PAD Bocor, Bangunan Liar Merajalela: Kepemimpinan Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap Dinilai Gagal Tegakkan Aturan

REDAKSI

- Redaksi

Kamis, 7 Agustus 2025 - 22:55 WIB

50179 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii SUMUT | Medan | Kota Medan kini tengah menghadapi krisis serius dalam tata kelola pemerintahan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, maraknya bangunan liar tanpa izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dinilai sebagai bentuk kelalaian dalam penegakan hukum yang berdampak langsung pada kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hasil investigasi media mengungkap adanya pola kerja terstruktur yang melibatkan oknum dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga dinas teknis. Para oknum ini diduga memfasilitasi pembangunan ilegal dengan imbalan uang suap atau “uang tutup mulut.” Praktik semacam ini menjadikan regulasi sebagai komoditas tawar-menawar dan melemahkan pengawasan dari Dinas Perkimcitaru Kota Medan.

Salah satu kasus paling menonjol terjadi di Jl. Asrama, Simpang Pondok Kelapa, di mana sebuah bangunan usaha berdiri meski tidak memiliki izin PBG. Dinas teknis telah dua kali melayangkan surat pemberitahuan, bahkan Satpol PP telah menerbitkan surat eksekusi. Namun hingga kini, bangunan tersebut tetap berdiri kokoh dan hampir rampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, pejabat terkait, termasuk Kepala Satpol PP Rakhmat Adisyah Putra, enggan memberikan penjelasan ketika dikonfirmasi. “DJ”  sebagai pemilik bangunan yang disebut-sebut juga memiliki hotel ternama di Medan, dan banyak mengenal para pejabat seakan-akan sedang “menguji” keberanian pemerintah kota untuk bertindak tegas.

Pengamat tata kelola pemerintahan, Shohibul Anshor Siregar (UMSU), menyebut bahwa fenomena ini mencerminkan governance failure — kegagalan sistemik dalam menjalankan fungsi pengawasan dan regulasi.

“Ketika kapital swasta menguasai birokrasi, aturan berubah menjadi komoditas. PAD yang seharusnya masuk ke kas daerah justru bocor ke kantong pribadi,” tegas Siregar.

Ia juga menyoroti praktik state capture — di mana pengambilan keputusan publik dikendalikan oleh elite tertentu untuk keuntungan sempit.

“Penundaan eksekusi bangunan ilegal, meskipun dokumen tidak lengkap, merupakan contoh nyata pembajakan regulasi,” tegasnya.

Untuk mengatasi krisis ini, Siregar merekomendasikan tiga langkah konkonkret.

Pertama, Audit menyeluruh dan publikasi data perizinan PBG untuk memastikan transparansi proses.

Kedua, Evaluasi dan rotasi pejabat teknis yang terindikasi terlibat atau lalai dalam pengawasan.

Ketiga, Pembentukan lembaga pengawas tata ruang independen, melibatkan akademisi, jurnalis, arsitek, dan masyarakat sipil.

Tanpa komitmen kepemimpinan yang kuat dan berintegritas, Kota Medan dikhawatirkan akan terus terjebak dalam siklus pembiaran, korupsi, dan pembangunan yang tidak terkendali.

Masyarakat kini menaruh harapan besar pada Wali Kota Rico Waas dan Wakilnya Zakiyuddin Harahap untuk bertindak tegas, memutus mata rantai praktik transaksional dalam birokrasi, dan menegakkan aturan demi pembangunan yang adil dan berkelanjutan.

Tim Redaksi.

Berita Terkait

Masyarakat Dapat Info Persyaratan Prosedur Layanan Integrasi Tanpa Harus Datang Langsung ke Lapas
Operasi Patuh Toba 2026 Resmi Dimulai Hari Ini
Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Di Balik Perjalanan Kereta Api di Sumut, Petugas Periksa Jalur dengan Berjalan Kaki demi Keselamatan
Kasubbag Humas Rahmat Kurniawan Sebut Kegiatan Jaga Stabilitas Pasokan Harga Dan Daya Beli Masyarakat
Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi Gelar Pembinaan Jasmani untuk Tingkatkan Kesehatan dan Stamina
Harmoni Gondang dan Tradisi, Menjaga Jiwa Budaya Batak di Toba
Pelindo Sediakan Fasilitas Sandar Kapal Barang Bukti MT Global 168 dan Lokasi Konferensi di Belawan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Rutan Kelas IIB Tanjung Komitmen Hadirkan Pelayanan Humanis Berkelanjutan Jaga Lingkungan Sehat Kondusif

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Tamping Kebun Panen dengan Pengawasan Petugas dan Didampingi Peserta Magang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Rutan Kelas IIB Tanjung Gelar Pengajian di Blok Hunian Wanita Bersama Kemenag Tabalong

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Karutan Raymon Andika Girsang Tegaskan Pembinaan Kerohanian Penting Bentuk Karakter WBP

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Rutan Tanjung Dukung FGD Bapas Kelas I Banjarmasin Perkuat Sinergi Implementasi KUHP Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Rutan Tanjung Gelar Shalat Dzuhur Berjamaah dan Kultum Perkuat Kedisiplinan Ibadah dan Kebersamaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Karutan Tanjung Raymon Andika Girsang Komitmen Perkuat Pembinaan Kerohanian Dan Karakter Warga Binaan.

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Ka KPR Muhammad Arief Rakhman dan Kasubsi Yantah Al Muqtadir Pasya Pimpin Dialog dan Pemantauan Blok Hunian

Berita Terbaru

DAERAH

Operasi Patuh Toba 2026 Resmi Dimulai Hari Ini

Senin, 26 Okt 2026 - 15:18 WIB