Perkuat Integritas dan Solidaritas Melalui Apel Pagi Senin

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lapas Narkotika Samarinda Gelar Sidang TPP, Bahas 34 Usulan Warga Binaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Jumat Berkah, Lapas Narkotika Samarinda Salurkan 75 Kg Beras untuk Masyarakat RT 22 Samarinda Utara

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Narkotika Samarinda Panen Kangkung Hasil Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Majelis Taklim Jadi Sarana Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Lapas Narkotika Samarinda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:14 WIB

Kalapas Narkotika Samarinda Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Kemenimipas dan Kick Off Hari Bakti ke-2 Tahun 2026 Secara Virtual

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Lapas Narkotika Samarinda Kobarkan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati

Berita Terbaru