Khidmat Shalat Jumat Perdana Ramadhan di Aceh Timur Dihadiri Mendagri, Publik Soroti Keluhan Infrastruktur dan Data Bantuan Bencana

REDAKSI 1

- Redaksi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:23 WIB

50734 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Di Balik Khidmat Ramadhan, Ada Keluhan Yang Tersimpan Rapi”

TLii | ACEH | ACEH TIMUR, Kehadiran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, Pada Pelaksanaan Shalat Jumat Perdana Di Awal Bulan Suci Ramadhan Di Wilayah Aceh Timur Menjadi Perhatian Publik. Acara Berlangsung Pada Jumat, 20 Februari 2026 Di Masjid Agung Darushshalihin, Dan Berjalan Dengan Sangat Khidmat.

Shalat Jumat Tersebut Dipimpin Oleh Imam Muda, Ustadz Ar-Rayyan Maulana Zikri, Seorang Hafiz 30 Juz Sekaligus Putra Dari Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.HI., M.Si. Sementara Khutbah Jumat Disampaikan Oleh Abi Paloh Gadeng (Tgk. H. Muhammad Sufi Ibrahim).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para Tokoh Penting Yang Hadir :

Acara Keagamaan Ini Turut Dihadiri Oleh Berbagai Pejabat Penting Tingkat Nasional Maupun Daerah, Antara Lain:

1. Menteri Dalam Negeri RI – Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian.
2. Bupati Aceh Timur – Iskandar Usman Al-Farlaky, S.HI., M.Si.
3. Wakil Gubernur Aceh – Faddhullah Atau Akrab Disapa Dek Fad.
4. Forkopimda Aceh Timur.
5. Para Ulama, Tokoh Masyarakat, Dan Ratusan Jamaah Dari Berbagai Kecamatan.

Dokumentasi Kegiatan Memperlihatkan Bagaimana Mendagri Berbaur Dengan Masyarakat, Duduk Bersaf Bersama Para Pejabat Daerah, Ulama, Dan Jamaah, Menunjukkan Suasana Religius Yang Kental Dan Penuh Harap.

Kesan Khidmat Tak Menutupi Kenyataan Pahit Di Lapangan,
Kendati Acara Terlihat Begitu Tertib Dan Penuh Penghormatan, Kehadiran Para Pejabat Ini Kembali Memunculkan Pertanyaan Mendasar Dari Publik. Ada Ironi Yang Sulit Dibantah: Kemeriahan Seremonial Tak Selalu Sejalan Dengan Penyelesaian Persoalan Rakyat.
Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi Di Sejumlah Kecamatan Masih Menyimpan Kegelisahan:

Banyak Jalan Yang Rusak Dan Berlubang

Kerusakan Jalan Lintas Kecamatan Dan Desa Telah Lama Dikeluhkan Warga, Namun Belum Ada Penanganan Komprehensif. Padahal Dalam Teori Kewenangan Pemerintahan, Pemerintah Daerah Memiliki Tanggung Jawab Penuh Menjalankan Asas Kemanfaatan Dan Efektivitas.

Rumah Warga Dicoret Dari Data BNPB

Banyak Rumah Warga Yang Terdampak Bencana Hidrometeorologi Dilaporkan Hilang Dari Daftar Bantuan. Hal Ini Menimbulkan Dugaan Adanya Maladministrasi Dalam Pendataan,Secara Hukum Administrasi, Tindakan Seperti Ini Dapat Dikategorikan Sebagai Kelalaian Dalam Pelayanan Publik.

Apakah Semua Laporan Hanya Tersimpan Rapi Di Bawah Meja Penguasa?
Pertanyaan Besar Ini Tak Dapat Dihindari:

Apakah Keluhan-Keluhan Rakyat Ini Hanya Menjadi Nyanyian Seremonial, Terdengar Di Telinga Pejabat Lalu Lenyap Begitu Saja?
Apakah Laporan Masyarakat Hanya Disimpan Rapi Di Bawah Meja Sang Penguasa?

Sampai Hari Ini, Jawabannya Tidak Ada Yang Tahu.
Ketidakhadiran Mekanisme Tindak Lanjut Yang Terbuka Membuat Masyarakat Kesulitan Menilai Keseriusan Pemerintah. Padahal Dalam Asas Transparansi Dan Akuntabilitas, Pejabat Publik Berkewajiban Menyampaikan Perkembangan Penanganan Laporan.
Sisi Religius Dan Sisi Realitas: Dua Dunia Yang Masih Terpisah

Shalat Jumat Yang Berlangsung Dengan Khidmat, Yang Diimami Putra Bupati Yang Merupakan Seorang Hafiz Muda, Sebenarnya Menggambarkan Harapan:

• Harapan Bahwa Generasi Baru Pemimpin Akan Lebih Peduli.
• Harapan Bahwa Pejabat Pusat Melihat Langsung Kondisi Masyarakat.
• Harapan Bahwa Pemerintah Daerah Lebih Peka Terhadap Penderitaan Rakyatnya.

Namun Fakta Di Lapangan Menunjukkan Bahwa Ritual Keagamaan Dan Retorika Seremonial Belum Mampu Menjawab Masalah Konkret Rakyat.

Penutup:

Momentum Ramadhan Seharusnya Jadi Titik Perbaikan
Kehadiran Mendagri Di Aceh Timur Adalah Momentum Penting. Namun Momen Itu Akan Menjadi Kosong Jika Tidak Dibarengi Dengan Langkah Nyata Dari Pemerintah Daerah Dan Pusat.

Masyarakat Menginginkan:

• Tindak Lanjut Nyata, Bukan Hanya Dokumentasi Kegiatan.
• Pendataan Bantuan Bencana Yang Transparan.
• Perbaikan Infrastruktur Yang Sudah Terlalu Lama Dibiarkan.
• Kepedulian Yang Berpihak Pada Rakyat Kecil, Bukan Hanya Pada Etalase Politik.
• Pada Akhirnya, Masyarakat Tidak Menuntut Banyak. Mereka Hanya Ingin Pemerintah Benar-Benar Bekerja. Bukan Sekadar Hadir.

Berita Terkait

Illiza: Pemimpin Harus Peka dan Berbasis Niat, BAA Talk 2026 Jadi Momentum
BKPSDM Kota Langsa Proses Pengaktifan Kembali ASN Zulfikar Sesuai Ketentuan
LANA: Jangan Bangun Opini, Akui Lemahnya Pengawalan Dana TKD di Aceh Barat
22 Titik Usaha Walet Tak Berizin di Lhokseumawe Disikat, Pemko Bertindak Tegas
TMMD Ke-128 Dibuka, TNI Gelar Pasar Murah, Pengobatan Massal dan Bagi Sembako
Personel Brimob Kompi 2 Gelar Baksos Bersihkan Rumah Ibadah
Polda Aceh Serahkan DS, Tersangka Kasus Ujaran Kebencian ke Kejaksaan
Polda Aceh Nyatakan Dua Berkas Perkara Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Lengkap, Tersangka Diserahkan ke JPU

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 22:56 WIB

Lapas Kelas IIA Binjai Hadiri Pemusnahan Barang Bukti di Kejari Binjai

Rabu, 22 April 2026 - 22:46 WIB

Strategi Deteksi Dini, Lapas Narkotika Langkat Rutin Rolling Gembok Cegah Duplikasi Kunci

Rabu, 22 April 2026 - 22:29 WIB

Erkan Sinergi Antarinstansi, Lapasid FC Padangsidimpuan Tembus Semifinal

Rabu, 22 April 2026 - 22:11 WIB

Kalapas Pemuda Langkat: Serah Terima Kamtib Bukan Rutinitas, Fondasi Deteksi Dini Gangguan Keamanan

Rabu, 22 April 2026 - 21:34 WIB

Lapas Padangsidimpuan Gelar Pembelajaran Al-Qur’an, Libatkan Mahasiswa Magang UIN Syuhada

Rabu, 22 April 2026 - 20:53 WIB

Deklarasi Zero HALINAR, Lapas Perempuan Medan Tegaskan Komitmen Integritas

Rabu, 22 April 2026 - 20:44 WIB

Pisah Sambut Kasubbag Tata Usaha, Lapas Perempuan Medan Tegaskan Semangat Baru

Rabu, 22 April 2026 - 20:36 WIB

Pelantikan Kepala Tata Usaha Lapas Perempuan Medan, Tandai Babak Baru Administrasi

Berita Terbaru