Akses Terputus, LPG 3 Kilo Langka, Harga Pangan Melejit: Aceh dalam Tekanan Ekonomi Berat

TARMIZI UMAR

- Redaksi

Minggu, 30 November 2025 - 22:44 WIB

5088 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAPORAN: Yahbit,Wartawan TLii

TIMELINES iNEWS Investigasi | Aceh — Tekanan ekonomi masyarakat Aceh semakin berat pasca banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah kabupaten/kota dalam satu pekan terakhir. Selain merusak infrastruktur dan melumpuhkan aktivitas ekonomi, bencana ini memicu kelangkaan LPG 3 kilogram dan lonjakan harga pangan yang dirasakan langsung hingga tingkat rumah tangga. Banda Aceh, Aceh Besar, serta daerah terdampak banjir di kawasan pesisir menjadi wilayah dengan kenaikan harga paling signifikan.

Dari Kabupaten Bireuen, pemerintah daerah merespons cepat dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 300.2.2/1331 sebagai langkah darurat. Edaran tersebut melarang pedagang menaikkan harga secara tidak wajar, menahan barang untuk keuntungan, serta mewajibkan seluruh stok pangan disalurkan tanpa penimbunan. Pedagang diminta menunjukkan empati sosial di tengah situasi krisis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan ini diterbitkan setelah pemerintah menerima banyak laporan gejolak harga di pasar tradisional.

kondisi serupa Juga terjadi di Aceh Besar dan Banda Aceh, meskipun daerah tersebut tidak mengalami dampak banjir yang parah. Kelangkaan LPG dan kenaikan harga justru memuncak di pusat kota.dan Pasar Pinggiran

Masyarakat memahami situasi ini berkaitan dengan terputusnya akses jalan nasional Sumatra Utara–Aceh akibat longsor yang memotong jalur distribusi logistik. Dataran tinggi Gayo—lumbung sayur terbesar di Aceh—juga terisolasi setelah banjir dan longsor merusak jalan serta memutus jembatan penghubung Bireuen–Takengon. Kondisi ini membuat suplai sayuran ke wilayah pesisir terhenti total.

“Kami memaklumi kondisi ini. Bahkan di Banda Aceh pun harga naik dan barang sulit. Karena seluruh jalur dari Sumut dan daerah produksi sayuran di Gayo terputus,” ujar seorang pedagang keliling yang ditemui tim investigasi.

Di pasar tradisional, situasinya semakin memprihatinkan. Harga cabai merah meroket hingga Rp250.000 per kilogram, jauh dari harga normal Rp35.000–40.000. Tomat, bawang, dan sayur-mayur lainnya ikut naik tajam. Harga telur melambung dari Rp45.000 menjadi Rp95.000 per papan, bahkan beberapa pedagang menjual Rp5.000 per butir. Banyak keluarga terpaksa mengurangi konsumsi harian.

Kelangkaan LPG 3 kilogram semakin memperburuk keadaan. Di Banda Aceh, warga telah berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain juga di Pedagang Eceran, namun tetap tidak mendapatkan gas. Pedagang kecil seperti penjual gorengan dan warung makan tidak dapat beroperasi. “Gas tidak ada sama sekali. Kalau tidak bisa masak, kami tidak bisa jualan,” ujar seorang pedagang di Jalan Kereta Api, Pagar Air.

Sebagian pedagang menilai kelangkaan terjadi karena pasokan terhambat akibat banjir. Namun sebagian warga mencurigai adanya oknum yang menahan stok untuk meraup keuntungan lebih besar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah kabupaten bersama provinsi mengerahkan tim gabungan Satpol PP, Disperindagkop, dan kepolisian untuk melakukan sidak gudang penyimpanan serta mencegah penimbunan LPG dan kebutuhan pokok.

Meski tekanan ekonomi meningkat, masyarakat tetap optimistis. Mereka berharap pembukaan akses jalan, pembangunan jembatan darurat, serta percepatan distribusi logistik oleh pemerintah, TNI, dan Polri dapat segera menormalkan pasokan. “Jika akses kembali pulih, harga pasti turun. Yang penting jalur distribusi cepat dibuka,” ujar seorang warga.

Pemerintah juga didorong memperkuat koordinasi dengan Pertamina dan Dinas Perdagangan agar distribusi LPG serta kebutuhan pokok dapat kembali stabil. Bagi masyarakat kecil, penurunan harga adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. “Kami hanya ingin harga kembali wajar,” harap warga.

Berita Terkait

Walikota Langsa Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
MPU Aceh Perkuat Pemahaman Fatwa Pendidikan bagi Kepala Sekolah di Aceh
Tahapan Pilchiksung, Dua Calon Geuchik Serambi Indah Resmi Kantongi Nomor Urut
Respon Laporan Warga, Satpol PP-WH Kota Langsa Bongkar Tiang Baliho yang Nyaris Roboh
Walikota Langsa Serahkan Bantuan Seragam Sekolah untuk Anak Yatim Piatu di Gampong Jawa
Perkuat Mutu PAUD dan PKBM, Disdikbud Aceh Utara Gembleng Ratusan Peserta Lewat Bimtek KSP dan Akreditasi
Haji Uma Turun Tangan, Tiga ART Asal Aceh Korban Penyiksaan di Malaysia Dapat Perlindungan KJRI
Bupati Aceh Utara Dorong Revisi UUPA dan Perpanjangan Dana Otsus di Hadapan Komisi II DPR

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:20 WIB

Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Satops Patnal Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Gelar Razia Insidentil

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:01 WIB

Implementasi 15 Program Aksi, Kanwil Ditjenpas Sumut Sukseskan Bedah Rumah Warga Medan

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:53 WIB

Kanwil Ditjenpas Sumut Resmikan Hasil Program Bedah Rumah, Wujud Nyata Kepedulian Pemasyarakatan bagi Masyarakat

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:59 WIB

Lapas Perempuan Medan Hadiri Rakor Keadilan Restoratif Kemenko Polkam Di Sumut

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:33 WIB

Kapolres Pematangsiantar Turun Langsung Pengecekan TKP Kebakaran Kios di Pasar Dwikora Parluasan

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:24 WIB

Polres Pematangsianțar Ringkus Residivis Narkotika Miliki 13 Butir Ekstasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:20 WIB

Kapolres Pematangsiantar Hadiri Pelepasan Anak Didik PAUD-SAB se Kota Pematangsaintar T.A 2025/2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:11 WIB

Rakernis Humas Polda Sumut, Penguatan Komunikasi Publik Jadi Kunci Kepercayaan Masyarakat

Berita Terbaru