Barisan Tolak Tambang Datangi Acara GMR: “Sampai Kiamat Kami Menolak Tambang!”

REDAKSI 1

- Redaksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 12:51 WIB

5072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | ACEH | Gayo Lues – Acara ramah tamah dan diskusi yang digelar PT Gayo Mineral Resources (GMR) bersama masyarakat Pantan Cuaca, Minggu (24/8/2025), justru berubah menjadi panggung penegasan sikap Barisan Tolak Tambang.

Undangan resmi yang disebarkan perusahaan sejak Jumat (22/8) menyebutkan acara akan dihadiri Muspika, Pemda, petani kopi, penggiat pertanian, dan wartawan. Namun, saat acara dimulai pukul 13.00 WIB—setelah sebelumnya jadwal diundur dari 10.30 WIB—suasana di lapangan jauh dari harapan. Aula belum siap, masih dipenuhi sampah kotak makanan, dan lebih mengecewakan, tidak ada satupun perwakilan Muspika maupun Pemda yang hadir.

Kondisi itu membuat Barisan Tolak Tambang menolak melanjutkan diskusi. Mereka hanya menyampaikan sikap tegas: penolakan tambang tidak bisa ditawar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sampai kiamat kami menolak tambang di Pantan Cuaca. Kami berhak memilih ruang hidup kami. Kami ingin negeri ini sejahtera dari pertanian dan perkebunan, bukan dari pertambangan yang membawa ancaman kerusakan lingkungan, sekecil apapun itu,” tegas Bayhaqi, Koordinator Barisan Tolak Tambang.

Bayhaqi juga menepis tudingan yang selama ini diarahkan bahwa gerakan penolakan tambang hanyalah soal sakit hati, kepentingan kelompok, atau agenda politik. “Ini murni suara hati rakyat kecil. Perjuangan ini juga kami wariskan untuk generasi Pantan Cuaca 20–30 tahun ke depan,” tambahnya.

Pihak GMR sempat mendesak agar diskusi dilanjutkan meski tanpa kehadiran pemerintah. Namun Barisan Tolak Tambang menolak, karena menurut mereka tanpa pihak penengah, pembicaraan tidak akan adil.

“Pro dan kontra itu wajar. Kami tidak pernah melarang masyarakat yang bekerja sama dengan perusahaan. Kami juga tidak mengganggu aktivitas tambang. Tapi hak kami menolak harus dihormati,” ujar Bayhaqi sebelum meninggalkan lokasi bersama rombongan dengan damai.

Acara ramah tamah akhirnya berjalan pincang tanpa keterlibatan Barisan Tolak Tambang. Kehadiran masyarakat penolak tambang yang memilih mundur dari forum itu justru menjadi pesan keras bahwa perlawanan terhadap pertambangan di Pantan Cuaca masih hidup, dan tidak bisa dipadamkan dengan strategi komunikasi perusahaan.

 

 

(Kang Juna)

Berita Terkait

AKBP Tendri Wardi Resmi Jabat Kapolres Pidie Jaya, Gantikan AKBP Ahmad Faisal Pasaribu
*Sat Samapta Polres Pidie Jaya Gelar Patroli Perintis Presisi, Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif*
Dukung Penguatan Tata Kelola, Rutan Tanjung Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Kemenimipas
Rutan Kelas IIB Tanjung Raih Apresiasi Kanwil Ditjenpas Kalsel atas Kinerja Pemutakhiran Data
Tanamkan Nilai Integritas: Karutan Labuhan Deli Beri Pembekalan ke Generasi Penerus Pemasyarakatan
Казино Yard – безопасность аккаунта и защита персональных данных
Kasyno online Vulkan Vegas – Jak się zarejestrować i grać
Casino Lab w Polsce – Dostępne metody płatności i realizacja transakcji

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Hubungan Parasosial di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:43 WIB

Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:14 WIB

DAMPAK SMARTPHONE TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:05 WIB

Dua Sisi Mata Uang Media Sosial: Lebih Bermanfaat atau Berbahaya?

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:56 WIB

Pernikahan Dini Langgar Hak Anak

Berita Terbaru