Puncak Megang Lesu, Pedagang Pasar Induk Lambaro Teriak: Faktor Ekonomi Juga Pemicu

TARMIZI UMAR

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026 - 01:35 WIB

50447 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMELINES iNEWS Investigasi | ACEH BESAR — Tradisi Hari Meugang yang selama puluhan tahun menjadi momen puncak perputaran ekonomi masyarakat Aceh, khususnya sektor pangan, tahun ini justru menghadirkan ironi.

Suasana puncak Meugang menjelang Ramadhan 1447 Hijriah di Pasar Induk Lambaro Aceh Besar tampak jauh lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sejumlah pedagang daging mengaku salah memprediksi lonjakan pembeli. Keluhan pun mengemuka, lantaran jumlah pembeli berkurang drastis, sementara biaya operasional tetap berjalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditempat yang sama Ferry Lapak Daging Dikawasan Jalan Lingkar Pasar Induk yang ditemui Media TLii menyebutkan, sepinya pembeli pada hari puncak Meugang dipicu oleh banyak faktor yang saling berkaitan.

Salah satu yang paling dirasakan adalah pelaksanaan operasi pasar oleh pemerintah yang menjual daging dengan harga di bawah pasaran.

“Operasi pasar ini sangat terasa dampaknya. Harga daging dijual lebih murah dari harga kami di pasar, sehingga pembeli lebih memilih ke sana. Akhirnya, pasar tradisional jadi sepi,” ujarnya.

Faktor kedua yang tak kalah berpengaruh adalah melemahnya daya beli masyarakat. Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih akibat Bencana Banjir Longsor Tahun yang lalu membuat warga terutama Ibu Rumah Tangga lebih memilih Kebutuhan Utama/Mendesak dalam membelanjakan kebutuhan Meugang.

Selain itu, masih kuatnya persepsi bahwa harga daging selalu melonjak saat puncak Meugang membuat sebagian besar masyarakat memilih membeli daging lebih awal.

“Sekarang banyak yang beli dua hari sebelumnya. Mereka takut harga mahal, padahal di hari puncak justru kami turunkan harga karena pembeli sepi,” tambahnya.

Pantauan wartawan TLii di sejumlah titik penjualan daging, seperti Keutapang, Pasar Ulee Kareng, dan Pasar Induk Lambaro, memperlihatkan kontras penjualan yang cukup tajam.

Pada Selasa (18/2/2026) atau H-2 Ramadhan, rata-rata pedagang yang memotong dua ekor sapi mampu menjual habis dagangannya sejak pagi hingga sore, dengan harga berkisar Rp160 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram.

Namun kondisi berbeda terjadi pada Rabu (H-1 Ramadhan). Harga awal daging sapi dipatok Rp160 ribu per kilogram, namun karena pembeli tak kunjung ramai, pedagang terpaksa menurunkan harga menjadi Rp150 ribu bahkan Rp140 ribu per kilogram hingga sore hari.

Pedagang Grosir Daging  yang cukup senior juga pedagang tetap di Pasar Induk Lambaro, H. Safwan, yang juga menjabat sebagai Kepala Gampong Reuloh, Kecamatan Ingin Jaya, mengungkapkan bahwa penjualan masih tergolong normal pada Meugang Kantor—istilah masyarakat Aceh untuk dua hari sebelum puasa.

“Dua hari sebelum puasa kami sembelih tiga ekor lembu, sekitar 300 kilogram daging, dan itu habis terjual dengan harga Rp160 ribu per kilogram,” jelas H. Safwan.

Namun pada H-1 Ramadhan, situasinya berubah. “Stok kami hari ini sama seperti kemarin, tapi sampai sore masih tersisa sekitar setengah. Pembeli sudah terpencar karena menjamurnya Lapak penjualan daging di luar pasar,” katanya.

Selain operasi pasar dan perubahan pola belanja masyarakat, penurunan omzet pedagang daging di wilayah Kabupaten Aceh Besar juga dipengaruhi oleh penyaluran bantuan daging sapi bagi warga terdampak banjir pada 26 November 2025 lalu. Sekitar 7,2 ton daging bantuan Presiden Prabowo disalurkan ke 10 kecamatan Aceh Besar Terdampak.

“Kalau masyarakat sudah dapat bantuan daging, otomatis mereka tidak lagi membeli di pasar, Ini sangat berpengaruh,” ujar salah satu pedagang.

Keluhan serupa disampaikan Bangcut, pedagang daging asal Desa Reuloh. Ia mengaku, meski dua ekor sapi dengan total sekitar 300 kilogram daging miliknya terjual habis, dampak operasi pasar tetap terasa signifikan.

“Daging sapi kami jual Rp170 ribu per kilogram, daging kerbau Rp180 ribu. Tulang rusuk Rp80 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram,” jelasnya.

Tak hanya pedagang daging, pedagang sembako pun merasakan imbas Meugang yang lesu.

Zajuli, pedagang grosir sembako di kawasan Pasar Induk Lambaro, mengatakan omzet pada hari Meugang tahun ini menurun karena masyarakat sudah mencicil belanja sejak H-3 bahkan sepekan sebelumnya.

“Harga sembako relatif stabil, Daya Beli Masyarakat Berkurang, tidak ada kenaikan signifikan,” tegasnya.

Sementara itu, pedagang sayur Tgk. Fikri memastikan harga sayur-mayur masih berada pada kondisi normal. Cabai merah dijual Rp40 ribu per kilogram, cabai hijau Rp35 ribu, cabai nano-nano Rp50 ribu, cabai rawit Rp25 ribu, dan tomat Medan Rp20 ribu per kilogram. Meski harga stabil, ia mengakui omzet tidak seramai Meugang tahun-tahun sebelumnya. [Yahbit]

Berita Terkait

Terinspirasi Retret Presiden, Syech Muharram Gagas Retret 234 Keuchik Aceh Besar
Delapan Keuchik Pagar Air Patungan Bersihkan Drainase, Beko Sultan Aywan Diturunkan Minggu
Sambut Hari Bakti Kemenimipas ke-2, Lapas Lhoksukon Turun Tangan Bersihkan Lingkungan Kantor
PAG Rangkul Ratusan Wartawan Lhokseumawe dan Aceh Utara, Perkuat Kemitraan dengan Media
*Sentuhan Humanis Polri! Kapolres Pidie Jaya Berbagi Rezeki di Jumat Berkah*
Cegah Kecelakaan di Jalan, Kapolres Pidie Jaya Turun Langsung Edukasi Pengemudi dan Bagikan Brosur Keselamatan*
Kapolres Pidie Jaya Pimpin Binrohtal Yasinan Personel, Doakan Aceh Aman dan Tentram*
Pemulihan Belum Tuntas, Bupati Pidie Jaya Desak Percepatan Infrastruktur dan Penyelesaian Jembatan Pascabencana

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:09 WIB

Palangka Raya Bapas Kelas I Palangka Raya Gelar IMIPAS PEDULI 2026 Bersih Lingkungan Kantor dan Pasang Umbul-Umbul Jumat 6 November 2026 Semarak Hari Bhakti

Jumat, 6 November 2026 - 09:06 WIB

Mobil Oksigen Pemko Palangka Raya Kolaborasi Dinkes Dishub Sambangi Bapas Kelas I Palangka Raya Kamis 5 November 2026 Bantuan Oksigen Gratis

Kamis, 5 November 2026 - 17:28 WIB

Rapat Dipimpin Kabapas Theo Adrianus Hadiri Kakanwil Ditjenpas Kalteng Hensah Kabid Bimkemas Tubagus Chaidir Kabag TU Yudho Yuwono

Kamis, 5 November 2026 - 17:16 WIB

Bapas Palangka Raya Hadiri Sidang TPP 16 Warga Binaan Direkomendasikan Usulan Integrasi Sosial

Rabu, 4 November 2026 - 21:00 WIB

Rapat Koordinasi Pembentukan Panitia Susun Rangkaian Kegiatan Bahas Teknis Agar Tertib Khidmat Penuh Sukacita

Selasa, 3 November 2026 - 21:44 WIB

Kabapas Theo Adrianus Dukung Penuh BETANG KIPAS Buka Akses Kerja Dan Usaha Mandiri Klien

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Bapas Palangka Raya Gelar Rapat Persiapan Pengukuhan Pengurus Ipkemindo Kalimantan Tengah

Selasa, 3 November 2026 - 21:15 WIB

Bapas Palangka Raya Dorong Klien Kembangkan Potensi dan Bakat Seni untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Berita Terbaru