“Di Balik Khidmat Ramadhan, Ada Keluhan Yang Tersimpan Rapi”
TLii | ACEH | ACEH TIMUR, Kehadiran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, Pada Pelaksanaan Shalat Jumat Perdana Di Awal Bulan Suci Ramadhan Di Wilayah Aceh Timur Menjadi Perhatian Publik. Acara Berlangsung Pada Jumat, 20 Februari 2026 Di Masjid Agung Darushshalihin, Dan Berjalan Dengan Sangat Khidmat.
Shalat Jumat Tersebut Dipimpin Oleh Imam Muda, Ustadz Ar-Rayyan Maulana Zikri, Seorang Hafiz 30 Juz Sekaligus Putra Dari Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.HI., M.Si. Sementara Khutbah Jumat Disampaikan Oleh Abi Paloh Gadeng (Tgk. H. Muhammad Sufi Ibrahim).
Para Tokoh Penting Yang Hadir :
Acara Keagamaan Ini Turut Dihadiri Oleh Berbagai Pejabat Penting Tingkat Nasional Maupun Daerah, Antara Lain:
1. Menteri Dalam Negeri RI – Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian.
2. Bupati Aceh Timur – Iskandar Usman Al-Farlaky, S.HI., M.Si.
3. Wakil Gubernur Aceh – Faddhullah Atau Akrab Disapa Dek Fad.
4. Forkopimda Aceh Timur.
5. Para Ulama, Tokoh Masyarakat, Dan Ratusan Jamaah Dari Berbagai Kecamatan.
Dokumentasi Kegiatan Memperlihatkan Bagaimana Mendagri Berbaur Dengan Masyarakat, Duduk Bersaf Bersama Para Pejabat Daerah, Ulama, Dan Jamaah, Menunjukkan Suasana Religius Yang Kental Dan Penuh Harap.
Kesan Khidmat Tak Menutupi Kenyataan Pahit Di Lapangan,
Kendati Acara Terlihat Begitu Tertib Dan Penuh Penghormatan, Kehadiran Para Pejabat Ini Kembali Memunculkan Pertanyaan Mendasar Dari Publik. Ada Ironi Yang Sulit Dibantah: Kemeriahan Seremonial Tak Selalu Sejalan Dengan Penyelesaian Persoalan Rakyat.
Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi Di Sejumlah Kecamatan Masih Menyimpan Kegelisahan:
Banyak Jalan Yang Rusak Dan Berlubang
Kerusakan Jalan Lintas Kecamatan Dan Desa Telah Lama Dikeluhkan Warga, Namun Belum Ada Penanganan Komprehensif. Padahal Dalam Teori Kewenangan Pemerintahan, Pemerintah Daerah Memiliki Tanggung Jawab Penuh Menjalankan Asas Kemanfaatan Dan Efektivitas.
Rumah Warga Dicoret Dari Data BNPB
Banyak Rumah Warga Yang Terdampak Bencana Hidrometeorologi Dilaporkan Hilang Dari Daftar Bantuan. Hal Ini Menimbulkan Dugaan Adanya Maladministrasi Dalam Pendataan,Secara Hukum Administrasi, Tindakan Seperti Ini Dapat Dikategorikan Sebagai Kelalaian Dalam Pelayanan Publik.
Apakah Semua Laporan Hanya Tersimpan Rapi Di Bawah Meja Penguasa?
Pertanyaan Besar Ini Tak Dapat Dihindari:
Apakah Keluhan-Keluhan Rakyat Ini Hanya Menjadi Nyanyian Seremonial, Terdengar Di Telinga Pejabat Lalu Lenyap Begitu Saja?
Apakah Laporan Masyarakat Hanya Disimpan Rapi Di Bawah Meja Sang Penguasa?
Sampai Hari Ini, Jawabannya Tidak Ada Yang Tahu.
Ketidakhadiran Mekanisme Tindak Lanjut Yang Terbuka Membuat Masyarakat Kesulitan Menilai Keseriusan Pemerintah. Padahal Dalam Asas Transparansi Dan Akuntabilitas, Pejabat Publik Berkewajiban Menyampaikan Perkembangan Penanganan Laporan.
Sisi Religius Dan Sisi Realitas: Dua Dunia Yang Masih Terpisah
Shalat Jumat Yang Berlangsung Dengan Khidmat, Yang Diimami Putra Bupati Yang Merupakan Seorang Hafiz Muda, Sebenarnya Menggambarkan Harapan:
• Harapan Bahwa Generasi Baru Pemimpin Akan Lebih Peduli.
• Harapan Bahwa Pejabat Pusat Melihat Langsung Kondisi Masyarakat.
• Harapan Bahwa Pemerintah Daerah Lebih Peka Terhadap Penderitaan Rakyatnya.
Namun Fakta Di Lapangan Menunjukkan Bahwa Ritual Keagamaan Dan Retorika Seremonial Belum Mampu Menjawab Masalah Konkret Rakyat.
Penutup:
Momentum Ramadhan Seharusnya Jadi Titik Perbaikan
Kehadiran Mendagri Di Aceh Timur Adalah Momentum Penting. Namun Momen Itu Akan Menjadi Kosong Jika Tidak Dibarengi Dengan Langkah Nyata Dari Pemerintah Daerah Dan Pusat.
Masyarakat Menginginkan:
• Tindak Lanjut Nyata, Bukan Hanya Dokumentasi Kegiatan.
• Pendataan Bantuan Bencana Yang Transparan.
• Perbaikan Infrastruktur Yang Sudah Terlalu Lama Dibiarkan.
• Kepedulian Yang Berpihak Pada Rakyat Kecil, Bukan Hanya Pada Etalase Politik.
• Pada Akhirnya, Masyarakat Tidak Menuntut Banyak. Mereka Hanya Ingin Pemerintah Benar-Benar Bekerja. Bukan Sekadar Hadir.

































