Jeffry Sentana saat menelusuri Krueng Langsa, (Foto : Istimewa)
TIMELINES INEWS INVESTIGASI
Kota Langsa – Walikota Langsa, Jeffry Sentana S Putra, SE, turun langsung menelusuri aliran Krueng Langsa, Kamis (21/5/2026), guna melihat kondisi riil pendangkalan sungai, tumpukan sampah, hingga kerusakan tanggul yang selama ini kerap memicu banjir di kawasan pemukiman warga.
Langkah cepat tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Langsa dalam mengantisipasi banjir sebelum bencana terjadi. Tidak sekadar menerima laporan dari balik meja, Jeffry memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sungai secara menyeluruh.
Peninjauan ini dinilai sebagai langkah preventif yang lebih efektif dan efisien dibandingkan penanganan pascabencana yang membutuhkan biaya jauh lebih besar. Kehadiran langsung Walikota bersama jajaran pemerintah daerah pun mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai responsif terhadap keluhan warga selama musim hujan.
Dalam kegiatan tersebut, Walikota didampingi Plt. Kalaksa BPBD Kota Langsa dr. Muhammad Yusuf Akbar, MKM, Kepala Dinas PUPR, Plt. Dirut PDAM, para camat se-Kota Langsa, serta Geuchik Pondok Kemuning.
Jeffry Sentana menyampaikan bahwa peninjauan langsung ke lokasi sangat penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, termasuk tingkat pendangkalan sungai dan berbagai hambatan aliran air lainnya.
“Kalau nanti memang diperlukan pengerukan, semoga prosesnya bisa berjalan lancar dan cepat selesai, agar risiko banjir di masa depan bisa berkurang dan warga sekitar lebih aman,” ujar Jeffry.
Saat menyusuri aliran sungai, Walikota menemukan endapan lumpur dan tanah yang cukup parah hingga membentuk gundukan di beberapa titik. Kondisi tersebut menyebabkan kedalaman sungai berkurang drastis sehingga aliran air tidak lagi maksimal.
Melihat kondisi itu, Jeffry langsung meminta Kepala Dinas PUPR untuk segera mengajukan rencana pengerukan sungai dengan menetapkan standar lebar sungai sekitar sepuluh meter, sekaligus menghitung kebutuhan anggaran dan alat berat yang diperlukan.
Menurutnya, pengerjaan akan lebih efektif apabila menggunakan dua hingga tiga alat berat secara bersamaan agar proses pengerukan lebih cepat dan hasilnya maksimal.
Tak hanya itu, Walikota juga meminta dilakukan perhitungan total panjang aliran sungai yang perlu dikeruk sebagai dasar perencanaan teknis ke depan.
Namun, dalam proses peninjauan, rombongan sempat mengalami kendala karena beberapa jalur sungai tertutup rumpun bambu sehingga perjalanan harus dihentikan sementara.
Jeffry juga menegaskan bahwa Krueng Langsa merupakan wilayah pengelolaan Pemerintah Provinsi Aceh, sehingga Pemerintah Kota Langsa perlu mengajukan dukungan anggaran melalui APBD Provinsi maupun bantuan dari pemerintah pusat.
“Semoga permohonan ini mendapat tanggapan positif dari Gubernur dan pihak terkait, sehingga proses pengerukan bisa segera disetujui dan dilaksanakan demi keselamatan warga,” harapnya.
Sementara itu, Plt. Kalaksa BPBD Kota Langsa dr. Muhammad Yusuf Akbar, MKM, menjelaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk memetakan titik-titik tumpukan sampah, bambu, dan sedimentasi yang menghambat aliran sungai.
Menurutnya, hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan program telusur sungai sebagai bagian dari upaya mitigasi dan antisipasi banjir di Kota Langsa.
“Sepanjang aliran sungai yang dianggap penting akan menjadi fokus utama demi kenyamanan dan keamanan masyarakat, meski anggaran daerah terbatas,” jelasnya.
Pemerintah Kota Langsa juga terus mengevaluasi kawasan pemukiman di bantaran sungai yang selama ini sering terdampak banjir kiriman dari hulu ke hilir. Masyarakat diimbau tetap waspada serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir.
“Yang dapat kita tangani akan segera kita tangani, yang belum tertangani oleh daerah akan kita laporkan ke provinsi, bahkan kita koordinasikan dengan pemerintah pusat,” terangnya.
Di akhir kegiatan, Pemko Langsa mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke sungai, serta menyiapkan langkah darurat apabila sewaktu-waktu terjadi banjir.
“Dengan kepedulian dan kesiapsiagaan, risiko serta dampak banjir dapat diminimalisir. Terima kasih atas kerja sama dan partisipasi aktif masyarakat,” pungkasnya.



























