Senyum Siswa SD saat Marlina Ajak Mereka Belanja Seragam Baru

SAMSUL EDI, S.HUT., M.Kv

- Redaksi

Kamis, 19 Juni 2025 - 15:50 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senyum Siswa SD saat Marlina Ajak Mereka Belanja Seragam Baru

Senyum Siswa SD saat Marlina Ajak Mereka Belanja Seragam Baru

TLII>>Tak disangka oleh Sayed Rusmadi, hari Selasa, 17 Juni 2025, akan menjadi hari yang tak terlupakan dalam hidupnya. Siswa kelas 5 SD Negeri 4 Kuala Batee itu datang ke sekolah seperti biasa—dengan mengenakan satu-satunya sepatu yang ia miliki. Sepasang sepatu lusuh yang telah sobek lebar di bagian depan, hingga jari-jarinya yang dibalut kaus kaki tampak menyembul keluar.

 

Pagi itu tampak biasa saja, hingga menjelang siang, sekolahnya kedatangan tamu penting: istri Gubernur Aceh sekaligus Bunda PAUD Aceh, Marlina Muzakir. Marlina hadir dalam rangka menyosialisasikan pola makan sehat B2SA—Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman—dengan tema khusus “Gemar Minum Susu dan Makan Telur.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mencegah stunting melalui penanaman kebiasaan makan bergizi sejak usia dini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senyum Siswa SD saat Marlina Ajak Mereka Belanja Seragam Baru

Ratusan siswa memenuhi ruang kelas, menyimak materi dengan antusias. Saat Marlina membagikan susu dan telur secara simbolis kepada siswa, matanya tertuju pada sepatu Sayed yang sudah sangat tidak layak pakai. Ia sempat terdiam dan terharu. Tanpa banyak bicara, ia lalu berkeliling memperhatikan murid-murid lainnya. Ternyata, bukan hanya Sayed—dua siswa lain, yakni Andika (kelas 4) dan Zulfahmi (kelas 5), juga menggunakan sepatu serupa: sobek dan nyaris hancur.

 

Ketiganya berasal dari Gampong Alue Pisang, sebuah desa kecil di kawasan Kuala Batee. Ketika ditanya mengapa mereka tetap memakai sepatu yang rusak parah, Sayed menjawab pelan, “Karena tidak ada sepatu lain, Bu.”

 

Mendengar itu, Marlina terdiam sejenak, lalu mengambil keputusan spontan yang menyentuh semua hati yang hadir siang itu. Ia mengajak ketiga siswa tersebut keluar dari sekolah—bukan untuk dihukum, melainkan untuk diberi hadiah. Usai berakhirnya kegiatan sosialisasi, mereka pun diajak pergi.

 

Marlina mengajak mereka naik mobil dinasnya, Toyota Alphard berwarna hitam, menuju pusat kota Blang Pidie yang berjarak sekitar 10 menit dari sekolah. Ketiganya tampak canggung sekaligus tak percaya bisa duduk di dalam mobil mewah dan diajak langsung oleh istri Gubernur.

 

Sesampainya di sebuah toko perlengkapan sekolah, Marlina mempersilakan mereka memilih sendiri semua kebutuhan seragam—mulai dari sepatu, celana, baju, sabuk, kaus kaki, tas, hingga topi sekolah. Ketiganya tersenyum lebar, memilih dan mencoba pakaian dengan bantuan staf toko, sementara Marlina turut mencarikan ukuran yang pas dan memberi semangat. Wajah-wajah kecil itu memancarkan rasa gembira yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

 

Sekitar satu jam kemudian, ketiganya keluar dari toko dengan seragam baru lengkap, dan tentunya, sepatu yang kini layak dipakai. Marlina tersenyum melihat mereka tampil rapi. “Nah, sekarang sudah rapi dan ganteng-ganteng,” canda Marlina, disambut tawa kecil dari anak-anak.

 

Seragam lama mereka dibungkus dalam plastik. Sayed, Andika, dan Zulfahmi pun kembali naik ke dalam Alphard—kali ini dengan penuh percaya diri. “Terima kasih banyak, Ibu. Kami senang sekali dapat baju baru,” ucap Sayed mewakili teman-temannya, matanya berbinar

Marlina tampak tersenyum haru. Baginya, ini bukan soal baju baru semata, melainkan tentang memberikan rasa percaya diri dan harapan baru bagi anak-anak. Ia pun berpesan, “Rajin belajar ya, anak-anak. Semoga kalian sukses meraih mimpi.”

 

Kejutan belum berakhir. Marlina juga mengajak mereka singgah ke Pendopo Bupati Aceh Barat Daya. Di sana, ketiganya berkesempatan berfoto bersama Bupati sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan atas hari istimewa itu.

 

Hari itu, ketiganya pulang bukan hanya dengan seragam baru, tetapi juga dengan semangat dan kenangan tak ternilai—sebuah kisah kecil yang mungkin tak akan pernah mereka lupakan seumur hidup.

Berita Terkait

Rutan Tanjung Komitmen Kemandirian, Warga Binaan Kuasai Teknik Fading, Head Massage & Racik Kopi Profesional
Fathir Hidayadi Wakili Aceh di MDI Nasional 2026, Bukti Disabilitas Mampu Berprestasi
Kolaborasi Rutan Tanjung & Kemenag Tabalong Hadirkan Kebaktian Rutin Wujudkan Warga Binaan Beriman
Rutan Kelas I Medan Berbagi Kepedulian, Salurkan 50 Paket Bansos kepada Masyarakat Sekitar
Petugas Lapas Narkotika Samarinda Perkuat Sinergi dengan Warga Binaan Melalui Pengarahan dan Diskusi Dua Arah
Tertib Aturan Integrasi, Klien Bapas Palangka Raya Lapor Diri 3 Hari Setelah Pulang dari Haji 1447 H
Dukung ASN Profesional, Bapas Palangka Raya Optimalkan Aplikasi PK Bangkom untuk Pengembangan Kompetensi
Siapkan 128.784 Kursi + Diskon 30% KA Sribilah Fakultatif, KAI Sumut Amankan Angkutan Libur Sekolah

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:25 WIB

Dukung ASN Profesional, Bapas Palangka Raya Optimalkan Aplikasi PK Bangkom untuk Pengembangan Kompetensi

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:50 WIB

Bapas Palangka Raya Gelar Kegiatan Fisik, Mental, dan Disiplin untuk Tingkatkan Profesionalisme Pegawai

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:26 WIB

Bapas Palangka Raya Gelar Kerja Bakti, Ciptakan Lingkungan Kerja Bersih Dan Nyaman

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pisah Sambut di Aula Jayang Tingang, I Putu Murdiana Pamitan Tugas ke Papua, Hensah Pimpin Ditjenpas Kalteng

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:49 WIB

Theo Adrianus: Pembimbingan Kemandirian Jadi Bukti Klien Pemasyarakatan Bisa Berubah Lebih Baik

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:55 WIB

Bentuk Apresiasi Kinerja, Bapas Palangka Raya Anugerahi Silvia Sebagai Pegawai Teladan Triwulan II 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:11 WIB

Bapas Palangka Raya Ikuti Penguatan Kehumasan untuk Perkuat Citra Positif Institusi Di Era Digital

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:00 WIB

PK Bapas Palangka Raya Laksanakan Litmas ABH Tahap Penyidikan Di Polda Kalteng

Berita Terbaru