Akses Terputus, LPG 3 Kilo Langka, Harga Pangan Melejit: Aceh dalam Tekanan Ekonomi Berat

TARMIZI UMAR

- Redaksi

Minggu, 30 November 2025 - 22:44 WIB

50152 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAPORAN: Yahbit,Wartawan TLii

TIMELINES iNEWS Investigasi | Aceh — Tekanan ekonomi masyarakat Aceh semakin berat pasca banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah kabupaten/kota dalam satu pekan terakhir. Selain merusak infrastruktur dan melumpuhkan aktivitas ekonomi, bencana ini memicu kelangkaan LPG 3 kilogram dan lonjakan harga pangan yang dirasakan langsung hingga tingkat rumah tangga. Banda Aceh, Aceh Besar, serta daerah terdampak banjir di kawasan pesisir menjadi wilayah dengan kenaikan harga paling signifikan.

Dari Kabupaten Bireuen, pemerintah daerah merespons cepat dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 300.2.2/1331 sebagai langkah darurat. Edaran tersebut melarang pedagang menaikkan harga secara tidak wajar, menahan barang untuk keuntungan, serta mewajibkan seluruh stok pangan disalurkan tanpa penimbunan. Pedagang diminta menunjukkan empati sosial di tengah situasi krisis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan ini diterbitkan setelah pemerintah menerima banyak laporan gejolak harga di pasar tradisional.

kondisi serupa Juga terjadi di Aceh Besar dan Banda Aceh, meskipun daerah tersebut tidak mengalami dampak banjir yang parah. Kelangkaan LPG dan kenaikan harga justru memuncak di pusat kota.dan Pasar Pinggiran

Masyarakat memahami situasi ini berkaitan dengan terputusnya akses jalan nasional Sumatra Utara–Aceh akibat longsor yang memotong jalur distribusi logistik. Dataran tinggi Gayo—lumbung sayur terbesar di Aceh—juga terisolasi setelah banjir dan longsor merusak jalan serta memutus jembatan penghubung Bireuen–Takengon. Kondisi ini membuat suplai sayuran ke wilayah pesisir terhenti total.

“Kami memaklumi kondisi ini. Bahkan di Banda Aceh pun harga naik dan barang sulit. Karena seluruh jalur dari Sumut dan daerah produksi sayuran di Gayo terputus,” ujar seorang pedagang keliling yang ditemui tim investigasi.

Di pasar tradisional, situasinya semakin memprihatinkan. Harga cabai merah meroket hingga Rp250.000 per kilogram, jauh dari harga normal Rp35.000–40.000. Tomat, bawang, dan sayur-mayur lainnya ikut naik tajam. Harga telur melambung dari Rp45.000 menjadi Rp95.000 per papan, bahkan beberapa pedagang menjual Rp5.000 per butir. Banyak keluarga terpaksa mengurangi konsumsi harian.

Kelangkaan LPG 3 kilogram semakin memperburuk keadaan. Di Banda Aceh, warga telah berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain juga di Pedagang Eceran, namun tetap tidak mendapatkan gas. Pedagang kecil seperti penjual gorengan dan warung makan tidak dapat beroperasi. “Gas tidak ada sama sekali. Kalau tidak bisa masak, kami tidak bisa jualan,” ujar seorang pedagang di Jalan Kereta Api, Pagar Air.

Sebagian pedagang menilai kelangkaan terjadi karena pasokan terhambat akibat banjir. Namun sebagian warga mencurigai adanya oknum yang menahan stok untuk meraup keuntungan lebih besar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah kabupaten bersama provinsi mengerahkan tim gabungan Satpol PP, Disperindagkop, dan kepolisian untuk melakukan sidak gudang penyimpanan serta mencegah penimbunan LPG dan kebutuhan pokok.

Meski tekanan ekonomi meningkat, masyarakat tetap optimistis. Mereka berharap pembukaan akses jalan, pembangunan jembatan darurat, serta percepatan distribusi logistik oleh pemerintah, TNI, dan Polri dapat segera menormalkan pasokan. “Jika akses kembali pulih, harga pasti turun. Yang penting jalur distribusi cepat dibuka,” ujar seorang warga.

Pemerintah juga didorong memperkuat koordinasi dengan Pertamina dan Dinas Perdagangan agar distribusi LPG serta kebutuhan pokok dapat kembali stabil. Bagi masyarakat kecil, penurunan harga adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. “Kami hanya ingin harga kembali wajar,” harap warga.

Berita Terkait

Aceh Diintai Banjir dan Longsor, Mualem Perintahkan Kesiapsiagaan Diperkuat
Momentum Peringatan Hardikda 2026, SMK Negeri 1 Banda Aceh Kukuhkan Duta Literasi untuk masa Depan Gemilang
Tari Kreasi Nusantara SMA Negeri 7 Lhokseumawe Curi Perhatian di Hardikda Aceh ke-67
Temui Kapolda Aceh, Ketua Baitul Mal Bahas Kemaslahatan Masyarakat
19 Kepala KUA Aceh Besar Dilantik, Yahwa Tegaskan KUA Bukan Sekadar Urus Nikah
Polisi Amankan Mobil Angkut 600 Liter BBM Subsidi Jenis Bio Solar di Banda Aceh
Peserta PKKPM Gelombang II IAIN Takengon Dampingi Penyerahan Al-Qur’an Wakaf dari Arab Saudi di Pantan Nangka
Dinsos Aceh Tenggara Pulangkan Dua warga terlantar ke aceh utara, masing-masing bawa bayi.

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 23:11 WIB

Aceh Diintai Banjir dan Longsor, Mualem Perintahkan Kesiapsiagaan Diperkuat

Rabu, 2 September 2026 - 17:01 WIB

Tari Kreasi Nusantara SMA Negeri 7 Lhokseumawe Curi Perhatian di Hardikda Aceh ke-67

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Temui Kapolda Aceh, Ketua Baitul Mal Bahas Kemaslahatan Masyarakat

Rabu, 2 September 2026 - 16:51 WIB

19 Kepala KUA Aceh Besar Dilantik, Yahwa Tegaskan KUA Bukan Sekadar Urus Nikah

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WIB

Polisi Amankan Mobil Angkut 600 Liter BBM Subsidi Jenis Bio Solar di Banda Aceh

Rabu, 2 September 2026 - 13:30 WIB

Peserta PKKPM Gelombang II IAIN Takengon Dampingi Penyerahan Al-Qur’an Wakaf dari Arab Saudi di Pantan Nangka

Rabu, 2 September 2026 - 12:17 WIB

Dinsos Aceh Tenggara Pulangkan Dua warga terlantar ke aceh utara, masing-masing bawa bayi.

Rabu, 2 September 2026 - 11:34 WIB

SEMANGAT TAK PERNAH PADAM! POLWAN PIDIE JAYA HADIR DI SYUKURAN HARI JADI KE-78 POLWAN RI

Berita Terbaru