TIMELINES iNEWS Investigasi | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh kembali menggelar program mudik gratis pada tahun 2026 sebagai bentuk komitmen membantu masyarakat, khususnya kalangan berpenghasilan rendah, untuk pulang ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idulfitri.
Program yang bersifat pro-rakyat ini juga menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi pascabencana hidrologi yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Program mudik gratis yang dibuka pada 3 hingga 5 Maret 2026 tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Tingginya minat terlihat dari jumlah pendaftar yang melampaui kuota yang telah disediakan oleh pemerintah.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, dalam siaran pers yang diterima di Banda Aceh menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
Menurutnya, selama tiga hari masa pendaftaran, jumlah masyarakat yang mendaftar tercatat mencapai 3.286 orang. Sementara itu, kuota yang tersedia dalam program mudik gratis Pemerintah Aceh tahun ini hanya sebanyak 2.070 penumpang.
“Jumlah pendaftar memang cukup tinggi dibandingkan kuota yang tersedia. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap program mudik gratis yang disediakan pemerintah,” ujar Muhammad MTA.
Untuk melayani para pemudik, Pemerintah Aceh menyiapkan sebanyak 122 unit kendaraan. Armada tersebut terdiri dari 95 unit mobil jenis Hiace dan 27 unit bus yang akan melayani berbagai rute perjalanan di wilayah Aceh.
Selain penyediaan armada transportasi, pelaksanaan program ini juga melibatkan partisipasi berbagai pihak. Tercatat sebanyak 17 perusahaan dari kalangan BUMN, BUMD, maupun sektor swasta turut berkontribusi dalam menyukseskan program mudik gratis tersebut.
Muhammad MTA menjelaskan bahwa layanan mudik gratis tahun ini melayani 18 rute perjalanan yang tersebar di sejumlah daerah di Aceh. Rute-rute tersebut disiapkan untuk memudahkan masyarakat mencapai daerah tujuan dengan lebih aman dan nyaman.
Ia juga mengingatkan kepada para peserta yang telah mendaftar agar melakukan registrasi ulang sesuai jadwal yang telah ditentukan. Proses registrasi ulang berlangsung pada 8 hingga 9 Maret 2026.
Seluruh tahapan administrasi dalam program ini dilakukan secara daring, mulai dari proses pendaftaran hingga pengunduhan tiket elektronik atau e-tiket. Peserta dapat mengakses layanan tersebut melalui laman resmi yang disediakan oleh Dinas Perhubungan Aceh.
“Seluruh proses dilakukan secara online agar lebih praktis dan transparan. Peserta hanya perlu mengakses laman resmi dan mengikuti tahapan yang telah ditentukan,” jelasnya.
Adapun keberangkatan peserta mudik gratis dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 15, 16, dan 17 Maret 2026. Para pemudik akan diberangkatkan dari Depo Trans Koetaradja yang berada di Terminal Tipe A Banda Aceh.
Program mudik gratis ini tidak hanya difasilitasi oleh Pemerintah Aceh.
Dukungan juga datang dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan serta sejumlah BUMN yang turut menyediakan layanan mudik gratis di wilayah Aceh.
Untuk moda transportasi darat, tercatat sebanyak 709 penumpang akan diberangkatkan menggunakan 12 unit kendaraan Hiace serta 17 unit bus antar kota antar provinsi (AKAP).
Sementara itu, moda transportasi laut akan melayani sebanyak 3.642 penumpang melalui delapan rute pelayaran yang telah disiapkan.
Dengan adanya berbagai dukungan tersebut, total penumpang yang akan dilayani dalam program mudik gratis di seluruh wilayah Aceh pada tahun 2026 mencapai 6.421 orang.
Muhammad MTA berharap program ini dapat membantu masyarakat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman dengan lebih aman, nyaman, serta biaya perjalanan yang lebih terjangkau.
“Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk memfasilitasi mudik gratis agar perjalanan masyarakat menjelang hari raya dapat berlangsung lebih mudah dan tertib,” tutupnya. *[]



























