Apakah Skripsi Masih Penting?

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:28 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(foto istimewa sang penulis Karimzhanov Dilshod)

TIMELINES INEWS INFESTIGASI

Penulis: Karimzhanov Dilshod Mahasiswa PBI Unmuh Babel Nim 250444002

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Skripsi merupakan salah satu syarat kelulusan yang sudah lama diterapkan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Namun, belakangan ini muncul banyak perdebatan mengenai penting atau tidaknya skripsi bagi mahasiswa. Ada yang berpendapat bahwa skripsi masih sangat diperlukan karena dapat melatih kemampuan berpikir kritis dan penelitian.

Di sisi lain, ada juga yang menganggap skripsi sudah tidak terlalu relevan karena dunia kerja saat ini lebih membutuhkan keterampilan praktis dibandingkan kemampuan menulis karya ilmiah. Perbedaan pendapat inilah yang membuat pertanyaan tentang pentingnya skripsi menjadi menarik untuk dibahas.

Pada dasarnya, tujuan skripsi bukan hanya untuk memenuhi syarat kelulusan. Skripsi dibuat agar mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama kuliah ke dalam sebuah penelitian. Melalui proses tersebut, mahasiswa belajar mencari masalah, mengumpulkan data, menganalisis informasi, hingga menyimpulkan hasil penelitian secara objektif.

Kemampuan-kemampuan ini tentu sangat berguna, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun ketika memasuki dunia kerja.Jika dilihat secara logis, skripsi masih memiliki banyak manfaat. Saat mengerjakan skripsi, mahasiswa dituntut untuk berpikir secara sistematis dan tidak asal mengambil kesimpulan. Setiap argumen yang ditulis harus didukung oleh data dan teori yang jelas. Proses ini membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan berdasarkan fakta. Kemampuan tersebut merupakan keterampilan yang dibutuhkan di hampir semua bidang pekerjaan.

Selain itu, skripsi juga mengajarkan kesabaran dan tanggung jawab. Tidak sedikit mahasiswa yang menghadapi berbagai kesulitan selama proses penyusunan skripsi, mulai dari mencari referensi, mengumpulkan data, hingga melakukan revisi berkali-kali. Meskipun melelahkan, pengalaman tersebut mengajarkan mahasiswa untuk tetap berusaha dan menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Nilai-nilai seperti disiplin, ketekunan, dan komitmen merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan profesional.

Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap program studi memiliki karakteristik yang berbeda. Pada beberapa bidang yang lebih berorientasi pada praktik, seperti desain, teknologi, atau seni, tugas akhir dalam bentuk proyek atau karya inovatif mungkin lebih sesuai untuk mengukur kemampuan mahasiswa. Oleh karena itu, beberapa perguruan tinggi mulai memberikan pilihan selain skripsi sebagai syarat kelulusan. Langkah ini dapat menjadi solusi agar mahasiswa dapat menunjukkan kompetensinya dengan cara yang lebih relevan terhadap bidang yang dipelajari.

Walaupun ada berbagai alternatif tugas akhir, keberadaan skripsi tetap memiliki nilai yang penting. Skripsi bukan sekadar dokumen yang harus diselesaikan sebelum wisuda, tetapi juga proses pembelajaran yang melatih mahasiswa untuk berpikir lebih dewasa, kritis, dan bertanggung jawab. Selama proses tersebut, mahasiswa belajar menghadapi tantangan, mencari solusi, dan mempertahankan hasil pemikirannya secara ilmiah.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa skripsi masih penting dalam pendidikan tinggi. Skripsi membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan penelitian, berpikir logis, serta membangun sikap disiplin dan tanggung jawab. Meskipun bentuk tugas akhir dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing program studi, tujuan utamanya tetap sama, yaitu mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kemampuan yang diperlukan setelah lulus. Oleh karena itu, skripsi masih relevan untuk dipertahankan, meskipun perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Laksanakan Program Kerja Bak Sampah di SDK Idalolong
Lulus Tanpa Skripsi : Terdengar Menggiurkan Tapi Sebenarnya Jebakan?
Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?
Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?
Perlukah Media Sosial Dibatasi Untuk Anak di Bawah 16 Tahun?
Hubungan Parasosial di Era Digital
Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:31 WIB

Momentum Regenerasi Pemimpin, Lapas Narkotika Samarinda Hadiri Sertijab dan Pisah Sambut Karutan Balikpapan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Perkuat Sinergi Pemasyarakatan, Lapas Narkotika Samarinda Hadiri Sertijab dan Pisah Sambut Kalapas Bontang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Panen Kacang Panjang dan Timun, Lapas Narkotika Samarinda Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:28 WIB

Bangun Sinergi Akademik, Lapas Narkotika Samarinda Jajaki Kerja Sama Dengan Fakultas Hukum UNTAG

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Pawai Kemerdekaan, Band Lapas Narkotika Samarinda Meriahkan HUT ke-81 RI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Lapas Narkotika Samarinda Gelar PORSENAP Lomba Tradisional

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:30 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Lapas Narkotika Samarinda Gelar Upacara Bendera dan Serahkan Remisi Umum kepada Warga Binaan Pemasyarakatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Hadir di Tengah Masyarakat, Lapas Narkotika Samarinda Bersama PIPAS Semarakkan Kemerdekaan dengan Berbagi

Berita Terbaru

BMA Sebut Muzaki Terbesar di Aceh

ACEH

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 00:58 WIB