TLii..SIMEULUE – Pemerintah Kabupaten Simeulue kembali menunjukkan komitmen dan kesigapannya dalam merespons bencana alam. Tanah longsor terjadi di Desa Suka Jaya, Kecamatan Simeulue Timur, Senin (06/04/2026), akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Peristiwa longsor menyebabkan material tanah bergerak dan menimpa salah satu rumah warga, sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi juga meningkatkan risiko longsor susulan di kawasan tersebut.
Menanggapi kejadian ini, Sekretaris Daerah Simeulue, Asludin, S.E., M.Kes., bersama Kepala Pelaksana BPBD Simeulue, T. Ridwan, SP., langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi di lapangan. Kehadiran mereka bertujuan memastikan penanganan dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Turut mendampingi, Kapolsek Simeulue Timur, unsur Koramil 01/Simtim, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tim BPBD. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri ini menunjukkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana di tingkat lokal.
Tim gabungan segera melakukan langkah cepat tanggap dengan memeriksa kondisi rumah warga terdampak serta memantau area sekitar lokasi longsor. Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan warga.
Rumah yang terdampak diketahui milik Elfridayani (50). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian rumah dan menimbulkan trauma bagi penghuni serta warga sekitar.
Selain peninjauan, tim juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor. Pemerintah daerah melalui BPBD memastikan akan terus melakukan pemantauan serta siap memberikan bantuan lanjutan jika diperlukan.
Kepala Desa Suka Jaya, H. Surianto, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Kabupaten Simeulue.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sigap menangani bencana ini. Kehadiran langsung di lokasi memberikan rasa tenang bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap perhatian terhadap wilayah rawan bencana terus ditingkatkan, khususnya dalam upaya pencegahan dan mitigasi agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih dalam pemantauan intensif oleh tim gabungan. Pemerintah Kabupaten Simeulue juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika terdapat tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi berbahaya lainnya, guna memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.



























