Muay Thai, Efektif untuk Bela Diri dan Kebugaran Fisik? Ini Penjelasan Para Ahli

RAMAZANI

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 12:56 WIB

50425 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muay Thai, Efektif untuk Bela Diri dan Kebugaran Fisik? Ini Penjelasan Para Ahli

TLii|Aceh|Banda Aceh|02 Desember 2025. Muay Thai kian diminati sebagai olahraga sekaligus seni bela diri yang menawarkan latihan intens, teknik lengkap, serta manfaat kebugaran yang komprehensif. Perkembangan olahraga asal Thailand ini menimbulkan pertanyaan: Apakah Muay Thai benar-benar efektif sebagai sarana pembinaan kebugaran fisik dan kemampuan bela diri?

Kajian literatur yang disusun oleh Muhammad Yazid, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, menjawab pertanyaan tersebut melalui analisis fisiologi olahraga, biomekanika, dan psikologi.

Dalam kajiannya, Yazid menemukan bahwa Muay Thai memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas aerobik, kekuatan otot, daya ledak, koordinasi tubuh, hingga kesehatan mental. Temuan itu sejalan dengan pendapat sejumlah pakar yang menilai Muay Thai sebagai sistem latihan fisik menyeluruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Latihan Intens Tingkatkan Kebugaran Jantung

Muay Thai dikenal sebagai olahraga berintensitas tinggi yang memiliki pola latihan menyerupai *high-intensity interval training* (HIIT). Menurut **Prof. Lucas Berthold (2020)**, pola tersebut sangat efektif mendorong peningkatan VO₂max dan performa kardiovaskular.

“Muay Thai memiliki pola interval alami yang serupa dengan HIIT, sehingga sangat efektif meningkatkan VO₂max dalam waktu pelatihan yang relatif singkat,” ujar Berthold.

Latihan kombinasi pukulan–tendangan yang dilakukan berulang, disertai jeda singkat, memaksa jantung bekerja lebih efisien. Adaptasi tersebut membuat atlet mampu menyalurkan oksigen lebih optimal ke seluruh tubuh.

Kekuatan dan Daya Ledak Meningkat Pesat

Gerakan eksplosif seperti *roundhouse kick* dan *cross punch* melibatkan otot besar di kaki, pinggul, inti tubuh, hingga bagian atas tubuh. Aktivasi multi-otot ini menjadikan Muay Thai sarana efektif membangun kekuatan fungsional.

Prof. Victor Hammersmith (2020) menyebut output tenaga pada tendangan Muay Thai sangat tinggi dibandingkan seni bela diri lain berbasis striking

“Output energi lateral pada tendangan Muay Thai merupakan salah satu yang tertinggi di antara seni bela diri berbasis striking,” ujarnya.

Rotasi pinggul yang cepat, pemanfaatan berat tubuh, serta ritme gerakan intens membuat daya ledak atlet meningkat signifikan.

Koordinasi, Kelincahan, dan Respons Neuromotorik Membaik

Kombinasi serangan seperti *jab–cross–kick* menuntut ritme, keselarasan gerakan, serta pergantian fokus dalam waktu singkat. Menurut Dr. Stefan Gruber (2020), latihan tersebut mampu meningkatkan respons neuromotorik pemula hingga 18–22% dalam delapan minggu.

“Pelatihan striking multi-limb seperti Muay Thai meningkatkan kecepatan respons neuromotorik secara signifikan,” jelas Gruber.

Selain kelincahan fisik, proses latihan turut membentuk disiplin, konsistensi, dan kemampuan mengatur emosi.

Efektif untuk Pertahanan Diri Jarak Dekat

Dalam situasi nyata, pertahanan diri ditentukan oleh kecepatan membaca ancaman dan kemampuan merespons. Penggunaan delapan titik serangan—tangan, kaki, lutut, siku—menjadi keunggulan Muay Thai.

Dr. Samuel Hodge (2020)** menekankan efektivitas teknik siku dan lutut sebagai senjata jarak dekat.

“Teknik siku dan lutut Muay Thai memberi keunggulan signifikan dalam pertarungan jarak dekat, yang merupakan jarak konfrontasi paling umum,” katanya.

Aspek mental seperti keberanian, fokus, dan ketenangan juga terbentuk melalui latihan intensif.

Dampak Positif bagi Kesehatan Mental

Latihan Muay Thai terbukti memicu pelepasan endorfin, serotonin, dan dopamin. Hal ini memberikan efek relaksasi, menurunkan stres, dan meningkatkan rasa percaya diri.

Menurut **Dr. Karen Willis (2020)**, olahraga intens dapat mengurangi gejala kecemasan secara signifikan.

Latihan intens seperti Muay Thai meningkatkan produksi endorfin dan menurunkan gejala kecemasan secara signifikan,” ungkapnya.

Muay Thai pun sering digunakan sebagai media terapi bagi praktisi yang ingin memperbaiki kesehatan mental dan keseimbangan emosional.

Kesimpulan

Berdasarkan kajian ilmiah serta pendapat para ahli, Muay Thai dinilai cocok sebagai olahraga bela diri sekaligus sarana pembinaan kebugaran fisik. Kombinasi latihan kekuatan, daya tahan, koordinasi, teknik pertahanan diri, dan manfaat psikologis menjadikannya olahraga holistik yang dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia.

Penelitian ini memperkuat pandangan bahwa Muay Thai bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga sistem pelatihan fisik komprehensif yang menawarkan manfaat luas bagi kesehatan tubuh dan mental.[Rz]

Berita Terkait

Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?
AKBP Tendri Wardi Resmi Jabat Kapolres Pidie Jaya, Gantikan AKBP Ahmad Faisal Pasaribu
*Sat Samapta Polres Pidie Jaya Gelar Patroli Perintis Presisi, Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif*
Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?
Dukung Penguatan Tata Kelola, Rutan Tanjung Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Kemenimipas
Perlukah Media Sosial Dibatasi Untuk Anak di Bawah 16 Tahun?
Rutan Kelas IIB Tanjung Raih Apresiasi Kanwil Ditjenpas Kalsel atas Kinerja Pemutakhiran Data
Tanamkan Nilai Integritas: Karutan Labuhan Deli Beri Pembekalan ke Generasi Penerus Pemasyarakatan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Hubungan Parasosial di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:43 WIB

Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:14 WIB

DAMPAK SMARTPHONE TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:05 WIB

Dua Sisi Mata Uang Media Sosial: Lebih Bermanfaat atau Berbahaya?

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:56 WIB

Pernikahan Dini Langgar Hak Anak

Berita Terbaru