Jejak Tambang Timah yang Meninggalkan Luka di Alam

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Senin, 17 November 2025 - 12:53 WIB

50188 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto ilustrasi www.antaranews.com)

TIMELINES INEWS

Oleh : Rosalia Anggraini

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pulau Bangka Belitung terkenal akan tempat wisata alam dan pantai-pantainya, serta penghasil timah terbesar di Indonesia. Pulau ini berbatasan langsung dengan Sumatera Selatan di bagian barat. Meskipun Bangka Belitung adalah pulau kecil, tak dipungkiri masyaranya hidup dengan damai dan tentram.

Bangka sendiri ditemukan sekitar abad ke-1 SM. Kata Bangka dari Bangka Belitung berasal dari “Wangka” atau “Vanca” yang bearti timah dalam Bahasa Sansekerta. Sejak dari abad pertama penggalian timah sudah ada di Bangka yang pada saat itu masih bernama Wangka oleh pelaut dari India pada abad tersebut. Hingga saat ini, sebagian dari masyarakat Bangka masih berprofesi sebagai penambang timah. Namun, sayangnya tak sedikit dari mereka yang melakukan pertambangan secara ilegal (TI).

Pertambangan yang dilakukan seringkali ditinggalkan begitu saja tanpa melaksanakan reklamasi dan pascatambang untuk memulihkan fungsi lingkungan alam dan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Keadaan inilah yang membuat kondisi alam di Bangka memburuk. Banyaknya lahan yang dijadikan sebagai tempat pertambangan ditinggalkan begitu saja. Fenomena ini menyebabkan kerusakan ekosistem pesisir.

Bukan hanya itu, hal ini juga dapat menyebabkan percemaran air, abrasi pantai dan juga hilangnya vegetasi.Namun, karena kurangnya kesadaran dalam pengolahan lahan yang sudah digunakan menyebabkan hal tersebut terjadi.

Berita Terkait

Di Balik Tangisan Anak Pencuri Ayam, Ada Keresahan Pemilik Ayam Aduan Juara dan PR Besar Penegakan Hukum
Rupiah Terjun Bebas: Bukti ‘Ekonomi Pancasila’ Masih Sebatas Dongeng Pengantar Tidur Penguasa
INGKAR JANJI DALAM HUBUNGAN ASMARA: BISAKAH CINTA DIGUGAT?
Politik Santun, Menang Tanpa Balas Dendam
Kekosongan Kepemimpinan di Bangka Barat Bukan Soal Jabatan, Tetapi Hilangnya Keberanian Memimpin.
Pers Pilar Keempat Demokrasi: Masihkah Menjadi Penjaga Kebenaran?
“Tak Dapat Dana Bantuan Sosial, Geusyik Dituding Pilih Kasih dan Balas Jasa Politik”
‎Betungkah: Perlawanan Terhadap Kerusakan Alam Dari Pesisir Bangka

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 00:24 WIB

Lapas Kelas IIB Singkawang Apresiasi Dedikasi Pejabat dan Pegawai dalam Pisah Sambut dan Pelepasan Purna Tugas

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Jaga Disiplin dan Integritas”, Kalapas Singkawang Bekali Peserta Magang dengan Nilai Pemasyarakatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Perkenalkan Kepemimpinan Baru, Kalapas Singkawang Gelar Silaturahmi ke 5 Instansi Strategis

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Awal Kepemimpinan, Kalapas Eddy Junaedi Tekankan Integritas dan Disiplin di Lapas Singkawang

Kamis, 30 April 2026 - 21:26 WIB

Momentum May Day 2026, KSPSI Makassar Perkuat Sinergi dengan Pemerintah

Senin, 22 September 2025 - 11:34 WIB

Keluarga Ojol Korban Pemukulan Oknum TNI di Pontianak Tolak Damai, Minta Proses Hukum Berlanjut

Sabtu, 21 Juni 2025 - 22:02 WIB

Presiden Soroti Koruptor Lolos Hukuman, MAUNG Desak Penertiban Tambang Ilegal di Kalbar

Jumat, 20 Juni 2025 - 08:10 WIB

LSM MAUNG Kalbar: Bravo Kejati Kalbar Usut Tuntas Korupsi Proyek Bandara Ketapang

Berita Terbaru