TLii | BAPAS KLS I PALANGKA RAYA
23/06/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI Palangka Raya Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palangka Raya mengikuti kegiatan Focused Group Discussion (FGD) Laporan Akhir Implementasi Program Ketahanan Pangan pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia secara daring, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor SEK-UM.01.01-71 tentang Undangan FGD Laporan Akhir Implementasi Program Ketahanan Pangan. Seluruh jajaran pegawai Bapas Palangka Raya mengikuti kegiatan tersebut secara virtual dari kantor masing-masing.
FGD dipusatkan di Aula Jusuf Adwinata Lantai I, Gedung Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jakarta, dan dihadiri langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto beserta jajaran, anggota Komisi XIII DPR RI, Direktur Pangan dan Pertanian, serta sejumlah jurnalis.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Imigrasi dan Pemasyarakatan, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara, doa bersama, serta penayangan video selayang pandang Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia atas dukungan dan kajian yang telah dilakukan terhadap implementasi program ketahanan pangan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Menurut Agus, hasil kajian tersebut memberikan gambaran objektif mengenai berbagai capaian, potensi, tantangan, serta rekomendasi yang perlu menjadi perhatian bersama dalam pengembangan program ke depan.
“FGD ini menjadi ruang bersama untuk melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap implementasi program yang telah berjalan, mengidentifikasi berbagai capaian yang telah diraih dan hambatan yang masih dihadapi, serta menghasilkan rekomendasi dan strategi implementasi guna mendukung keberhasilan program ketahanan pangan,” ujar Agus.
Ia menambahkan, program ketahanan pangan merupakan bagian dari Asta Cita Presiden yang selaras dengan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan yang melibatkan warga binaan pemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala Bapas Palangka Raya, Theo Adrianus, menegaskan bahwa program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang mendukung peningkatan keterampilan dan tanggung jawab.
“Program ketahanan pangan di setiap satuan kerja Pemasyarakatan tidak hanya berperan sebagai pembinaan yang dinilai dari hasil, namun juga sebagai proses pembentukan disiplin, keterampilan, dan tanggung jawab,” ungkap Theo.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta FGD. Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta pemberian apresiasi kepada seluruh peserta atas kontribusi dan partisipasi aktif dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Rilisan ini sudah menggunakan format berita resmi yang siap dipublikasikan di media internal maupun portal berita, Pungkasnya.
(***)



























