DIGITALISASI UMKM: KUNCI MEMPERKUAT EKONOMI INDONESIA

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 07:05 WIB

50211 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

( foto istimewa sang penulis)

TIMELINES INEWS INFESTIGASI

Penulis: Deva aelsa selfira

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usaha mikro, Kecil,dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar utama dalam perekonomian indonresia. Dalam berbagai kondisi, termasuk saat krisis ekonomi,sektor UMKM terbukti mampu betahan dan tetap berjalan ketika sektor lain mengalami penurunan. Jumlah pelaku UMKM yang sangat besar menjadikan sektor ini sebagai penyedia lapangan pekerjaan yang signifikan bagi masyarakat.

Oleh karena itu, UMKM tidak hanya berperan dalam mendorong pertumbuhan eknomi, tetapi juga meningkatkan kesejatraan masyarakat secara luas.

Berdasarkan data Kementerian Koprasi dan UKM, jumlah UMKM di indonesia mencapai sekitar 65 juta unit usaha. Sektor ini berkontribusi sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan mampu menyeraphampur 97% tenaga kerja nasional. Hal ini menunjukan bahwa UMKM memiliki peranan strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi serta mendukung pembangunan nasional.

Namun, diera perkembangan teknologi yang pesat, UMKM menghadapi tantangan baru. Persaingan usaha kini tidak lagi terbatas secara lokal, melainkan telah meluas ke ranah digital. Oleh sebab itu, kemampuan pelaku UMKM dalam beradaptasi dengan teknologi menjadi sangat penting agaer tetap bertahan dan berkembang.
Digitalisasi memberikan berbagai manfaat bagi UMKM. Melalui platfrom digital seperti marketplace, media sosial, dan sistem pe,bayran elektronik, pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pasar hingga tingkat internasional. Selain memperluaskan jangkauan pasar pasar, pemasaran digital juga dapagt menghemat biaya promosi dibandingkan dengan cara tradisional, sehingga lebih efisien.

Tidak hanya dari pemasaran, digitalisasi juga membuat dalam pengelolaan usaha. Berbagai aplikasi kini tersedia umtuk membantu pencatatan keuangan, menajemen stok, hingga distribusi produk. Dengan pengelolaan yang lebih terstruktur, pelaku UMKM dapat meningkatkan efisien dan merencanakan pengembangan bisnis dengan lebih matang.

Meskipun demikian, tingkat digitalisasi UMKM di indonesia masih belum merata. Dari sekitar 65 juta pelaku UMKM, baru sekitar 30 juta yang memanfaatkan teknologi digital. Hal ini di sebabkan oleh beberapa faktor, seperti rendahnya litrasi digital, keterbatasan akses internet, serta minimnya pendampingan menjadi penyebab kondisi tersebut.
Oleh karena itu, proses digitalisasi UMKM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah berperan dalam menyediakan pelatihan, pendanpingan, dan instrktur teknologi. Di sisi lain, sektor swsta dapat membant menyediakan platfrom digital yang mudaj digunakan oleh UMKM. Semetara lembaga pendidikan berperan dalam meningkatkan litrasi digital masyrakat.

Selain itu, masyrakat sebagai konsumen juga memiliki peran penting dengan mendukung produk UMKM, terutama membeli dan menggunakan produk lokal, mayrakat secara tidak langsung ikut membantu pertumbuhan usaha kecil dan menengah. Tren belanja online yang semakin meningkat saat ini menunjukan bahwa masyrakat semakin tebuka untu memeli produk UMKM melalui berbagai platfrom digital.

Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah berperan dalam menyediakan pelatihan, pendampingan, dan infrastruktur teknoligi. Sektor swasta dapat membantu menydiakan platfrom yang digunakan, sementara lembaga pendidikan berperan dalam meningkatkan litrasi digital masyarakat. Selain itu, masyrakat sebagai konsumen juga memiliki peran penting dengan mendukung produk UMKM, terutama pembelian secara online.

Pada ahkirnya, digitalisasi UMKM bukan sekedar mengikuti perkembangan zaman, melinkan menjadi lamgkah strategis dalam memperkuat perkonomian nasional. UMKM yang mampu berdapatasi dengan teknologi akan memiliki daya saing yang lebih tinggi dan peluang yang lebih luas. Jika transformasi digital dapat dilakukan secara merata, mka UMKM akan semakin kokoh sebagai pengerangkan utama UMKM ekonomi indonesia.
Melalui kerja sama antra pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan masyrakat, digitalisasi UMKM dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inkusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu upaya pencepatan digitalisasi UMKM harus terus dilakukan agar sektor ini tetap menjadi tulang punggung perekonomian indonesia di masa depan.

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Laksanakan Program Kerja Bak Sampah di SDK Idalolong
Lulus Tanpa Skripsi : Terdengar Menggiurkan Tapi Sebenarnya Jebakan?
Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?
Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?
Perlukah Media Sosial Dibatasi Untuk Anak di Bawah 16 Tahun?
Hubungan Parasosial di Era Digital
Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WIB

Polisi Amankan Mobil Angkut 600 Liter BBM Subsidi Jenis Bio Solar di Banda Aceh

Rabu, 2 September 2026 - 00:58 WIB

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Baitul Mal Aceh Gandeng Rumah Zakat Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Usaha

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:37 WIB

Gunung Sinabung Erupsi, Polda Sumut Siagakan 100 Personel Brimob dan Peralatan Pendukung

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Ayah Wa Raih Serambi Award 2026, Pelopor Gerakan Membumikan Alqur’an di Aceh Utara

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK 2026 pada Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:32 WIB

PT Takabeya Mangkir dari Panggilan DPRK, Proyek Jalan Nasional Muara Satu Kian Dipertanyakan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Ketua PWO Aceh Utara Kecam Kekerasan terhadap Wartawan, Desak Oknum TNI Diproses Hukum

Berita Terbaru