Program Makanan Bergizi Gratis(MBG) Menjadi Sorotan Di Setiap Daerah

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Minggu, 5 April 2026 - 19:01 WIB

50153 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(foto istimewa sang penulis karromah Puji Lestari)

TIMELINES INEWS INFESTIGASI

Penulis: Karromah puji lestari

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baru-baru ini MBG menghadapi tantangan serius di karenakan adanya kasus kasus Keracunan makanan, menyebabkan Badan Gizi Nasional harus meminta maaf akibat kasus tersebut. Sebagai bentuk evaluasi 1.789 dapur MBG di berbagai daerah dihentikan sementara.

Menurut saya MBG pada dasarnya perlu dilihat dari sisi utama,tujuannya agar keinginan tercapai lebih efektif. Program atau gagasan yang dibuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat dari berbagai bidang. Maka nilainya akan sangat bergantung pada seberapa tepat kebijakan itu dan konsisten pelaksanaanya.

Di lihat dari sisi positif MBG bisa menjadi langkah progresif apabila mampu menghadirkan solusi. Seperti program dengan bantuan sosial atau peningkatan kualitas hidup, dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Tetapi berpotensi mengurangi kesenjangan sosial dan membuka peluang yang lebih merata, jika di dukung oleh transparansi MBG bisa mendapatkan kepercayaan publik terhadap institut yang menjalankan.

Namun, tantangan terbesar nya banyak program yang secara konsep lebih bagus. Hal ini disebabkan karena kurangnya koordinasi antar pihak, keterbatasan anggaran serta masalah birokrasi. Jika tidak di sertai dengan sistem pengawasan langsung, resiko penyalahgunaan akan meningkat dan tujuan awal program bisa melenceng hingga tidak bisa maksimal.

Kesimpulannya, MBG ini bisa menjadi potensi positif jika di rancang dan di jalankan dengan baik. Seperti halnya banyak inisiatif ataupun ide ide agar mencapai keberhasilan, serta konsistensi dan kemampuan adaptasi dari pihak yang mengelolanya agar tidak berdampak negatif.

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Laksanakan Program Kerja Bak Sampah di SDK Idalolong
Lulus Tanpa Skripsi : Terdengar Menggiurkan Tapi Sebenarnya Jebakan?
Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?
Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?
Perlukah Media Sosial Dibatasi Untuk Anak di Bawah 16 Tahun?
Hubungan Parasosial di Era Digital
Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 18:33 WIB

Sabam Sinaga Upayakan  Mengusulkan 2.000 Siswa Silaen Terima Bantuan PIP Tahun 2026

Rabu, 2 September 2026 - 18:11 WIB

Kanwil Imigrasi Sumut Teguhkan Komitmen, Laksanakan Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi Taruna Poltekimipas TA 2026

Rabu, 2 September 2026 - 18:05 WIB

Rutan Kelas IIB Tanjung Siap Perkuat 3 Layanan Prioritas Hasil Evaluasi Menteri Imipas

Rabu, 2 September 2026 - 17:30 WIB

Rutan Kelas IIB Tanjung Optimalkan Kebun SAE, WBP Ikuti Penyemaian Bibit Tomat

Rabu, 2 September 2026 - 17:01 WIB

Tari Kreasi Nusantara SMA Negeri 7 Lhokseumawe Curi Perhatian di Hardikda Aceh ke-67

Rabu, 2 September 2026 - 16:51 WIB

19 Kepala KUA Aceh Besar Dilantik, Yahwa Tegaskan KUA Bukan Sekadar Urus Nikah

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WIB

Polisi Amankan Mobil Angkut 600 Liter BBM Subsidi Jenis Bio Solar di Banda Aceh

Rabu, 2 September 2026 - 13:30 WIB

Peserta PKKPM Gelombang II IAIN Takengon Dampingi Penyerahan Al-Qur’an Wakaf dari Arab Saudi di Pantan Nangka

Berita Terbaru