TLii | ACEH – Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues melalui BPBD menunjukkan respon cepat dalam menangani jebolnya tanggul irigasi di Kampung Ulun Tanoh, Kecamatan Kuta Panjang, yang sempat menjadi keluhan utama para petani menjelang musim tanam.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, BPBD Gayo Lues telah menurunkan satu unit alat berat yang bekerja tanpa henti selama beberapa hari terakhir, melakukan proses normalisasi dan pemulihan aliran air di saluran irigasi utama kampung tersebut.
Dalam bincang santai bersama Kang Juna, Kepala Desa Ulun Tanoh, Suhardinsyah, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas tindakan cepat yang diambil oleh Pemerintah Daerah.
> “Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah Gayo Lues, khususnya BPBD, atas respon cepatnya. Begitu laporan kami diterima, alat berat langsung diturunkan. Alhamdulillah, hasilnya nyata—air sudah kembali mengalir dan 67 hektar lahan sawah warga sudah mulai menanam padi,” ungkapnya saat berbincang bersama Kang Juna, Reporter Seputar Gayo Lues di Lokasi Tanggul, Minggu pagi (6/7/2025).
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa upaya pemulihan tersebut sudah memberikan hasil konkret. Petani kini bisa kembali menanam di lahan mereka.
> “Alhamdulillah, saat ini sudah 67 hektar lahan berhasil ditanami padi. Ini adalah bukti nyata bahwa respon cepat pemerintah benar-benar menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Sebelumnya, jebolnya tanggul menyebabkan gangguan aliran air ke lahan pertanian warga dan mengancam masa tanam tahun ini. Warga menyampaikan keluhan atas kondisi tersebut, yang kemudian langsung ditindaklanjuti Pemda melalui koordinasi lintas sektor.
Kepala Desa juga berharap agar setelah penanganan darurat ini, pemerintah dapat melakukan perbaikan permanen terhadap infrastruktur irigasi agar kejadian serupa tak terulang di masa depan.
> “Semoga setelah ini ada pembangunan jangka panjang, biar petani kami tidak lagi was-was setiap musim hujan. Tapi untuk saat ini, kami benar-benar merasa terbantu. Terima kasih kepada Pemda Gayo Lues dan BPBD,” tutup Suhardinsyah.
Dengan kembalinya aliran air ke lahan pertanian, semangat petani di Kampung Ulun Tanoh pun kembali tumbuh. Musim tanam yang sempat terancam kini bisa berjalan, membawa harapan baru di ladang-ladang yang mulai menghijau.
(Kang Juna – Reporter)


































