TLii|SUMUT|SIANTAR, Anggota Komisi III DPRD dapil II Kota Pematangsiantar Tongam Pangaribuan mengadakan reses II di jalan Gunung simanuk-manuk Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat Rabu, 15 Oktober 2025 jam 15.00 wib.
Ini adalah ajang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan maupun usulan pembangunan di kampung warga.
Dalam sambutannya, Tongam Pangaribuan mengatakan reses ini merupakan sarana yang penting bagi mereka (DPRD) untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat di daerah pemilihannya.
“Disini (ditempatkan reses) adalah tempat bagi kami (DPRD) untuk langsung bertemu bapak ibu dalam menampung aspirasi masyarakat dan hasilnya nanti akan diparipurnakan, setelah itu nanti kami kaji ulang semua usulan bapak ibu sekalian,” katanya.
Lebih lanjut kata Tongam, semua hasil reses ini dari setiap anggota DPRD akan dikumpulkan sebagai bahan pokok pikiran dan memastikan usulan ataupun aduan dari warga itu layak.
“Jadi bapak ibu silahkan bicara, apa yang keluhan kalian terkait apa yang menjadi keluhan warga yang harus diperbaiki oleh pemerintah Kota Pematangsiantar,” ucapnya.
Salah satu warga marga Tampubolon mengatakan lampu jalan menuju rumahnya sudah lama mati, dan jalan seperti kuburan.
“Lampu di jalan tempat kami mati, udah kayak kuburan jalan rumah kami, tapi janganlah dibilang kuburan, kuburan aja ada lampunya, pokoknya gelaplah pak, kami sudah minta sama Tarukim tapi mereka bilang, tapi gak direspon,” ucapnya.
Masih kata Tampubolon, mereka sendiri bergotong-royong untuk beli lampu supaya jalannya terang, tapi kalau sering-sering minta uang sama masyarakat, mereka gak mampu.
Salah satu RT Kelurahan di Simarito Daniel Sinaga banyak gang-gang di Pagaruyung ada Banyak lampu jalan yang mati, namun pihak Tarukim tidak menanggung itu karena tiang yang hitam dan sudah lama.
“Jadi masyarakat yang membiayai lampu jalan, kalau bisa pak Pangaribuan tolonglah dibantu supaya pemerintah membangun lampu jalan yang baru,” pintanya.
Lebih lanjut Daniel Sinaga meminta supaya meningkatkan honor RT RW.
“Terutama adalah RT, kalau ada masalah mau itu orang yang ditangkap narkoba, orang yang berkelahi tengah malam RT yang paling depan dipanggil, tapi kalau jual tanah RT ditinggalkan pak,” katanya.
Menanggapi permintaan warga tersebut, Tongam Pangaribuan pun langsung menelpon Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Ir Christina Risfani Sidauruk.
“Bentar ya bapak ibu, biar saya telpon ibu itu,” katanya sembari mengambil HPnya.
Tongam pun menelpon Kepala Dinas sembari menghidupkan speaker dan mendekatkan mic supaya warga mendengar jawaban dari Kepala Dinas.
“Tahun ini ada pak dianggarkan untuk Kelurahan Teladan, disana ada pak lurah pak? Kalau ada pak lurah disana, nanti saya hubungi pak lurah untuk komunikasi selanjutnya,” kata Risfani melalui telepon selulernya.
Lebih lanjut kata Tongam Pangaribuan, untuk persoalan uang jasa untuk RT RW, bahwa dirinya sudah berulangkali mengatakan hal itu namun hingga saat ini Pemko belum bisa menanggapi.
“Jangankan bapak, mulut saya sampai berbusa waktu saya di komisi I hampir 4 tahun saya bicara itu, saya sudah bilang bagaimana RT RW bekerja dengan baik kalau uang bulanan mereka cuma 75ribu itupun dibayar setiap 3 bulan. Belum pernah pemerintah kota menjawab serius, mereka hanya bilang pagu anggaran belum bisa untuk membiayai RT RW,” pungkasnya.(Juin)



























