TLii|SUMUT|SIANTAR, Anggota DPRD Kota Pematangsiantar Ilhamsyah Sinaga mengadakan reses II untuk menyerap dan menampung aspirasi dan pengaduan masyarakat di jalan Singosari no 35 Kelurahan Martoba Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar, Senin 13 Oktober 2025.
Reses tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Ir Christina Rifani Sidauruk, Camat Siantar Utara Marlon Brando Sitorus dan Lurah Martoba Ade Kurnia.
Dalam sambutannya, Ilhamsyah Sinaga meminta masyarakat untuk bertanya kepada tentang apa yang terkait keluhan warga.
“Manfaatkan ini bapak-ibu apa yang menjadi usulan kita, agar tahun depan langsung dikerjakan oleh pemerintah, karena DPRD punya hak istimewa saat kita buat berita acara ini memakai SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) akan langsung masuk untuk program tahun 2026,” ungkapnya.
Salah satu warga Dedi Armadi mengaku BPJS umum sudah menunggak dan tidak lagi sanggup lagi membayar karena kebutuhan sehari-hari semakin banyak.
“Bagaimana caranya agar kita menggantinya ke BPJS yang ditanggung oleh pemerintah (Kartu Indonesia Sehat)? Apakah masih ada kuota untuk mereka?,” tanya Dedi.
Norina Damanik, mengaku dulu dapat PKH dan BPJS sudah di copot.
“Saya dulu punya PKH dan BPJS dari pemerintah tapi sudah dicopot saya orangnya tidak mampu suami saya itu kuli bangunan mocok-mocok,” katanya.
Royani Harahap meminta pemerintah mengadakan program kegiatan untuk membuat kesibukan kepada pemuda jalan nagur agar tidak melakukan hal-hal negatif seperti narkoba.
“Apakah ada program pemerintah kepada pemuda di jalan Nagur supaya dapat melakukan kegiatan ke arah positif? Dan kita harapkan kedepannya lebih kontiniu, begitu juga dengan pelatihan – pelatihan kerja,” tanyanya.
Jenny, warga jalan Siak mengaku setiap datang hujan selalu kebanjiran .
“Setiap datang hujan, selalu banjir pak, jalannya pun rusak, bagaimana mengatasinya,” katanya
Camat Siantar Utara Marlon Brando Sitorus mengatakan kalau soal BPJS ada program 2 tahun bisa mencicil dimana ada tahapan verifikasinya tetapi kalau mau cepat ada solusinya.
“Kalau abang mau cepat, langsung opname bang, besoknya langsung jadi itu, karena ada peraturan kalau opname itu dalam 24 jam itu BPJS itu langsung aktif, artinya warga Siantar jangan takut berobat dimanapun,” tegasnya sembari mengatakan kalau soal BPJS tinggal bawa KTP sudah aman berobat.
Lebih lanjut kata Marlon terkait PKH, ada paradigma di sini berlomba lomba untuk susah.
“Rumahnya gedong tapi bersih keras meminta supaya dapat PKH, waktu kami tanya katanya soal rumahnya dibilang kalau rumahnya itu warisan, untuk mendapatkan PKH itu ada 11 item permedsos yang harus dipenuhi, seperti rumah berlantai tanah, beratapkan rumbia, dan berdinding tepas, di Siantar Utara udah gak ada lagi itu,” terangnya.
Masih kata Marlon, terkait kepemudaan selama dia menjabat sebagai Camat di Siantar Utara dia selalu ikut andil dan selalu menyumbang.
“Kalau ada kegiatan remaja mesjid di Siantar Utara tak pernah aku tak datang, pasti juga aku nyumbang, yang artinya bukan banyak uang tapi karena saya sayang sama remaja-remaja mesjid dan selalu mensupport kegiatan positif di wilayahku ini,” ungkapnya.
Kalau soal pelatihan untuk kepemudaan, kata Marlon regulasi untuk kegiatan bikin pening karena banyak syarat yang harus dipenuhi.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Ir Christina Risfani Sidauruk mengatakan masyarakat sekitar jangan membuang sampah ke parit.
“Kami besok akan turun ke lapangan untuk melihat kondisi parit dan jalannya,” pungkasnya.(Juin)



























