TLii | ACEH – Kuta Cane, 1 Juni 2025 — Komitmen untuk menghadirkan perlindungan sosial yang menyentuh langsung masyarakat kecil kembali diwujudkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Demokrat Daerah Pemilihan (Dapil) 8 Aceh, Drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR Aceh, Dalam sebuah kegiatan yang berlangsung penuh semangat di kediamannya, Desa Kisam Kute Pasir, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, ia secara simbolis menyerahkan 100 kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada para kader partai Demokrat, Para simpatisannya (drh. Nurdinsyah Alasta) Yang Berprofesi Informal dan petani di Aceh tenggara. Minggu, 01 Juni 2025
Acara ini turut dihadiri oleh Bapak Sapriadinsyah, yang hadir sebagai perwakilan dari Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Bapak Sunardi. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam mendorong kesadaran serta partisipasi masyarakat, terutama pekerja sektor informal, terhadap pentingnya perlindungan kerja melalui jaminan sosial negara.
Dalam sambutannya, drh. Nurdiansyah menegaskan bahwa Para Kader dan Simpatisannya ini yang terdaftar BPJS dalam program ini akan mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama satu tahun iurannya sepenuhnya dibayarkan menggunakan dana pribadinya.
> “Saya ingin menunjukkan bahwa wakil rakyat bukan hanya penyampai aspirasi, tapi juga pelaksana langsung dari solusi. Program ini saya biayai secara pribadi karena saya percaya, perlindungan kerja adalah hak semua warga, bukan hanya mereka yang bekerja di sektor formal,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sektor informal seperti pertanian memiliki risiko tinggi, namun selama ini belum banyak tersentuh program jaminan sosial. Padahal, jika terjadi kecelakaan kerja atau risiko kematian, dampaknya bisa sangat berat bagi keluarga yang ditinggalkan.
> “Dengan BPJS Ketenagakerjaan, keluarga petani bisa mendapat santunan jika musibah terjadi. Ini bukan tentang uang, ini tentang kepastian dan ketenangan batin saat bekerja,” tambahnya.
Bapak Sapriadinsyah yang mewakili BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi dari drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes. Ia menyebut, kolaborasi antara wakil rakyat dan lembaga negara seperti BPJS Ketenagakerjaan sangat strategis untuk memperluas cakupan perlindungan sosial di lapangan.
> “Langkah seperti ini patut diapresiasi karena bukan hanya menunjukkan kepedulian, tapi juga menjadi contoh konkret bagaimana BPJS Ketenagakerjaan bisa hadir hingga ke desa dan sektor informal. Peran serta semua pihak sangat dibutuhkan,” ungkap Sapriadinsyah.
Ia juga menambahkan, pihaknya terbuka untuk menjalin kerja sama lanjutan dalam memperluas cakupan peserta di berbagai wilayah lain di Aceh Tenggara dan Gayo Lues.
Kegiatan ini disambut antusias oleh Para Kader Demokrat dan Simpatisan Drh. Nurdinsyah di Aceh tenggara khususnya berprofesi para petani dan pekerja Informal yang merasa bahwa selama ini mereka belum tersentuh secara langsung oleh program-program perlindungan kerja. Banyak yang mengaku baru kali ini mengetahui bahwa mereka juga bisa didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, dan mendapat manfaat yang sangat berarti.
Seorang petani yang menjadi peserta, Bapak Irvan Salasa, menyampaikan rasa syukurnya.
> “Biasanya kami kerja di ladang, kalau sakit Terjatuh atau Resiko Lain ya tanggung sendiri. Sekarang kalau ada jaminan, kami jadi lebih tenang. Terima kasih kepada Pak Nurdiansyah Alasta,” ujarnya.
Melihat manfaat dan respons positif dari masyarakat, drh. Nurdiansyah menyatakan bahwa ke depan ia akan menambah jumlah peserta program BPJS ini, sebagai bagian dari bentuk nyata pengabdian terhadap masyarakat.
> “Insya Allah, kita akan tambah jumlahnya. Kita mulai dari 100 orang dulu, tapi ini bukan akhir. Ini awal dari gerakan perlindungan rakyat dari bawah,” tegasnya.
Langkah ini juga menjadi bentuk nyata dari visi Partai Demokrat yang ingin selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, serta memastikan bahwa negara benar-benar melindungi setiap warganya, dari desa hingga kota, dari petani hingga buruh.
Melalui program ini, drh. Nurdiansyah ingin menegaskan bahwa perlindungan kerja adalah hak semua orang, bukan hanya segelintir pekerja kantoran. Ia percaya bahwa negara harus hadir di setiap lini kehidupan rakyat, termasuk bagi mereka yang selama ini bekerja tanpa jaminan, tanpa kepastian.
Apa yang dilakukan hari ini di Desa Kisam Kute Pasir bukan sekadar seremonial penyerahan kartu. Ini adalah simbol dari gerakan perubahan: membangun perlindungan dari bawah, dengan keberanian, kepedulian, dan aksi nyata.
(Kang Juna – Reporter)



























