TLii..PIDIE JAYA – Bupati Sibral Malasyi secara resmi melepas pawai takbiran dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Pidie Jaya, Selasa malam.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai kecamatan, organisasi masyarakat, dan kalangan pemuda.
Pelepasan pawai dipusatkan di kawasan Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya dan turut dihadiri unsur Forkopimda, para kepala SKPK, tokoh agama, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Bupati Sibral Malasyi mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia mengatakan, gema takbir yang dikumandangkan pada malam Idul Adha bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga bentuk syiar Islam yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Pawai takbiran ini menjadi momentum mempererat persatuan dan menumbuhkan semangat religius di tengah masyarakat,” ujar Sibral Malasyi di hadapan peserta pawai.
Suasana malam takbiran berlangsung semarak dengan iringan mobil hias, tabuhan beduk, lantunan takbir, tahmid, dan tahlil yang menggema di sepanjang rute pawai.
Masyarakat tampak antusias menyaksikan rombongan peserta yang melintasi sejumlah ruas jalan utama di pusat Kabupaten Pidie Jaya.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga mengerahkan petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan guna memastikan keamanan serta kelancaran arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Selain sebagai bentuk syiar Islam, pawai takbiran tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga dan meningkatkan semangat kebersamaan menjelang Hari Raya Qurban.
Bupati berharap tradisi pawai takbiran dapat terus dilaksanakan secara tertib, aman, dan penuh kekhidmatan pada setiap momentum hari besar Islam di Kabupaten Pidie Jaya.
Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban selama pelaksanaan pawai dan mengutamakan keselamatan di jalan raya.
Kegiatan pawai takbiran Idul Adha 1447 H di Pidie Jaya berakhir dengan tertib dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.
Pemerintah daerah menilai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat Aceh
(AJN)



























