Kota Ingin Indah, Pedagang Dipindahkan: Janji Akomodasi Belum Jelas

RAJU TAMPUBOLON

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:36 WIB

5017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TLii I Sumut I Toba – Langkah tegas penertiban yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Toba dengan mengosongkan seluruh pedagang dari kawasan Terminal Mini Balige dan memindahkannya ke Pasar Balerong menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Di balik alasan agar kawasan tersebut kembali berfungsi sebagai kantong parkir demi kelancaran lalu lintas dan keindahan kota, terselip kekhawatiran akan nasib para pedagang yang mata pencahariannya kini digantungkan pada janji pemerintah.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian, Sofian Sitorus, menegaskan bahwa pemindahan ini mutlak dilakukan agar Terminal Mini kembali ke fungsi aslinya dan jalan lintas menjadi lebih longgar. Ia juga menyebutkan bahwa para pedagang pada prinsipnya bersedia direlokasi. Namun, pernyataan tersebut terasa janggal jika dibandingkan fakta yang terungkap dalam dialog beberapa hari lalu, di mana para pedagang justru menyuarakan keraguan besar: Pasar Balerong dinilai belum memiliki lapak yang cukup dan memadai untuk menampung mereka semua. Persetujuan yang disebutkan pemerintah seolah lebih berupa keterpaksaan, bukan persetujuan atas kesiapan tempat baru.

 

Poin paling mengkhawatirkan muncul dari pernyataan Sofian sendiri saat menjawab permintaan lapak dari para pedagang. Ia hanya berjanji pemerintah akan berupaya mengakomodir, namun dengan kalimat yang sangat meragukan: “kebijakan ini tidak akan bisa memuaskan semua pihak.” Kalimat ini mengandung makna yang menyakitkan: akan ada pihak yang harus dikorbankan demi kebijakan ini. Pertanyaan besarnya, siapa yang harus menjadi korban? Apakah para pedagang kecil yang sudah puluhan tahun membangun kepercayaan pembeli di lokasi lama, termasuk kelompok pedagang Hari Onan yang sebelumnya sudah memohon izin tetap berjualan di sana setiap Jumat, justru harus menelan pil pahit ini?

 

Penertiban yang berlanjut hingga ke seluruh pusat kota Balige memang memiliki tujuan mulia agar wilayah ini tertib dan indah. Namun, penataan kota tidak seharusnya hanya berbicara soal estetika dan kelancaran jalan, tetapi juga harus berpihak pada keberlangsungan ekonomi warga. Memindahkan pedagang ke lokasi yang belum siap, dengan janji yang belum pasti, dan mengakui bahwa tidak semua kebutuhan bisa dipenuhi, sama saja dengan mendorong mereka ke dalam ketidakpastian.

 

Terminal Mini kini mungkin bersih dan rapi, jalan mungkin akan lebih longgar. Namun, keindahan apa yang ingin dibanggakan jika di baliknya ada pedagang yang bingung mencari tempat berjualan, pendapatan yang terancam anjlok, dan tradisi ekonomi rakyat yang perlahan hilang? Kebijakan ini terasa terburu-buru, hanya berfokus pada hasil akhir yang terlihat, namun melupakan persiapan matang yang seharusnya menjadi kewajiban pemerintah.

 

Kini, masyarakat hanya bisa menunggu: apakah janji mengakomodir itu akan terwujud nyata, ataukah pemindahan ini menjadi awal kesulitan baru bagi para pedagang Pasar Balige? Yang jelas, ketertiban kota tidak pantas dibayar mahal dengan nasib ekonomi rakyat kecil.

(Tanda)

Berita Terkait

Dirressiber Polda Sumut Beri Kuliah Umum di UMSU, Bahas Ancaman Nyata Kejahatan Siber di Era Digital
PTPN 1 Regional 1 Somasi Pemilik Kandang Ayam di Tanjung Morawa Terkait Dugaan Penguasaan Lahan HGU
Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Logistik dan BBR untuk Korban Banjir Bandang Di Aceh Tenggara
Rutan kls I Labuhan Deli Gelar Ibadah Kerohanian Untuk Perkuat Iman Dan Mental WBP
Kapolsek Siantar Marihat Respon Cepat Cek dan Evakuasi Warga Diduga ODGJ Tergeletak Lemas di Jalan Parapat KM 6
Polsek Siantar Martoba Amankan Terduga Pelaku Pencurian di Jalan Tanjung Tongah
Tim Rumah Zakat Sambangi Putri Raisa Aceh Besar Penderita Tumor Kaki, Berikan Bantuan Kesehatan dan Harapan Baru
Kasat Reskrim Polres pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo: Mengungkap Perampokan Bersama Tim Jatanras Polda Sumut, Angkot Morina 81 Direncanakan, 2 Tersangka Ditangkap di Samosir Dan Jambi

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:36 WIB

Kota Ingin Indah, Pedagang Dipindahkan: Janji Akomodasi Belum Jelas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 03:48 WIB

Dirressiber Polda Sumut Beri Kuliah Umum di UMSU, Bahas Ancaman Nyata Kejahatan Siber di Era Digital

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:13 WIB

PTPN 1 Regional 1 Somasi Pemilik Kandang Ayam di Tanjung Morawa Terkait Dugaan Penguasaan Lahan HGU

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Logistik dan BBR untuk Korban Banjir Bandang Di Aceh Tenggara

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:30 WIB

Rutan kls I Labuhan Deli Gelar Ibadah Kerohanian Untuk Perkuat Iman Dan Mental WBP

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:58 WIB

Polsek Siantar Martoba Amankan Terduga Pelaku Pencurian di Jalan Tanjung Tongah

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:56 WIB

Tim Rumah Zakat Sambangi Putri Raisa Aceh Besar Penderita Tumor Kaki, Berikan Bantuan Kesehatan dan Harapan Baru

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:25 WIB

Kasat Reskrim Polres pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo: Mengungkap Perampokan Bersama Tim Jatanras Polda Sumut, Angkot Morina 81 Direncanakan, 2 Tersangka Ditangkap di Samosir Dan Jambi

Berita Terbaru